Olahraga 05 Feb 2026 3 views

Indonesia vs Jepang: Emosional, Brutal, dan Monumental

Judul: Indonesia vs Jepang: Emosional, Brutal, dan Monumental Jakarta, Indonesia Arena, Kamis (5/2) malam, akan membara. Laga semifinal AFC Futsal 2026 antara Timnas Futsal Indone...

Indonesia vs Jepang: Emosional, Brutal, dan Monumental
Judul: Indonesia vs Jepang: Emosional, Brutal, dan Monumental

Jakarta, Indonesia Arena, Kamis (5/2) malam, akan membara. Laga semifinal AFC Futsal 2026 antara Timnas Futsal Indonesia versus Jepang ini bakal emosional, brutal, dan monumental.Jepang datang ke Jakarta dengan dada membara. Edisi sebelumnya, 2024, Samurai Biru merana. Sang juara bertahan tewas di babak grup. Tiket ke Piala Dunia melayang. Jepang ditendang.Efeknya, pelatih Kenichiro Kogure dipecat. Kensuke Takahashi lantas naik pangkat. Pelatih Jepang U-20 dan asisten Kogure ini promosi jadi pelatih kepala tim utama.Pilihan RedaksiJadwal Siaran Langsung Indonesia vs Jepang di Semifinal AFC FutsalHead to head Indonesia vs Jepang di AFC FutsalStatistik Indonesia vs Jepang di AFC Futsal 2026: Samurai Biru Tajam"Saya merasa sangat bertanggung jawab atas kegagalan mencapai tujuan kami untuk lolos ke Piala Dunia Futsal [2024]," katanya saat diperkenalkan sebagai pelatih baru Jepang.Ada rasa bersalah, amarah, sekaligus penyesalan yang ingin ditebus Takahashi. Kasarnya, pria 43 tahun ini siap harakiri. Istilah pepatahnya, lebih baik mati berkalang tanah.Selama 2024, Takahashi menjalani lima laga. Menang semua. Tahun berikutnya 14 kali main. Hasilnya lima kali kalah. Bukan sembarang kalah. Salah duanya dilumat Brasil. Tim nomor satu dunia.Dan, lihatlah, di AFC Futsal 2026, Jepang digdaya. Dari empat laga mencetak 17 gol. Hanya tiga kali kebobolan. Jepang kembali ke habitatnya. Kandidat juara Piala Asia Futsal.Namun, isi hati Indonesia juga menyala-nyala. Futsal negeri 300 juta jiwa ini mulai melolong. Bak canis lupus familiaris (anjing domestik), Indonesia menjelma jadi canis lupus signatus (serigala iberia).Hector Souto salah satu tokoh kuncinya. Ia reinkarnasi di Indonesia. Dari pelatih kacangan, jadi arsitek kaliber. Di Indonesia ia sukses bersama Bintang Timur Surabaya.Souto mulai melatih Indonesia pada Agustus 2024, dua bulan setelah Takahashi membidani Jepang. Seperti pelatih serigala, Souto galak, tetapi ada juga lembut-lembutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juara Piala AFF 2024 langsung ia persembahkan. Gelar ini paripurna, tidak seperti 2010. Ketika itu ada kesan 'tidak sah' karena Thailand si raja ASEAN absen. Di 2024, Thailand ada. Tuan rumah."[Gelar juara Piala AFF 2024 ini] Pasti akan memberikan dampak besar untuk perkembangan futsal di masa yang akan datang," kata Souto usai meraih gelar juara pada 10 November 2024.Benar saja. Setelahnya emas SEA Games 2025 diraih untuk pertama kalinya. Lagi-lagi di Thailand. Dan, kini api di dada pemain Indonesia makin menyala. Membara. Menjilat angkasa.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Sejarah mencatat, Indonesia tak pernah menang atas Jepang di AFC Futsal. Tiga kali jumpa, tiga kali tumbang. Namun, pada Januari 2024, Jepang dilumat 1-0 di laga uji coba.Memang, Jepang sudah bertransformasi. Januari 2024 dan Januari 2026 tak sama. Bak pedang katana dan wakizashi, mentalitas dan kematangan Jepang makin tajam dan klinis.Performa Jepang di AFC Futsal 2026 juga impresif. Serangan Tomoki Yoshikawa dan kawan-kawan bisa impulsif. Tiba-tiba; spontan; mematikan. Yang tak kalah mengagumkan, mereka juga spartan.Pilihan RedaksiJelang Lawan Iran, Pelatih Irak Bawa-bawa Indonesia di AFC Futsal 2026Hasil Coppa Italia: Inter Hantam Torino, Amankan Tiket SemifinalHasil Carabao Cup: Gulung Newcastle, Man City ke Final Jumpa ArsenalSkuad Jepang ada dua jebolan Piala Asia 2022 dan 2024: Yoshikawa dan Kentaro Ishida. Lantas empat nama jebolan 2024: Kaito Yamada, Shoto Yamanaka, Ryota Kai, Yusei AraiKemudian ada dua jebolan 2022 yang absen di 2024, tetapi dipanggil lagi di 2026: Kokoro Harada dan Kazuya Shimizu. Ini menggambarkan kedalaman dan kematangan Samurai Blue.Namun, sejarah juga mencatat, Jepang pernah lari tunggang langgang dari bumi nusantara pada 1945. Dengan apapun framing-nya, Jepang hengkang saat sedang asik-asiknya. Mereka dihancurkan.Kehancuran itu sedikit tercermin pada 2024. Saat tampil dalam Exhibition 4 Nations World Series. Modal sejarahnya. Tak pantas lagi istilah imperior. Tak pernah pantas.Karenanya laga ini akan emosional bagi Hector Souto, Kensuke Takahashi dan segenap pemain. Ada rasa-rasa ingin balas dendam. Saling membalas dari kisah kalah pada 2022 dan 2024.Suporter bersorak mendukung Timnas Futsal Indonesia di ajang AFC Futsal 2026. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz)Sebagai tuan rumah, Indonesia punya kekuatan tambahan: suporter. Indonesia Arena niscaya membludak. Sorak sorai akan membahana. Mungkin tak membuat ciut nyali, tapi mengganggu konsentrasi.Mochammad Iqbal dan kawan-kawan, kalau disaksikan dengan saksama, bermain layaknya keris, rencong, badik, atau parang yang keras menebas, tipis mengiris, juga tajam menghujam.Karenanya tak berlebihan kalau laga ini menjanjikan brutalitas. Bukan brutal dalam artian anarkisme, tetapi pertarungan keras ideologi, strategi, dan juga ambisi. Brutal yang kekal.Dan, bagi Indonesia ini laga monumental. Inilah kali pertama skuad Garuda tampil di babak semifinal Piala Asia Futsal. Dari sini mungkin saja sejarah monumental lainnya tercipta.Tak ada mustahilitas di futsal. Bahkan, 10 detik saja bisa mengubah keadaan. Selama belum ada peluit panjang, kans Indonesia mencipta sejarah monumental sangat potensial tercipta di AFC Futsal 2026.[Gambas:Video CNN]
Sejarah Jepang di Indonesia untuk Dihancurkan

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260204232423-142-1324714/indonesia-vs-jepang-emosional-brutal-dan-monumental
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.