Ole Romeny: Persimpangan Fantasista dan Masalah Striker Indonesia
Judul: Ole Romeny: Persimpangan Fantasista dan Masalah Striker Indonesia Jakarta, Sosok Ole Romeny di Timnas Indonesia bertemu jalan simpang. Tanggung jawabnya kini melintang, tak...
Jakarta, Sosok Ole Romeny di Timnas Indonesia bertemu jalan simpang. Tanggung jawabnya kini melintang, tak hanya sebatas penyerang.Fantasista, istilah beken dalam sepak bola yang berarti pusat perhatian dalam sebuah laga. Biasanya, pemegang peran ini berorientasi pada proses serangan sebagai penjemput bola hingga pemantik peluang emas.Dalam sepak bola modern, tanggung jawab fantasista meluas. Ia tak hanya berkutat di sepertiga zona lawan, melainkan menjelajah hingga ke wilayah sendir. Tujuannya sama-sama demi menimbulkan daya rusak yang signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan RedaksiDaftar 23 Tim Negara Lolos ke Piala Asia 2027Daftar 46 Tim Negara Lolos ke Piala Dunia 2026Nasib Tragis Italia Gagal ke Piala Dunia 3 Kali BeruntunTugas ini diberikan kepada Ole Romeny oleh pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, di FIFA Series 2026 utamanya pada laga pertama kontra Saint Kitts and Nevis. Dua assist dan satu gol dari Ole membuktikan pilihan tepat sang juru taktik.Di laga yang berbuah kemenangan 4-0 itu, maksimalnya performa Ole tak lepas dari kehadiran Beckham Putra yang dinamis sebagai penyerang sayap kiri merangkap gelandang serang. Keduanya saling mengisi, sama-sama melengkapi.
Kebetulan kubu St Kitts and Nevis tertinggal dalam aspek teknis dan fisik. Ini membuat Timnas Indonesia mampu mendikte permainan lawan tim asal Karibia tersebut.Ini terlihat dari dua gol awal Timnas Indonesia. Brace yang dicetak Beckham Putra tak lepas dari kegemilangan Ole dalam urusan visibilitas dan akurasi umpan.Dominasi ditunjukkan Jay Idzes dan rekan-rekan dengan total 15 kali tembakan yang 10 di antaranya mengarah ke sasaran. Debut John Herdman membuahkan kemenangan meyakinkan dan catatan menjanjikan.Di laga kedua, John Herdman mencoba alternatif dalam menyusun pemain. Ole Romeny masih memegang tugas yang sama, namun yang berubah adalah posisi yang semula diisi Beckham Putra ditempati Ragnar Oratmangoen.Di sinilah terasa perbedaannya. Indonesia tetap dominan dalam urusan penguasaan bola hingga 70 persen, namun jumlah sepakan hanya tiga kali.Gerak-gerik Ole Romeny tak leluasa. Begitu juga Ragnar yang kesulitan mencari ruang. Bulgaria sadar Indonesia perlu dibendung dengan garis pertahanan yang rapat.Efek domino terjadi ketika Ramadhan Sananta tak berdaya sebagai umpan maupun juru gedor. Keadaan ini sekaligus mempertegas Timnas Indonesia ketergantungan dengan sosok semacam Ole Romeny.Persoalan variasi serangan ikut diakui John Herdman selepas laga. Mencetak gol dari bola mati dan peningkatan ketajaman dalam menyerang jadi perhatian juru taktik asal Inggris itu.Pertanyaannya, haruskah bertumpu hanya pada Ole Romeny?Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>
John Herdman menyatakan bakal melakukan evaluasi dalam urusan lini depan. Ia membuka ruang untuk mengasah pemain yang sudah ada atau menggali potensi baru.Dalam agenda FIFA Series 2026, ada tiga striker murni yang dipanggil. Mereka adalah Ramadhan Sananta, Mauro Zijlstra, dan menyusul Jens Raven.Ole Romeny sebenarnya berasal dari striker murni. Namun di level klub, pemain 25 tahun itu kini lebih sering dipasang sebagai penyerang sayap kiri.Pilihan RedaksiHasil Kualifikasi Piala Asia: Vietnam Hancurkan MalaysiaHasil Kualifikasi Piala Asia: Filipina Gagal Lolos Secara TragisDaftar 4 Tim Negara ASEAN yang Lolos ke Piala Asia 2027Dengan adanya sosok nomor 9 pada pemain lain, wajar bagi Herdman menempatkan Ole Romeny di titik lain sebagai free role. Keputusan ini jelas mencerminkan sang pelatih ingin permainan Timnas Indonesia lebih dinamis.Tapi dinamisasi itu belum dibarengi oleh kehadiran penyerang ganas dengan kualitas penyelesaian brilian. Ini PR bagi Herdman dalam menemukan orang yang tepat.Sosok nomor 9 di Timnas Indonesia bak kepingan puzzle yang belum lengkap. Pemain yang sudah ada saat ini sedianya masih hijau. Namun dengan usia yang muda, ruang untuk belajar masih sangat terbuka.Di satu sisi, apakah Timnas Indonesia di era John Herdman benar-benar butuh penyerang murni? Ataukah skuad Garuda perlu mengadaptasi sistem False 9 yang populer dalam 15 tahun terakhir?Pertanyaan ini hanya John Herdman yang pantas menjawab. Tentunya pelatih paham kondisi skuad dan masing-masing individu.Kebetulan Herdman bukan tipe pelatih yang saklek dalam satu pola. Pola pikirnya terlihat modern saat melihat peran setiap pemain bisa berbeda-beda tergantung kondisinya.Menyuruh Kevin Diks maju jauh hingga ke kotak penalti jadi contohnya. Atau juga Elkan Baggott yang berlari-lari di zona pertahanan lawan sambil menggiring bola. Calvin Verdonk bahkan mengemban tugas sebagai inverted fullback lantaran diminta jadi gelandang bertahan.Dengan gambaran ini, agaknya persoalan efektivitas serangan Timnas Indonesia tak melulu tentang mencari orang baru. Namun dengan kolam talenta yang Indonesia punya, skuad Garuda perlu menggali potensi terbaik dari pemain yang bisa begini, bisa begitu. Serbabisa adalah kunci.[Gambas:Video CNN]
Add
as a preferred source on Google
Indonesia Masih Butuh Striker Lagi?
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260401081223-142-1343176/ole-romeny-persimpangan-fantasista-dan-masalah-striker-indonesia
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Link Live Streaming Indonesia vs Brunei di Piala AFF Futsal 2026
06 Apr 2026
Jadwal Lengkap Final Four Proliga 2026 Seri Solo: Ada Mega vs Phonska
06 Apr 2026
Head to Head Indonesia vs Brunei di Piala AFF Futsal: Garuda Superior
06 Apr 2026
Viral Megawati Jumpa Kapten Red Sparks Yeom Hye Seon
06 Apr 2026
Timnas Indonesia di Piala AFF Futsal 2026: Muka Baru tapi Lama
06 Apr 2026
Eks Klub Megawati Promosi ke Divisi Elite Liga Turki