Piala Dunia 1982: Dihantui Skandal Totonero, Rossi Bawa Italia Juara
Jakarta, Italia meraih gelar Piala Dunia untuk kali ketiga di Spanyol pada 1982. Namun, euforia ini dibayangi skandal suap yang mengguncang dua tahun sebelumnya tak pernah sirna da...
Resmi: Igor Tolic Jadi Pelatih Persib Gantikan Bojan HodakAlasan Persib Ganti Bojan Hodak dengan Igor TolicProfil Igor Tolic, Pelatih Baru Persib BandungHukuman dua tahun itu membuat Rossi absen, tepat saat masa keemasannya. Ia baru diizinkan kembali bermain menjelang Piala Dunia 1982, sehingga kondisinya masih jauh dari prima ketika bergabung dengan skuad Italia.
Italia memulai Piala Dunia 1982 dengan sangat lesu. Di fase grup pertama, mereka hanya mampu mencatat tiga hasil imbang berturut-turut melawan Polandia, Peru, dan Kamerun tanpa satu pun kemenangan. Rossi juga tampil tanpa satu gol pun yang dilayangkan.Kritik dari media dan publik Italia mengalir deras, menuntut Rossi dicoret dari skuad. Namun pelatih Enzo Bearzot bersikukuh mempertahankan kepercayaannya kepada sang striker.Di babak kedua yang mempertemukan Italia dengan Argentina dan Brasil, Rossi seolah bangkit dari tidur panjangnya. Italia menghadapi Brasil yang saat itu dianggap sebagai skuad terbaik sejak 1970 dengan diperkuat Zico, Falcao, dan Socrates.Rossi mencetak hattrick dalam kemenangan dramatis 3-2 atas Brasil. Penampilan itu seketika mengubah narasi yang sempat meremehkannya.Baca di halaman berikutnya>>>
Paolo Rossi melanjutkan ketajaman di semifinal melawan Polandia. Ia kembali mencetak dua gol untuk membawa Italia menang 2-0 dan melangkah ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 12 tahun.Di sisi lain, Jerman Barat melaju ke final setelah melewati semifinal dramatis melawan Prancis. Laga itu dikenang bukan hanya karena berakhir dengan adu penalti pertama dalam sejarah Piala Dunia, tetapi juga karena insiden brutal kiper Harald Schumacher yang menabrak Patrick Battiston hingga tak sadarkan diri.Final Piala Dunia 1982 digelar di Santiago Bernabeu, Madrid pada 11 Juli. Kedua finalis sama-sama memulai turnamen dengan tersendat, namun Italia tampil jauh lebih meyakinkan di babak-babak akhir dibanding Jerman Barat yang mengandalkan mentalitas baja.Pilihan RedaksiEmil Audero Jadi Kiper dengan Penyelamatan Terbanyak di Serie ANetizen Respons Pergantian Pelatih Persib: Hatur Nuhun Bojan HodakSingapore Open 2026 Mulai Hari Ini: 5 Wakil Indonesia Main, Ada AlwiRossi kembali menjadi penentu dengan membuka keunggulan Italia di babak pertama. Marco Tardelli kemudian menggandakan keunggulan dengan tembakan keras yang disambut selebrasi ikonik berlari sambil berteriak histeris, yang abadi dalam sejarah sepak bola.Gol ketiga Italia datang dari Alessandro Altobelli di menit ke-80. Jerman Barat hanya mampu membalas satu gol melalui Paul Breitner di menit ke-83.Italia menang 3-1 dan meraih gelar Piala Dunia ketiga, sekaligus pertama sejak 1938, atau 44 tahun sebelumnya. Gli Azzurri berhasil mengalahkan juara bertahan Argentina, tim favorit Brasil, dan finalis kuat Jerman Barat dalam perjalanan menuju puncak.Rossi mengakhiri turnamen dengan enam gol dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 1982. Perjalanannya dari terdakwa skandal suap hingga menjadi bintang dunia menjadi salah satu kisah kebangkitan paling dramatis dalam sejarah olahraga.Kapten Italia, Dino Zoff, turut menambah catatan sejarah di final tersebut. Pada usia 40 tahun, Zoff menjadi pemain tertua yang pernah menjuarai Piala Dunia. Rekor tersebut belum terpatahkan hingga saat ini.
Terdakwa Skandal Jadi Pahlawan Azzurri
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260525184001-142-1362292/piala-dunia-1982-dihantui-skandal-totonero-rossi-bawa-italia-juara
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Masalah Kebugaran Pemain Hantui Argentina Jelang Piala Dunia 2026
28 May 2026
Saddil Usai Cetak Sejarah Bersama Persib: Terima Kasih Ibu
28 May 2026
Jonatan Christie Alihkan Fokus ke Indonesia Open 2026
27 May 2026
Bojan Hodan: Tekanan Buat Persib Musim Depan Lebih Besar
27 May 2026
Bojan Hodak: Tekanan Buat Persib Musim Depan Lebih Besar
27 May 2026
Neymar Tak Khawatir soal Cedera Jelang Piala Dunia 2026