Olahraga 09 Feb 2026 3 views

Menghabiskan Kuota Kesalahan di BATC 2026

Judul: Menghabiskan Kuota Kesalahan di BATC 2026 Jakarta, Dalam tiap kegagalan, salah satu hal yang sering diapungkan adalah pembelajaran dari kesalahan. Hal itu yang diharapkan b...

Menghabiskan Kuota Kesalahan di BATC 2026
Judul: Menghabiskan Kuota Kesalahan di BATC 2026

Jakarta, Dalam tiap kegagalan, salah satu hal yang sering diapungkan adalah pembelajaran dari kesalahan. Hal itu yang diharapkan bisa diambil oleh Indonesia dari Badminton Asia Team Championship (BATC) 2026 guna persiapan menuju Thomas-Uber Cup pada April mendatang.Walau BATC adalah kejuaraan Asia, tujuan banyak negara di turnamen ini terbilang jelas. Memberikan kesempatan untuk para pemain muda. Memang tidak 100 persen pemain muda namun banyak yang tidak mengirimkan pemain utama mereka.Dalam keikutsertaan kali ini, Indonesia juga tidak menurunkan seluruh kekuatan terbaiknya. Indonesia tidak diperkuat oleh dua pemain terbaik di nomor tunggal dan ganda yaitu Jonatan Christie, Alwi Farhan, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dan Sabar Karyaman/M. Reza Pahlevi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan RedaksiKena Petasan Lawan Inter, Emil Audero Bisa Main Lawan AtalantaKok Bisa, Timnas Indonesia U-17 Kalah 0-7 dari China?Reaksi PSSI Timnas Indonesia U-17 Kalah 0-7 dari ChinaAlhasil BATC 2026, seperti tahun-tahun sebelumnya, jadi panggung pemain muda dan pemain yang selama ini bisa dibilang ada di layer kedua bila menimbang ranking dan performa terkini.BATC 2026 jelas juga jadi arena 'seleksi' untuk melihat nama-nama pemain yang layak masuk skuad mendampingi para pemain yang diyakini sudah mendapat garansi masuk ke dalam tim inti.
Bak sebuah panggung pertunjukan, ada yang menampilkan seluruh kemampuan yang ia miliki seperti yang ia tunjukkan saat latihan. Ada pula yang demam panggung dan tidak berdaya di lapangan.
Untuk kelompok pertama, Moh Zaki Ubaidillah jelas jadi yang terdepan. Ubed yang baru mentas ke level senior secara reguler langsung diplot jadi tunggal pertama karena ia memiliki peringkat yang lebih baik dibanding lainnya.Ubed menunjukkan performa impresif di BATC. Ubed memang sempat menelan kekalahan ketika Indonesia jumpa Malaysia. Namun Ubed bisa meraih kemenangan dalam laga krusial lawan Thailand dan Jepang.Ubed bisa menunjukkan kematangan jauh melebihi usianya yang baru 18 tahun. Ia bahkan bisa menanggung beban sebagai unggulan pertama yang bertindak jadi pembuka jalan Indonesia.Sedangkan di kelompok demam panggung, nama Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana jelas jadi sorotan utama. Harapan Leo/Bagas bisa mendapat titik tolak untuk bangkit usai juara di Thailand Masters ternyata menguap begitu saja.Leo/Bagas tampil mengecewakan di BATC 2026. (Arsip PBSI)Leo/Bagas tidak bisa menjawab harapan yang ada di tangan mereka. Alih-alih jadi ajang pembuktian diri, BATC 2026 justru makin menjauhkan Leo/Bagas dari peluang keikutsertaan mereka di Piala Thomas bulan April nanti.Prahdiska Bagas Shujiwo menunjukkan semangat juang yang tinggi tetapi permainannya jelas terlihat menurun saat melawan Yushi Tanaka ketika Indonesia menghadapi Jepang.Raymond Indra/Nikolaus Joaquin juga tidak bisa menguji diri dalam level terbaik di BATC 2026. Kelelahan main dalam tiga pekan beruntun, dua turnamen sebelumnya selalu mencapai babak final, membuat Raymond/Joaquin seolah hanya tinggal mengandalkan sisa-sisa tenaga saat bermain di China.Richie Duta Richardo menghadirkan penampilan bagus saat jadi penentu kemenangan lawan Thailand. Sedangkan Anthony Ginting hanya satu kali unjuk gigi dan mengakhirinya dengan kemenangan.Saat kalah dari Jepang, satu hal yang jadi sorotan adalah pemilihan pemain oleh pelatih. Pelatih tidak mempertimbangkan turunnya duet Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat di saat Leo/Bagas dan Raymond/Joaquin baru saja kalah di babak sebelumnya.Rian/Rahmat tidak menjamin hadirnya kemenangan. Namun, mereka adalah jaminan tenaga yang lebih bugar karena sudah sempat mendapat jeda istirahat di dua pertandingan sebelumnya.Pertaruhan memasang Leo dengan Rian kemudian tidak berbuah manis. Leo yang masih terpukul dengan dua kekalahan sebelumnya tidak bisa berbuat banyak meski dipasangkan dengan Rian. Moh Zaki Ubaidillah tampil apik di BATC 2026. (Arsip PBSI)Hal tersebut jelas harus jadi catatan penting untuk Thomas Cup 2026 bila Indonesia masih ingin membidik gelar juara.Dari gambaran yang ada saat ini, Raymond/Joaquin juga masih terkendala untuk mengatasi beban saat tampil di partai penting. Dengan kehadiran Fajar/Fikri, Raymond/Joaquin nantinya akan selalu diberi beban yang sama saat turun bermain di partai keempat. Entah itu sebagai penentu kemenangan atau malah jadi penentu kekalahan.Kondisi itu juga membuat Sabar Karyaman/Moh. Reza Pahlevi layak untuk dipilih masuk dalam skuad. Sabar/Reza juga sudah membuktikan kemampuan mereka dengan berperan penting dalam keberhasilan Indonesia merebut emas SEA Games 2025.Sedangkan di nomor tunggal, trio Jonatan Christie-Alwi Farhan-Moh Zaki Ubaidillah akan sangat kokoh untuk jadi andalan. Tunggal keempat masih dalam pertimbangan.Anthony Ginting layak dipilih berdasarkan pertimbangan pengalaman sekaligus menyeimbangkan komposisi tim agar pemain berpengalaman mengimbangi pemain muda yang ada. Namun Prahdiska Bagas Shujiwo dan Richie Duta Ricardo juga cukup menggoda untuk diajak berjuang merebut Thomas Cup.Dengan materi yang dimiliki oleh Indonesia, juga merujuk materi tim negara lainnya, Indonesia masih punya peluang bagus untuk jadi juara.Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Tim Uber Indonesia berhasil mencapai babak semifinal. Hal ini sudah merupakan catatan bagus mengingat mereka membawa rombongan pemain muda di nomor tunggal. Tidak ada Putri Kusuma Wardani yang saat ini jadi tunggal putri nomor satu Indonesia dan juga Gregoria Mariska Tunjung yang sedang fokus pada pemulihan.Dari skuad yang ada, Tim Uber Indonesia tidak akan banyak berubah pada Uber Cup mendatang. Putri Kusuma Wardani akan hadir sebagai tunggal putri pertama Indonesia yang bertugas membuka jalan untuk Indonesia.Bila bertemu dengan negara-negara unggulan, di atas kertas Putri KW mash kalah, terlebih bila merujuk pertemuan-pertemuan terkini. Namun Putri KW bakal punya modal besar berupa tanggung jawab sebagai pembuka jalan. Hal itulah yang diharapkan bisa terjadi di lapangan.Pilihan RedaksiTinggalkan Liverpool, MU Kini Mulai Bidik Tiga Besar Liga InggrisVan Dijk Beda Pendapat dengan Slot Usai Liverpool Dihajar Man CityAlasan Wasit Anulir Gol Cherki dan Beri Kartu Merah untuk SzoboszlaiSedangkan tunggal putri lainnya bakal diisi barisan muda. Ni Kadek Dhinda jadi salah satu pemain muda yang cukup menonojol. Thalita Wiryawan tidak bisa menunjukkan kemampuan maksimal karena ia selalu ditempatkan sebagai tunggal pertama dan menghadapi lawan-lawan yang lebih ternama.Ester Nurumi Tri Wardoyo cukup menjanjikan saat tampil sebagai tunggal ketiga. Bila ada situasi yang menyebabkan Indonesia harus bertarung hingga partai kelima, Ester punya modal berupa pengalaman beregu di beberapa edisi sebelumnya.Kembalinya Ester dari cedera menambah kekuatan Indonesia di nomor tunggal. (Arsip PBSI)Kunci seberapa besar kejutan yang bisa dihadirkan Indonesia di Uber Cup mendatang sejatinya ada di nomor ganda. Indonesia punya empat ganda saat ini yang masuk layer utama yaitu Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva, dan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari.Untuk BATC kemarin, Apri/Lanny tidak masuk dalam skuad. Namun tak menutup kemungkinan bisa saja ada pergantian skuad berdasarkan seleksi atau performa terkini.Dengan materi tim yang banyak berisi pemain muda di nomor tunggal, nomor ganda otomatis membawa beban besar untuk meraih kemenangan. Salah satu hal yang bisa jadi sisi positif Indonesia adalah ganda putri Indonesia semuanya telah mengalami bongkar pasang. Artinya, Tim Pelatih bisa punya banyak alternatif untuk diturunkan, terlebih bila ingin mencoba mengejutkan lawan.Ganda putri diharapkan bisa jadi kekuatan utama Indonesia di Uber Cup mendatang. (Arsip PBSI)Dari segi peluang, Tim Uber Indonesia secara realistis bisa berharap membuat kejutan dengan lolos ke semifinal.Masih ada dua bulan jelang pelaksanaan Piala Thomas dan Uber. Harapan yang jelas ada setelah melihat BATC kemarin adalah, bahwa Indonesia telah menghabiskan seluruh kuota kesalahan yang dimiliki, untuk kemudian bisa jadi tim yang jauh lebih baik di Thomas & Uber Cup demi bisa meraih podium tertinggi.[Gambas:Video CNN]
Tim Uber Indonesia Berharap Kejutan

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260209173256-170-1326319/menghabiskan-kuota-kesalahan-di-batc-2026
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.