Olahraga 11 Feb 2026 2 views

Liverpool Kian Merana, Bangkit atau Bye-bye Panggung Eropa

Judul: Liverpool Kian Merana, Bangkit atau Bye-bye Panggung Eropa Jakarta, Liverpool semakin terseok-seok di Premier League usai kena comeback Manchester City 1-2 di Anfield, Seni...

Liverpool Kian Merana, Bangkit atau Bye-bye Panggung Eropa
Judul: Liverpool Kian Merana, Bangkit atau Bye-bye Panggung Eropa

Jakarta, Liverpool semakin terseok-seok di Premier League usai kena comeback Manchester City 1-2 di Anfield, Senin (9/2) dini hari WIB. Kekalahan itu membuat The Reds terpental sementara dari persaingan panggung Eropa.Kini tim asuhan Arne Slot bertengger di peringkat keenam dengan 39 angka dengan 11 kemenangan, enam imbang, dan delapan kali kalah. Tak ada tambahan poin di akhir pekan membuat Hugo Ekitike dan kawan-kawan menjauh dari garis terakhir zona kompetisi regional.Liga Inggris mendapat jatah tujuh tiket untuk melaju ke tiga kasta kompetisi Eropa seperti Champions League, Europa League, dan Conference League. Empat tim teratas klasemen Premier League berhak ke Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan RedaksiSwiatek Puji Janice Tjen: Mirip Eks Petenis Nomor 1 DuniaKlasemen Liga Inggris: MU Mendekat ke Tiga BesarPrediksi Susunan Pemain Persib di Leg 1 Lawan Ratchaburi: Kurzawa MainLalu tim peringkat kelima dan pemenang FA Cup mendapat jatah tempat di Europa League. Sedangkan tiket playoff Conference League jadi milik pemenang EFL Cup 2025/2026 antara Arsenal atau Man City.
Namun dengan situasi Arsenal dan Man City yang punya peluang besar lolos ke Liga Champions musim depan, bisa saja jatah tiket playoff Conference League jadi milik tim lain. Ini terjadi di musim Conference League 2025/2026 saat hak tiket diberi untuk Nottingham Forest yang finis di peringkat ketujuh musim lalu.Tapi dengan status tim paling banyak gelar di Inggris, mau dibawa ke mana wajah mereka jika tak mejeng di kasta tertinggi Eropa? Atau bahkan, apabila sama sekali tidak berlaga di level benua?
Terakhir kali The Reds absen di pentas Eropa adalah 10 musim lalu. Saat itu Jurgen Klopp memimpin Liverpool pada musim perdana. Finis di peringkat kedelapan Premier League dan gagal juara meski tembus final Liga Europa 2015/2016 jadi penyebabnya.Alhasil di musim 2016/2017 Liverpool hanya fokus berlaga di panggung domestik. Meski pada akhirnya, momen ini jadi titik balik karena The Reds kembali berlaga di Liga Champions 2017/2018 bahkan finis sebagai runner-up dan puncaknya jadi juara di Liga Champions 2018/2019.Selama absen di pentas Eropa di musim 2016/2017, Klopp berupaya menyusun ulang komposisi tim limpahan Brendan Rodgers. Kedatangan Joel Matip, Loris Karius, Georginio Wijnaldum, dan Sadio Mane sekaligus melengkapi kepingan yang hilang.Loris Karius memegang peran penting, terlepas dari blunder fatal di final Liga Champions 2017/2018. Lalu Sadio Mane adalah striker paling vital yang dimiliki The Reds pada masanya.Kembali ke musim ini, menyusun ulang kekuatan yang kian hilang bisa dilakukan Arne Slot sebelum terlambat. Dengan musim kompetisi yang masih menyisakan 13 pekan, ruang untuk berubah masih bisa dilakukan.Sosok Arne Slot begitu menjanjikan di awal kedatangannya. Namun di musim keduanya, kepercayaan publik perlahan memudar dengan rentetan hasil yang tak mengesankan.Awal paruh kedua musim 2025/2026 seakan jadi barisan cerita mengecewakan bagi penggemar. Hanya satu kemenangan yang diraih Liverpool dari tujuh laga Premier League terakhir.Meski sempat menang 4-1 atas Newcastle pada 1 Februari, kalah 1-2 dari Man City 'bak bisul pecah'. Tumbang dari rival kuat membuat Si Merah gagal memanfaatkan momentum untuk kembali ke jalur hijau.Pilihan RedaksiSouto Masih Rasakan Sakit Usai Indonesia Nyaris Juara AFC Futsal 2026Hasil Liga Inggris: MU Seri Dramatis Lawan West HamKemenangan Babak Kedua Masih Jadi Misteri Buat Janice TjenArne Slot jadi sasaran amarah. Komentar pedas mengarah ke juru taktik asal Belanda itu dalam manajemen pemain. Terlebih Liverpool begitu pasif di bursa transfer musim dingin padahal jor-joran di tengah tahun.Liverpool merekrut enam pemain baru dengan skema transfer. Angkanya fantastis, mencapai 482 juta Euro atau Rp9 triliun. Namun secara individu, banyak pemain anyar yang belum paten betul.Utamanya Jeremie Frimpong, Alexander Isak, dan Giovanni Leoni. Datang dengan harga mahal, Liverpool harus berurusan dengan cedera parah nama-nama tersebut.Padahal posisi yang ditinggalkan begitu vital. Beruntung di lini depan, absennya Alexander Isak dijawab kegemilangan Hugo Ekitike yang langsung nyetel dengan 33 penampilan dan 16 gol.Tapi di lini pertahanan Liverpool kepayahan betul. Dua bek kanan, Jeremie Frimpong dan Conor Bradley sama-sama cedera. Ini membuat Dominik Szoboszlai yang notabene gelandang terpaksa mengisi kekosongan.Dengan kartu merah yang diterima Szoboszlai. Siapa yang harus dipaksa lagi jadi bek kanan lawan Sunderland pada tengah pekan ini? Nama yang memungkinkan mengarah ke sosok Wataru Endo atau pemain muda Calvin Ramsay.Dengan kehilangan bek kanan utama plus alternatifnya, ada kans pula masalah lain bisa muncul di kemudian hari. Arne Slot harus putar otak dengan stok pemain yang ada.Dengan hanya berkompetisi di Premier League dan FA Cup saat ini, mestinya Liverpool bisa lebih fokus dalam menentukan prioritas. Jika ingin mengincar Liga Champions, maka konsistensi berada di empat besar jadi kunci.Bisakah mereka melakukannya?[Gambas:Video CNN]
Penyakit Liverpool bak 'Bisul Pecah'

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260210234601-142-1326832/liverpool-kian-merana-bangkit-atau-bye-bye-panggung-eropa
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.