Desa Lohia di Maluku Tak Ada Faskes, Nenek Miskin Sakit Ditandu 5 Jam
Seram, Belandina (70), warga Desa Lohia, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku terpaksa ditandu hingga 4 kilometer atau selama 5 jam demi berobat di Puskesmas.Per...
Tak hanya itu, warga menggotong perempuan lanjut usia itu karena di desa mereka juga tidak punya tenaga kesehatan (nakes).Lihat Juga :Tito Akui Angka Kemiskinan di Papua Jauh di Atas Nasional: Bukan Bagus
Selama perjalanan, mereka melintasi Medan pegunungan yang curam, melewati jalan bebatuan dan lumpur hingga menyeberangi sungai. Warga yang turut dalam rombongan itu, bergantian menggotong Balandina menggunakan sebatang bambu dan sehelai kain yang dipakai untuk melindungi pasien selama sampai ke puskesmas.Beberapa kali, rombongan warga itu sempat memutuskan untuk beristirahat di tengah hutan akibat kondisi pasien. Mereka sempat memanfaatkan waktu istirahat untuk mengisi perut sebelum melanjutkan perjalanan menuju puskesmas.Setibanya di jalan atau perbatasan antara Desa Lohia dan Buria, mereka kembali menumpangi truk pickup yang melintasi jalan tersebut. Sakit stroke, tak ada nakes di desaNenek Belandina disebut menderita sakit stroke. Ia hanya terbaring selama belasan tahun tanpa sentuhan pelayanan kesehatan. Kondisi Balandina mulai terpuruk satu minggu terakhir. Meski begitu, keluarga sudah berusaha dengan cara tradisional namun pengobatan tak kunjung membaik.Lihat Juga :KRONIKPenerima KJMU Dibayangi Ancaman Putus KuliahKeluarga pun sempat berjalan kaki sejauh 1 jam ke kampung tetangga untuk mencari mantri keliling. Mereka berharap bisa mendapat bantuan mantri keliling agar bisa mendapatkan obat dengan biaya secukupnya."Ibu terkasih sudah sakit selama satu minggu terakhir, kondisi mulai memburuk, keluarga minta bantuan warga untuk menandu ibu terkasih ke puskesmas terdekat,"ujar warga Desa Lohia, Ferdinan, Kamis (21/5).Ia bilang di desanya tidak punya tenaga kesehatan (nakes). Bila, warga sakit, kata dia, warga terpaksa mencari mantri keliling namun harus mengeluarkan tenaga ekstra."Desa kami tidak ada nakes, nakes cuma ada di Desa Buria, karena di sana, ada puskesmas," ucapnya.Lihat Juga :Bupati Aru Diperiksa di Kasus Korupsi Jalan Lingkar Wokam Rp36,7 MIa berharap pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat segera membangun infrastruktur jalan yang memadai agar warga tidak lagi sengsara terutama mengantar orang sakit.Kondisi tersebut, diakui Ferdinan sudah berlangsung selama Indonesia merdeka namun pemerintah masih saja abaikan terkait penderitaan warga.Mereka mengaku sudah berulang kali menyampaikan kondisi jalan aspal yang tak punya di wilayah pegunungan kepada Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat, mulai dari Bupati pertama Yakobus Puttileihalat, M. Yasin Payapo hingga Asri Arman.Mereka berharap Presiden RI Prabowo Subianto bisa membangun jalan mereka karena sudah berulang kali mengadu ke bupati namun tak kunjung direspons.Lihat Juga :Rakyat Miskin Kota Tolak Rencana Beli LPG 3 Kg Daftar Aplikasi (sai/dal)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260521101056-20-1360685/desa-lohia-di-maluku-tak-ada-faskes-nenek-miskin-sakit-ditandu-5-jam
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Viral, Pengemudi Diduga Taksi Online Ngamuk dan Rusak Mobil di JORR
28 May 2026
Ketua Timwas DPR Ungkap Hasil Pengawasan Haji 2026
28 May 2026
FOTO: Pemotongan Kurban di Masjid Istiqlal, Ada Sapi Prabowo
28 May 2026
Menteri Agama Buka Suara soal Kurban Sapi Prabowo
28 May 2026
Timwas Haji DPR Kunjungi Tenda Jemaah di Mina, Ini Hasilnya
28 May 2026
Momen Eks Presiden RI Soekarno Nyaris Kena Tembak saat Salat Iduladha