Olahraga 26 Jan 2026 6 views

Semua Bisa Jadi Tokoh Utama Cerita di Istora

Judul: Semua Bisa Jadi Tokoh Utama Cerita di Istora Jakarta, Alwi Farhan benar-benar menguasai dan jadi tokoh utama cerita di Daihatsu Indonesia Masters 2026. Lapangan bulu tangki...

Semua Bisa Jadi Tokoh Utama Cerita di Istora
Judul: Semua Bisa Jadi Tokoh Utama Cerita di Istora

Jakarta, Alwi Farhan benar-benar menguasai dan jadi tokoh utama cerita di Daihatsu Indonesia Masters 2026. Lapangan bulu tangkis yang ada di tengah Istora ia ubah seperti layaknya panggung pertunjukan. Alwi Farhan penuh percaya diri, bergaya, dan memamerkan keberhasilannya menjadi juara.Alwi Farhan menjalani pekan Indonesia Masters dengan menjelma sebagai tokoh utama cerita. Pemain berusia 20 tahun tersebut benar-benar menunjukkan dirinya layak jadi pusat perhatian utama.Dalam perjalanannya menuju podium juara, Alwi Farhan terlibat dalam duel-duel yang menarik dan layak dikenang. Mulai dari duel sengit lawan Wang Zheng Xing di babak 16 besar, mencatat kemenangan perdana atas Yushi Tanaka di perempat final, hingga akhirnya menang meyakinkan di babak semifinal dan final.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan RedaksiIndonesia Masters: Talenta Muda Indonesia Kirim Sinyal Bahaya3 Rekor Buruk Arsenal usai Dipermalukan MU di Liga Inggris5 Fakta Usai Alwi Farhan Menang Mengesankan di Final Indonesia MastersDi balik keberhasilannya menjadi yang terbaik, Alwi Farhan selalu mengenang momen penting. Bahwa ia pernah jadi salah satu saksi mata langsung dan bersama banyak orang lainnya di Istora untuk menonton Anthony Ginting.
Momen di Indonesia Masters 2018 itu benar-benar berkesan bagi Alwi Farhan. Ia berhasil menjalani hal-hal yang selama ini ia mimpikan. Beranjak dari anak-anak yang menonton dan berharap ada di tengah lapangan hingga akhirnya benar-benar jadi magnet dan pusat perhatian.Karena itu pula, Alwi Farhan selalu antusias menyambut penggemar yang menantinya, terlebih bila mereka adalah sosok-sosok yang seperti atlet bulu tangkis belia.
"Saya pernah seperti mereka. Menonton pertandingan dan akhirnya bisa main di Istora. Bisa jadi suatu saat nanti giliran mereka yang tampil di Istora," ujar Alwi Farhan.Kisah Alwi Farhan juga dijalani oleh Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin yang berlaga di nomor ganda putra. Bila tahun-tahun sebelumnya, Raymond dan Joaquin bisa berjalan-jalan dengan tenang di sekitaran Istora, hal tersebut tidak bisa lagi mereka lakukan sepenuhnya di tahun 2026.Raymond dan Joaquin juga jadi pemain yang menonjol dan mengalami lonjakan popularitas di Indonesia Masters 2026. Salah satu indikasinya adalah jumlah penonton yang rela antre di barikade pagar untuk punya kesempatan foto bareng atau meminta tanda tangan pada Raymond dan Joaquin.Raymond/Joaquin jadi salah satu pemain Indonesia yang melejit popularitasnya seiring gelaran Daihatsu Indonesia Masters. (/Adi Ibrahim)Saat Raymond/Joaquin memenangkan laga semifinal, mereka butuh 20 menit, atau bahkan lebih, untuk berjalan dari ruang konferensi pers ke area pemain. Semua itu karena padatnya antrean yang menanti mereka untuk berpose bersama.Di Indonesia Masters 2026, pemain-pemain muda memang unjuk gigi. Selain tiga nama di atas, ada pula Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu yang kini jadi ganda campuran nomor satu Indonesia. Selain itu ada juga pasukan ganda putri yang berisi pemain-pemain muda seperti Febi Setianingrum, Rachel Allessya Rose, Meilysa Trias Puspitasari yang semuanya berumur 21 tahun saat ini.Setelah gagal meraih emas di Olimpiade 2024, PBSI yang juga baru berganti kepengurusan, langsung berusaha untuk segera mengembalikan reputasi bulu tangkis Indonesia. Tahun 2025 jadi tahun transisi yang berat untuk PBSI.Hal itu lantaran situasi yang ada tidak mendukung kebangkitan dalam waktu cepat. Pemain-pemain utama baru saja gagal di masa saat mereka seharusnya ada di peak performance alias periode terbaik sedangkan pasukan pelapis masih punya jarak cukup jauh dari pemain-pemain utama.Di tengah prestasi muram pemain-pemain Indonesia di level utama, ada pemain-pemain muda yang mulai menggeliat di dalamnya. Raymond/Joaquin yang masih main di level turnamen internasional challenge musim lalu sudah mulai rutin tampil di turnamen utama.Moh Zaki Ubaidillah jadi salah satu pemain muda yang mencuri perhatian sejak tahun lalu. (Arsip PBSI)Alwi Farhan dan Jafar/Felisha sudah bisa memenangkan gelar Super 300 di tahun 2025. Perombakan di nomor ganda putri juga terlihat membuahkan sejumlah hasil lumayan bagus. Belum lagi sosok Moh Zaki Ubaidillah yang bisa merebut medali perak SEA Games 2025 setelah jadi runner up Kejuaraan Dunia Junior beberapa bulan sebelumnya. Tren yang mulai menanjak di semester kedua 2025 bisa berlanjut di awal 2026 lewat penampilan pemain-pemain muda di Indonesia Masters.Indonesia Masters 2026 memang jadi pertanda. Tanda bahwa api-api regenerasi sudah mulai menyala.Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
"Kalau untuk evaluasi keseluruhan ya, kita sampaikan itu adalah kita melihat progres dari pemain-pemain muda ini sudah jauh lebih terlihat ya.""Pertama dari babak yang di mana mereka bisa lalui, mereka sampai sejauh mana. Dan yang kedua adalah bagaimana performa mereka di lapangan dibandingkan dengan tahun lalu. Itu kita bisa melihat progresnya," ucap Eng Hian usai final Indonesia Masters 2026.=========Dalam dua tahun terakhir, Istora Gelora Bung Karno mengalami perubahan luar biasa. Istora yang riuh dan ramai berubah menjadi Istora yang terlihat lebih hening dan sunyi. Bangku-bangku kosong yang terlihat lebih mendominasi jadi saksi.Pilihan RedaksiArsenal Diejek Fans Sendiri usai Ditekuk MU, Arteta SantaiPeluang MU Juara Liga Inggris Terbuka usai Gebuk ArsenalReaksi John Herdman Usai Pantau Pemain Timnas di 2 Laga Super LeagueSelain sejumlah faktor seperti tiket mahal dan tampilan arena penyelenggaraan, faktor lain yang tak kalah penting adalah soal pemain-pemain yang bisa jadi magnet dan prestasi yang menjanjikan.Sejak Indonesia Open 2024, berlanjut ke Indonesia Masters 2025 dan Indonesia Open 2025, kesunyian makin terasa seiring tidak ada pemain Indonesia yang bisa berdiri di podium juara. Tahun 2025 benar-benar terasa karena luka akibat kegagalan pemain-pemain Indonesia begitu terlihat dampaknya terhadap kehadiran penonton di Istora.Hal itu yang kini coba disusun ulang tim pelatih dan pengurus PP PBSI. Selain sejumlah nama pemain senior yang masih stabil di papan atas, pemain-pemain muda kini maju ke barisan depan untuk menanggung harapan sekaligus beban.Salah satu alasan kuat suporter bisa memadati Istora adalah bila ada pemain-pemain andalan yang bisa jadi tumpuan merebut gelar juara. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana putra)Tidak mudah untuk bisa jadi tokoh utama. Namun para pemain-pemain muda ini tengah merintis jalan menuju ke sana.Mereka akan coba bisa berdiri dan jadi tokoh utama cerita di Istora yang pernah dilakukan pemain-pemain legendaris Indonesia.Ketika pemain-pemain muda Indonesia makin unjuk gigi di BWF Tour dan meraih gelar-gelar bergengsi, cinta dan dukungan kembali bersemi dari penggemar kepada para pemain. Dari titik itu pula, keinginan untuk kembali ke Istora makin menggelora.Karena meski seorang pemain sudah bisa juara di sejumlah titik di dunia, hanya Istora yang nantinya bakal menjadikan mereka benar-benar sebagai tokoh utama sebuah cerita. Sosok yang kehadirannya mendapat sambutan, dan tiap gerak-geriknya mendapat sorakan dan dukungan.Dan setiap pemain muda punya kesempatan untuk bisa jadi tokoh utama cerita di Istora, namun seperti yang Alwi Farhan katakan, butuh usaha dan perjuangan keras untuk bisa memantaskan diri dan berdiri sebagai pusat perhatian ribuan penonton di Istora.[Gambas:Video CNN]
Pemain Muda dan Cinta yang Membawa Kembali Suporter ke Istora

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260126165002-170-1321293/semua-bisa-jadi-tokoh-utama-cerita-di-istora
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.