Abu Janda soal Laporan Ormas Minangkabau: Saya Tak Hina Rakyat Sumbar
Jakarta, Pegiat media sosial Permadi Arya atau dikenal Abu Janda buka suara terkait laporan dilayangkan oleh organisasi masyarakat Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) terkait dugaan...
Abu Janda pun menyebut jika pada dasarnya pelapor sudah membenci dirinya, maka apapun yang ia lakukan bisa dianggap sebagai sebuah penghinaan."Tapi kalau dasarnya sudah benci Abu Janda ya susah, tidak menghina pun bisa dianggap menghina," ucap dia.
Abu Janda Dipolisikan Ormas Minangkabau Terkait Ujaran Berbau SARASebelumnya, Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) melaporkan Abu Janda terkait dugaan penyebaran ujaran kebencian berbasis SARA ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/230/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 26 Mei 2026.Dalam laporannya, Abu Janda disangka melanggar Pasal 242 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 KUHP tentang penyebaran informasi yang menimbulkan ujaran kebencian terhadap kelompok tertentu.Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan HAM DPP IKM, Defrizal Djamaris mengatakan pelaporan itu dilakukan pihaknya lantaran ucapan Abu Janda dinilai telah menyakiti masyarakat Sumatera Barat khususnya Minangkabau.Pernyataan Abu Janda yang dipersoalkan mengenai intoleransi. Dalam pernyataan itu, Abu Janda menyebut umat muslim di wilayah Jabar dan Sumbar keras, kemudian secara retoris mengaku bingung mengapa daerah berakhir ar tersebut banyak orang barbar."Ada kata-kata yang spesifik menyerang atau memberikan ujaran kebencian kepada etnis tertentu yaitu masyarakat Sumatera Barat yang mana sebagian besar adalah etnis Minangkabau," ujarnya kepada wartawan."Di situ disebutkan (Abu Janda) bahwa masyarakat yang daerahnya intoleran itu Sumbar, Jabar, yang ada bar-bar di belakangnya itu dianggap masyarakat barbar, seolah itu orang barbar di sana," imbuhnya.Lihat Juga :Pernyataan Lengkap Grace Natalie Usai Terseret Kasus Video Jusuf KallaDefrizal, merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menyebut arti dari kata barbar itu memiliki muatan negatif yakni tidak beradab, kejam dan manusia yang tidak berperadaban.Kata dia, ucapan Abu Janda itulah yang kemudian dirasa sangat menyakiti masyarakat Minangkabau. Apalagi, Defrizal menilai masyarakat di Sumbar sangat menjunjung tinggi toleransi antar suku dan umat beragama."Kami mengkhawatirkan ada pihak tertentu yang ingin memperkeruh suasana dengan memancing adanya adu domba antar antar suku di Indonesia maupun agama," jelasnya. (diz/mik)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260527101219-12-1362761/abu-janda-soal-laporan-ormas-minangkabau-saya-tak-hina-rakyat-sumbar
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Polisi: Terduga Pembunuh Sisiwi SD di Makassar Sudah Lama Incar Korban
27 May 2026
Pengasuh Ponpes di Pekalongan Diduga Cabuli Puluhan Santriwati
27 May 2026
MUI Sebut Presiden Kurban Pakai APBN Sah: Secara Syar'i Tak Ada Soal
27 May 2026
Sapi Kurban Prabowo-Gibran di Istiqlal, Dinamai Si Loreng dan Wirabumi
27 May 2026
Kemenhaj: Armuzna Lancar, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina
27 May 2026
Wamensesneg: Sapi Kurban Presiden Bantuan Pemerintah ke Masyarakat