Man City vs Real Madrid: Saat The Citizens Usung Misi Remontada
Judul: Man City vs Real Madrid: Saat The Citizens Usung Misi Remontada Jakarta, Manchester City mau tak mau harus mengusung misi remontada atau bangkit membalikkan keadaan agar ta...
Jakarta, Manchester City mau tak mau harus mengusung misi remontada atau bangkit membalikkan keadaan agar tak ditendang Real Madrid dari Liga Champions 2025/2026. Namun ketinggalan tiga gol sama sekali bukan perkara mudah.Leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 menyajikan laga akbar antara Man City vs Real Madrid di Stadion Etihad, Rabu (18/3) dini hari WIB. Kalah 0-3 di leg pertama, otomatis The Citizens harus menang minimal selisih empat gol agar bisa lolos langsung.Bukan kemustahilan untuk menuntaskan balas dendam meski sempat kalah jauh. Sejarah Liga Champions mencatat demikian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan RedaksiLiverpool Diminta Bangkit jika Tak Ingin Main di Conference LeagueJordi Amat Siap Main di Mana Saja demi Timnas IndonesiaKlasemen Liga Italia: Audero dkk Terbenam di Zona DegradasiSetidaknya ada lima catatan remontada epik di Liga Champions, yakni Deportivo La Coruna vs AC Milan (2004), Liverpool vs AC Milan (2005), AS Roma vs Barcelona (2018), Liverpool vs Barcelona (2019), dan Real Madrid vs Man City (2022).Dari catatan itu, ternyata momen balas dendam pernah ditunaikan Real Madrid pada semifinal Liga Champions 2021/2022. Sempat kalah 3-4 di leg pertama, El Real menang 3-1 pada leg kedua dan unggul agregat 6-5.
Bak roda kehidupan, nasib kini berputar karena Man City yang mendapat giliran balas dendam. Tak ada jalan selain habis-habisan di partai penentuan demi satu tiket ke babak perempat final.Dari komposisi pemain, sebenarnya Man City lebih unggul. Sebab, jumlah pemain yang cedera jauh lebih sedikit daripada Real Madrid. Hanya Josko Gvardiol dan Rico Lewis yang masih perlu absen setelah Mateo Kovacic pulih dari cedera dan sudah merumput lawan West Ham pekan lalu.
Sementara badai cedera tengah melanda skuad Los Blancos. Ada delapan pemain yang perlu menepi dan semuanya merupakan pemain inti.Eder Militao, Rodrygo, Jude Bellingham, Dani Ceballos, David Alaba, dan Kylian Mbappe sulit untuk pulih dalam waktu singkat. Belum lagi ditambah Alvaro Carreras dan Ferland Mendy yang baru cedera pekan lalu dan menambah panjang daftar pasien.Namun anomali terjadi di tengah badai yang terjadi. Real Madrid justru tetap menggila. Dua laga terakhir di semua kompetisi tuntas disapu dengan kemenangan minimal tiga gol.Man City adalah salah satu korban dari keganasan itu. Hattrick Federico Valverde di leg pertama jadi penegas El Real punya banyak akal.Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Sudah satu dekade Man City dipimpin oleh orang yang sama. Plus sudah berjumpa Real Madrid di Liga Champions dalam lima musim beruntun, logis jika taktik Pep Guardiola kian terbaca.Dalam catatan Fotmob di leg pertama, hanya dua pemain Man City yang diberi nilai 7. Sisanya berada di angka 5 atau 6 termasuk Erling Haaland yang mati kutu di lini depan.Sedangkan kubu Real Madrid diberi nilai yang tinggi untuk nyaris seluruh pemainnya. Hanya Thiago Pitarch, starter yang diberi nilai 6.Pilihan RedaksiDaftar 10 Wakil Indonesia yang Tampil di Orleans MastersJadwal Wakil Indonesia di Babak Pertama Orleans Masters SelasaAlasan Thalita Ramadhani Mundur dari Orleans Masters 2026Hattrick Federico Valverde bukan pekerjaan seorang diri. Ada kombinasi kolektivitas dan kejeniusan individu dalam menyelesaikan peluang emas.Benang merah dari setiap gol yang dilesakkan sang kapten adalah keputusan matang dalam mencari ruang. Gerak-gerik Valverde memancing Thibaut Courtois, Vinicius Junior, dan Brahim Diaz untuk memberi umpan kunci.Dan dari tiga gol itu pula, terlihat jelas pola bertahan Man City tidak siap mencegah pergerakan tanpa bola dari lawan. Duet Ruben Dias dan Marc Guehi terlalu fokus ke arah bola bergulir sehingga bek kiri Nico O'Reilly pontang-panting meninggalkan posnya untuk berusaha membendung yang berujung kegagalan.Pep Guardiola harus bisa meracik strategi baru untuk meredam Real Madrid. (REUTERS/Violeta Santos Moura)Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa juga cakap mengatasi gaya dominan Man City. Saat The Citizens menguasai bola, Brahim Diaz dan kawan-kawan cenderung mengamankan zona alih-alih menerapkan high pressing.Tak ada harapan bagi City jika masalah serupa kembali terulang. Guardiola perlu memberi komando kepada anak buahnya untuk bermain lebih cerdik terutama dalam memindai arah gerak lawan.Opsi yang bisa dilakukan adalah mendepak Savinho yang tampil minor di leg pertama. Tempatnya di sayap kanan bisa ditugaskan untuk Antoine Semenyo.Nico O'Rilley yang berposisi asli sebagai bek kiri bisa pula ditempatkan di lini tengah untuk mendampingi Rodri. Sebab sektor ini jadi bulan-bulanan di leg pertama karena Savinho yang kerap hilang dari posnya.Kemudian di posisi bek kiri dapat ditempati oleh Rayan Ait Nouri. Intinya, Guardiola butuh inovasi untuk menghubungkan untaian yang tanggal pada laga sebelumnya.Jika tak ada perkembangan dari segi permainan, City harus menerima kenyataan remontada yang gagal dan melepas tiket perempat final ke Real Madrid.[Gambas:Video CNN]
Add
as a preferred source on Google
Guardiola yang Sudah Terbaca, Makin Sulit ke Fase Berikutnya
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260317074448-142-1338848/man-city-vs-real-madrid-saat-the-citizens-usung-misi-remontada
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
08 Apr 2026
Kenapa Bellingham Tak Jadi Starter Saat Madrid Takluk dari Bayern?
08 Apr 2026
Sudah 40 Tahun, Neuer Menggila Bikin 9 Saves saat Bayern Hajar Madrid
08 Apr 2026
Hasil Liga Champions: Arsenal Menang Dramatis atas Sporting Lisbon
08 Apr 2026
Hasil Liga Champions: Mbappe Cetak Gol, Madrid Ditekuk Bayern Munchen
08 Apr 2026
Jadwal Indonesia vs Australia di Piala AFF Futsal 2026: Duel Penentuan
08 Apr 2026
7 Fakta Menarik Jelang Duel PSG vs Liverpool di Liga Champions