MPR Didatangi SMA Pontianak Sebelum Batalkan Cerdas Cermat Ulang
Jakarta, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memutuskan untuk tidak menggelar ulang final lomba cerdas cermat (LCC) sosialisasi empat pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalb...
SMAN 1 Pontianak diketahui menjadi regu diduga dirugikan dewan juri dari Kesetjenan MPR dalam babak final cerdas cermat empat pilar tingkat Kalbar yang videonya viral di media sosial. SMAN 1 Pontianak pun menyatakan tak ingin mengubah hasil, dan mendukung SMAN 1 Sambas untuk berlomba di tingkat nasional."Mereka sama-sama mendukung untuk tidak perlu ada lomba ulang. Dan hari ini kita rapat, tadi dengan pimpinan MPR lengkap, memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah disampaikan kedua sekolah ini," ujar Ketua Badan Sosialiasi MPR, Abraham Liyanto dalam jumpa pers di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (18/5).
SMA Pontianak Tolak Ikut Cerdas Cermat Ulang MPR, Dukung SMA SambasTolak Ikut LCC Ulang MPR, SMA Pontianak Pastikan Keikutsertaan di 2027Usai Viral, SMAN 1 Pontianak Enggan Ikut Cerdas Cermat Ulang MPRDan sebagai jalan tengah, lanjut dia, MPR memastikan akan mengevaluasi pelaksanaan lomba ke depan. Salah satunya dengan menunjuk juri independen dari luar MPR.Menurut dia, juri akan diambil dari unsur akademisi masing-masing daerah. Mereka nantinya adalah para akademisi, dosen, hingga pakar hukum."Maka, kesimpulan lomba ini kita akan teruskan dengan meningkatkan kualitasnya lebih bagus, dengan pengaturannya lebih baik, dan juri yang profesional," ujar Abraham.MPR sebelumnya memutuskan bakal menggelar ulang final cerdas cermat antar SMA di Kalimantan Barat buntut polemik penjurian yang viral dan menjadi sorotan.Keputusan itu disampaikan Ketua MPR, Ahmad Muzani dalam jumpa pers di kompleks parlemen, Rabu (23/5). Muzani menegaskan pihaknya telah mengambil keputusan dan telah mengevaluasi kasus tersebut."Lomba cerdas cermat (LCC) di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang," kata Muzani.Duduk perkaraInsiden viral dalam final lomba cerdas cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat itu bermula saat dewan juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban yang sama oleh regu B dan C dalam pertanyaan rebutan."Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" tanya pembawa acara dikutip dari YouTube MPR, Senin (11/5).Grup C dari SMAN 1 Pontianak yang menekan bel terlebih dahulu menjawab bahwa anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.Namun, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita selaku dewan juri memberi nilai -5 atau menyalahkan jawaban Grup C itu.Pertanyaan itu kemudian dilempar dan dijawab regu B dengan memberikan jawaban yang sama. Namun, juri memberikan 10 poin atau membenarkan jawaban mereka. Salah satu peserta di regu C pun langsung memprotes. Mereka menunjukkan ekspresi bingung lantaran jawabannya disalahkan meski sama. Dyastasita tetap bersikeras dan beralasan jawaban regu C tidak menyertakan Dewan Perwakilan Daerah atau DPD. Grup C pun kembali memprotes dengan mengatakan jawaban awal telah menyertakan Dewan Perwakilan Daerah. Namun, Dyastasita tidak mengubah keputusannya.Sementara dewan juri lainnya, yakni Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni justru meminta agar peserta memperjelas artikulasi saat menjawab pertanyaan.MPR belakangan menyampaikan permintaan maaf soal viral keputusan dewan juri. Wakil Ketua MPR, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kinerja dewan juri dan sistem lomba."Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini," kata Abcandra dalam keterangannya, Selasa (12/5).
(thr/kid)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260518180541-32-1359706/mpr-didatangi-sma-pontianak-sebelum-batalkan-cerdas-cermat-ulang
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Pemilik Hanania Travel Dipolisikan Terkait Dugaan Penipuan Umrah
28 May 2026
Mulai Kunjungan di Paris, Prabowo Disambut di Istana Elysee
28 May 2026
Tito Karnavian Ungkap Tahapan Penanganan Pascabencana Sumatera
28 May 2026
Bahlil Disebut Hanya Ketawa-Tawa Dengar Lagu 'Mas Bahlil Ganteng'
28 May 2026
Eks Pimpinan KPK Buka Suara soal Kasus Korupsi IUP Bauksit di Kalbar
28 May 2026
WN Korsel Ditemukan Tewas di Bekasi, Ada Luka Benda Tajam