Freiburg vs Aston Villa: Asa The Villans Lepas Dahaga 44 Tahun
Jakarta, Debutan final pentas Eropa, SC Freiburg, akan menantang 'tim lawas', Aston Villa pada final Liga Europa 2025/2026 di Stadion Besiktas Park, Kamis (21/5) dini hari WIB. Sia...
Kata-kata Guardiola usai Arsenal Juara Liga InggrisMedia Italia Sebut Veda Ega yang Terbaik di Moto3 CatalunyaMengapa Arteta Tak Ikut Selebrasi Juara Bareng Pemain Arsenal?Selepas itu Aston Villa biasa jadi peramai di kompetisi Eropa bahkan lebih sering tampil di kasta kedua bertajuk UEFA Cup atau Europa League. Bahkan tim berbasis di Birmingham itu juga sempat absen 13 tahun di level antarklub Eropa sejak 2010 sebelum tampil di Conference League 2023/2024.
Peningkatan performa di Premier League sekaligus mengerek Aston Villa dalam lingkup kontinental. Musim lalu mereka lolos Liga Champions bahkan menembus perempat final. Kini, peluang Aston Villa meraih trofi Eropa pertama sejak empat dekade sudah di depan mata.Ekspektasi otomatis mengarah ke tim asuhan Unai Emery. Terlebih juru taktik asal Spanyol itu dijuluki 'Mr. Europa League' karena dari lima final Liga Europa, empat di antaranya berbuah trofi juara.Emery mempersembahkan tiga gelar Europa League ke lemari Sevilla dan satu untuk Villareal. Satu-satunya final gagal adalah kala mengomandoi Arsenal pada final Liga Europa 2018/2019.Artinya, Aston Villa bakal jadi tim Inggris pertama pegangan Emery ke podium juara Liga Europa. Sejarah The Villans di panggung Eropa plus rekam jejak Emery jadi faktor timnya bakal jadi favorit.Namun tentu Freiburg tak ingin jadi pajangan final belaka. Mencapai laga puncak artinya tim itu punya kombinasi kualitas dan konsistensi. Plus tanpa embel-embel pernah juara ini dan itu, tim besutan Julian Schuster itu bisa main lebih lepas.
Freiburg di Europa League 2025/2026 adalah wujud Kuda Hitam sesungguhnya. Dalam fase awal mereka lolos ke babak 16 besar karena finis di peringkat ketujuh. Kemenangan di tahap itu juga didapat tanpa pesta gol.Namun pada babak 16 besar, Christian Gunter dan kawan-kawan menggila. Jumlah gol di tiga partai fase gugur (15) signifikan dibandingkan delapan laga di fase liga (10).Daya ledak ini wajib diwaspadai Aston Villa. Bukan tak mungkin mereka dibuat merana.Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>
Aston Villa menatap laga pemungkas dengan persiapan kurang bernas. Sedangkan Freiburg menyongsong final kontinental pertama dengan kepercayaan diri plus tanpa beban di hadapan.Faktor pendukung Freiburg bisa maksimal adalah kehadiran Vincenzo Grifo, top skor sepanjang masa untuk klub. Eksistensi bomber 33 tahun itu masih diperhitungkan untuk berdiri di garda terdepan.Musim 2025/2026 adalah salah satu momen produktif dalam karier pemain keturunan Italia itu. Sudah 14 gol ditorehkan dari total 52 pertandingan. Terakhir kali Grifo rajin menyekor terjadi pada musim 2022/2023 dengan 17 gol.Lihat Juga :3 Pertanyaan soal Hodak Belum Perpanjang Kontrak di Persib TerjawabMeski mengandalkan striker veteran, Freiburg menjadikan barisan pemuda sebagai tulang punggung kekuatan. Sang kiper, Noah Atubolu jadi tumpuan solid di berbagai pentas meski baru 23 tahun.Di pos bek tengah, Bruno Ogbus juga demikian. Pemain 20 tahun itu tangguh pada setiap tanggung jawab. Hal senada juga dialami oleh Johan Manzambi (20 tahun) dengan peran sentral di lini tengah.Peran sang arsitek, Julian Schuster jadi kunci. Sosok 41 tahun itu merupakan pelatih bentukan ekosistem Freiburg. Merintis dari asisten, Schuster sempat berperan sebagai pemandu bakat sebelum promosi sebagai pelatih kepala di tim utama.Alhasil Schuster tahu betul karakter tim dan pemain binaannya. Kolektivitas jadi DNA Freiburg selama ditanganinya dua musim terakhir. Di sini letak bahaya bagi Aston Villa.Pasalnya, Aston Villa harus berkutat dengan pemain cedera. Amadou Onana diperkirakan masih harus menepi karena masalah betis dari leg pertama semifinal. Victor Lindelof diproyeksikan sudah bisa kembali merumput meski digusur ke lini tengah alih-alih sebagai bek.Beruntung Aston Villa punya deretan pemain berkelas. Ujung tombak Ollie Watkins bakal mendapat pasokan bola nyaman dari John McGinn plus gebrakan Morgan Rogers dan Emiliano Buendia.Nama-nama berikut diprediksi bakal membuat lawan kerepotan. Karenanya, Freiburg perlu menjinakkan Aston Villa dengan kolektivitas dalam bertahan sekaligus mencari peluang untuk menyerang.Pola 4-2-1-3 diracik Schuster terpasang lebih rapat sehingga memudahkan aliran bola datar bergulir dalam membangun serangan. Pakem ini efektif menumbangkan pesaing berat di Liga Europa hingga menembus partai final.Aston Villa adalah ujian terakhir pembuktian Freiburg beserta kejeniusan Schuster di Liga Europa. Akankah trofi juara jadi buahnya?
Aston Villa Lebih Galak, tapi Freiburg bakal meledak.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260519235111-142-1360178/freiburg-vs-aston-villa-asa-the-villans-lepas-dahaga-44-tahun
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
5 Fakta Jelang Alwi Farhan vs Shi Yuqi di Singapore Open
28 May 2026
FOTO: Zohran Mamdani Salat Iduladha Pakai Kostum Arsenal
28 May 2026
INFOGRAFIS: Jadwal Piala Dunia 2026
28 May 2026
Piala Dunia 1990: Pembalasan Jerman Barat, Sejarah untuk Beckenbauer
28 May 2026
Alasan Haye dan Shayne Ikut Latihan Meski Absen Lawan Oman dan Mozambik
28 May 2026
Hasil Singapore Open: Sabar/Reza Tumbang di 16 Besar