Olahraga 27 Jan 2026 6 views

Sentuhan Kecil yang Hidupkan Gelora Bulutangkis Indonesia

Jakarta, Gairah bulutangkis Indonesia kembali menyala berkat Daihatsu Indonesia Masters 2026. Antusiasme ini terpantik bukan dari kemewahan, melainkan dari sentuhan-sentuhan kecil...

Sentuhan Kecil yang Hidupkan Gelora Bulutangkis Indonesia
Jakarta, Gairah bulutangkis Indonesia kembali menyala berkat Daihatsu Indonesia Masters 2026. Antusiasme ini terpantik bukan dari kemewahan, melainkan dari sentuhan-sentuhan kecil yang berarti.

Sebagai salah satu turnamen pembuka dalam rangkaian kejuaraan bulutangkis internasional tahun ini, Daihatsu Indonesia Masters 2026 menjadi cerminan bagi ajang-ajang berikutnya. Ibarat berbuka puasa, dahaga para penggemar perlu dipuaskan dengan hal-hal positif yang menyegarkan jiwa dan raga.

Membawa kesegaran di tengah tantangan bukanlah hal mudah. Meskipun diselenggarakan di lokasi yang sama, Istora Senayan, banyak bintang dunia memilih absen untuk menjaga kondisi prima. Selain itu, ekspektasi publik terhadap bulutangkis Indonesia juga sangat tinggi.

Hal ini menjadi pekerjaan besar yang disadari penuh oleh penyelenggara. Oleh karena itu, panitia mengusung konsep "Pesta Rakyat" untuk menarik minat sekaligus menyampaikan pesan bahwa Daihatsu Indonesia Masters 2026 adalah hajatan untuk semua warga.

Implementasi konsep ini terlihat dari penurunan harga tiket hingga dua kali lipat dari tahun sebelumnya, kini dimulai dari Rp40 ribu. Alur penonton dan pengunjung juga mengalami perubahan drastis. Mereka yang tidak memiliki tiket tidak perlu khawatir.

Pengunjung tanpa tiket kini bisa lebih leluasa bergerak. Hal ini dirasakan oleh Citra, seorang pecinta bulutangkis dari Bandung. Penonton kini dapat melihat area aula pemain atau Player's Lounge. Jika beruntung, atlet bahkan akan menghampiri penonton untuk memberikan tanda tangan dan berfoto bersama. Bagi Citra, ini adalah keuntungan besar.

"Ya, bisa dibilang inovatif. Penonton bisa lebih dekat dengan atlet. Apalagi kalau bawa anak, jadi sekalian mereka bisa lihat lebih dekat juga," kata Citra.

Musala menjadi salah satu titik pembeda dalam penyelenggaraan Indonesia Masters 2026. Sentuhan kecil juga hadir sedikit lebih jauh dari gelanggang, tepatnya di musala. Seperti biasa, panitia menempatkan tempat ibadah Muslim untuk pria di tenda terpisah dan perempuan di sisi utara Istora.

Ada sedikit perbedaan, yaitu penempatan kursi panjang bagi mereka yang hendak memakai alas kaki setelah beribadah, baik di musala laki-laki maupun perempuan. Kehadiran kursi ini baru ada setidaknya dalam tujuh edisi terakhir Daihatsu Indonesia Masters.

Mengenai hal lain, kekhawatiran penonton juga bisa berkurang dengan kehadiran tim medis di selasar Istora. Meskipun tidak ada kejadian yang signifikan, tim medis yang berjaga menunjukkan bahwa penyelenggara tidak mengabaikan berbagai kemungkinan yang menyertainya.

Belum lagi fasilitas penitipan barang di depan pintu masuk arena. Larangan membawa makanan, minuman, dan barang-barang berisiko ke tribun diimbangi dengan pelayanan yang sepadan.

"Tahun ini saya rasa [Daihatsu Indonesia Masters 2026] lebih hidup. Tinggal ditingkatkan yang bagus-bagus dan semoga atlet-atlet jagoan makin banyak yang tampil," kata Cici, penonton asal Jakarta.

Ketua Panitia Penyelenggara Daihatsu Indonesia Masters 2026, Achmad Budiharto, setelah turnamen menyatakan pihaknya ingin menyerap permintaan khalayak. Ajang ini, lanjutnya, merupakan pemanasan untuk kejuaraan berikutnya, yaitu Indonesia Open 2026.

"Dari awal salah satu tugas kami adalah mengembalikan animo dan minat pecinta bulutangkis Indonesia. Kami coba menangkap aspirasi dan keluhan dari mereka," kata Achmad.

"Termasuk soal harga tiket yang kami sesuaikan. Kemudian kemudahan penonton untuk berinteraksi dengan banyak pihak, termasuk fasilitas-fasilitasnya," ia menegaskan.

Selain menjadi magnet bagi pecinta bulutangkis, Daihatsu Indonesia Masters 2026 juga mengembalikan atlet Tanah Air naik podium tertinggi. Adalah tunggal putra Alwi Farhan yang berhasil menyabet juara setelah menang atas wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, dengan skor 21-5, 21-6.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260127125654-170-1321512/sentuhan-kecil-yang-hidupkan-gelora-bulutangkis-indonesia
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.