Olahraga 25 May 2026 4 views

Piala Dunia 1978: Mario Kempes dan Pesta Argentina

Jakarta, Mario Kempes menjadi bintang utama ketika Argentina menjuarai Piala Dunia 1978. Kempes, dengan enam gol yang mengantarkannya meraih sepatu emas, mengantarkan tim Tango men...

Piala Dunia 1978: Mario Kempes dan Pesta Argentina
Jakarta, Mario Kempes menjadi bintang utama ketika Argentina menjuarai Piala Dunia 1978. Kempes, dengan enam gol yang mengantarkannya meraih sepatu emas, mengantarkan tim Tango menuju gelar dunia perdana.Piala Dunia 1978 Argentina menandakan pertama kalinya turnamen kembali ke Amerika Latin setelah 16 tahun. Namun perhelatan itu berlangsung di bawah bayang-bayang rezim junta militer yang berkuasa sejak 1976 dan menuai sorotan atas pelanggaran hak asasi manusia.Situasi politik itu sempat memantik wacana boikot dari sejumlah negara peserta. Belanda jadi negara yang paling lantang bersuara. Namun pada akhirnya seluruh tim yang lolos kualifikasi tetap ambil bagian dan turnamen berjalan sesuai rencana.
Paes Jadi Pahlawan Adu Penalti, Ajax 'Kibarkan' Bendera IndonesiaDaftar Tim Lolos Liga Champions dari Inggris, Italia, Spanyol, JermanLionel Messi Tak Cedera, Argentina Bisa Bernapas LegaArgentina tampil sebagai tuan rumah sekaligus jadi unggulan utama. Pelatih Cesar Luis Menotti membangun skuad solid dengan kapten Daniel Passarella, playmaker Osvaldo Ardiles, dan duet Kempes di juru gedor, Leopoldo Luque. Akan tetapi, tim Tango tidak mengikutsertakan Diego Maradona yang masih berusia 17 tahun.
Satu-satunya pemain Argentina yang bermain di klub luar negeri saat itu ialah Mario Kempes, yang dipanggil khusus dari Valencia. Kempes baru tiba di Argentina pada 8 Mei 1978, sementara rekan-rekannya sudah berlatih bersama sejak Februari.Kepercayaan Menotti kepada Kempes bukan tanpa alasan. Ia baru saja memenangkan dua gelar Top Skor La Liga berturut-turut bersama Valencia dengan sumbangsih 24 gol pada musim 1976-1977 dan 28 gol pada musim berikutnya.
Di fase grup, Argentina tergabung bersama Italia, Hungaria, dan Prancis. Kempes tak mampu mencetak satu gol pun, dan Argentina justru kalah 0-1 dari Italia di laga terakhir grup sehingga hanya finis di posisi kedua.Kempes baru menemukan sentuhan terbaiknya di babak kedua. Ia mencetak dua gol ke gawang Polandia, lalu kembali menjebol gawang yang sama dalam kemenangan membanggakan Argentina atas Peru, 6-0. Hasil tersebut mengantarkan tim Tango ke final.Baca ke halaman berikutnya...
Tiket final Argentina diraih dengan dugaan kontroversi. Untuk lolos, Argentina wajib mengalahkan Peru minimal empat gol di laga pamungkas babak kedua. Argentina kemudian menang 6-0 atas Peru. Padahal, saat itu Peru cukup impresif di fase grup.Final Piala Dunia 1978 yang berlangsung pada 25 Juni di Buenos Aires mempertemukan tuan rumah Argentina dan Belanda. Kala itu, Belanda tampil tanpa Johan Cruyff yang absen karena alasan keamanan keluarga usai tragedi penculikan di Barcelona.Kempes membuka keunggulan Argentina berkat kerja sama apik Luque dan Ardiles. Belanda membalas lewat sundulan Dirk Nanninga sepuluh menit sebelum peluit akhir, bahkan nyaris berbalik unggul jika bukan karena tembakan Robbie Rensenbrink yang membentur tiang di menit-menit terakhir.Pilihan Redaksi3 Klub Pemain Timnas Indonesia Promosi ke Liga Kasta TertinggiPidato Perpisahan Guardiola Penuh Haru Biru dan Air Mata di EtihadGol Indah Kevin Diks Turut Gagalkan Hoffenheim ke Liga ChampionsDi babak tambahan waktu, Kempes kembali menjadi penentu. Ia melewati tiga bek Belanda sebelum melesakkan bola ke gawang Jan Jongbloed untuk menambah keunggulan Argentina. Lima menit jelang akhir laga, Kempes memberi umpan yang diselesaikan Daniel Bertoni untuk memastikan kemenangan Argentina 3-1.Argentina pun berpesta sebagai juara dunia untuk pertama kalinya. Belanda menolak hadir dalam seremoni pasca laga sebagai bentuk protes atas taktik stalling Argentina sebelum laga.Kempes menutup turnamen dengan enam gol dan berhak menyandang gelar sepatu emas turnamen. Ia juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 1978 serta Pesepak Bola Terbaik Amerika Latin di tahun yang sama. Catatan Kempes di final turut memperkuat posisinya sebagai salah satu penyerang paling klinis di era itu. Dua golnya ke gawang Belanda di final menjadikannya satu dari sedikit pemain yang mencetak lebih dari satu gol di partai puncak Piala Dunia.Piala Dunia 1978 juga mencatatkan sejumlah perubahan aturan FIFA. Mulai Piala Dunia 1982, FIFA mengharuskan seluruh laga dalam satu grup di babak yang sama dimainkan secara serentak. Hal itu merespons keuntungan Argentina yang selalu mengetahui hasil laga lain sebelum bertanding.

Kontroversi Argentina di Piala Dunia 1978

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260525154128-142-1362203/piala-dunia-1978-mario-kempes-dan-pesta-argentina
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.