Rekonstruksi Peta Prestasi Timnas Indonesia: Juara Piala AFF 2026
Tahun 2026 diproyeksikan menjadi era baru bagi Tim Nasional Indonesia, setelah tahun 2025 yang dianggap kelam. Setelah Shin Tae-yong digantikan oleh Patrick Kluivert pada Januari 2...
Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, yang banyak dianalisis disebabkan oleh kualitas kepelatihan. Timnas U-23, yang telah dipersiapkan sejak Piala AFF 2024 untuk mempertahankan medali emas SEA Games 2025, tidak meraih hasil memuaskan. Setelah menjadi *runner-up* Piala AFF U-23 2025, mereka gagal lolos ke Piala Asia U-23 2026 dan terhenti di babak grup SEA Games 2025. Sementara itu, Timnas U-20 gagal mencapai putaran final Piala Asia U-20 2026 pada Februari 2025 dan tidak ada agenda lanjutan setelah itu.
Satu-satunya prestasi datang dari Timnas U-17 yang berhasil lolos babak grup Piala Asia U-17 2025, sekaligus mengamankan tiket ke Piala Dunia U-17 2025 dan putaran final Piala Asia U-17 2026.
Kondisi Timnas Putri Indonesia juga tidak jauh berbeda. Minimnya kompetisi membuat mereka belum mampu meraih prestasi sepanjang 2025. Situasi ini menyebabkan gejolak di sepak bola Indonesia, yang berujung pada perpisahan Kluivert dan PSSI pada Oktober 2025.
Saat ini, Nova Arianto telah dipatenkan sebagai pelatih Timnas U-19, menyusul kesuksesannya bersama Timnas U-17. Untuk Timnas Indonesia senior, John Herdman telah disepakati oleh Komite Eksekutif PSSI sebagai pelatih, dengan potensi merangkap jabatan sebagai pelatih U-23. Sementara itu, PSSI sedang mencari pelatih lokal untuk Timnas U-17.
Agenda internasional terdekat bagi Indonesia adalah Piala Asia U-17 2026 yang akan berlangsung di Arab Saudi pada 7-24 Mei 2026. Tim U-17 harus segera mempersiapkan diri dan pelatihnya perlu segera ditetapkan. Targetnya adalah lolos ke babak delapan besar untuk mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-17 2026 dan Piala Asia U-17 2027.
Untuk Timnas U-20, akan ada Piala AFF U-19 2026 (tanggal belum ditetapkan) dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 pada pertengahan atau kuartal ketiga tahun. Selain itu, ada Asian Games 2026 di Jepang, namun ada potensi Indonesia tidak mengirim tim karena hasil buruk di SEA Games 2025.
Agenda yang paling menarik perhatian pecinta sepak bola Indonesia adalah Piala AFF 2026, yang akan digelar pada Juli, setelah Piala Dunia 2026. Ini adalah pertama kalinya turnamen antarnegara ASEAN ini diselenggarakan di pertengahan tahun sejak dimulai pada 1996. Perubahan jadwal ini diharapkan menghilangkan konflik antara klub dan PSSI terkait pemanggilan pemain, sehingga timnas dapat memanggil semua pemain terbaik, termasuk yang bermain di luar negeri.
Dengan tidak adanya agenda krusial lainnya di tahun 2026 selain FIFA Matchday, Piala AFF 2026 menjadi fokus utama untuk memulai rekonstruksi peta prestasi Timnas Indonesia. Diharapkan Indonesia dapat meraih gelar juara Piala AFF untuk pertama kalinya.
Bagi Timnas Putri Indonesia, hal terpenting di tahun 2026 bukanlah agenda pertandingan, melainkan penyelenggaraan kompetisi. Tanpa kompetisi yang teratur, sulit mengharapkan prestasi dari Garuda Pertiwi.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20251226154540-142-1310890/rekonstruksi-peta-prestasi-timnas-indonesia-juara-piala-aff-2026
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Jadwal 2 Wakil Indonesia di Perempat Final Singapore Open 2026
28 May 2026
Marquez Usai Lihat Video Insiden Catalunya: Untung Tak Nabrak Tembok
28 May 2026
Stadion Piala Dunia 2026 di AS Mulai Bersolek
28 May 2026
Daftar 2 Wakil Indonesia Lolos Perempat Final Singapore Open 2026
28 May 2026
Trump Pede Tiket Piala Dunia 2026 Jadi yang Terlaris Sepanjang Sejarah
28 May 2026
Hasil Singapore Open: Hajar Shi Yu Qi, Alwi Farhan ke Perempat Final