Mandiri Jogja Marathon 2026 Kukuhkan DIY di Peta Sport Tourism
Yogyakarta, Minggu (21/6) – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono, secara langsung melepas ribuan peserta Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 di Kompleks Candi Prambanan, Sleman....
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, mengungkapkan bahwa MJM dirancang untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para pelari, sekaligus membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi. "Kami ingin memastikan manfaat acara ini dirasakan masyarakat setempat. Tidak hanya pelarinya yang mendapatkan pengalaman terbaik, tetapi juga UMKM, desa-desa sekitar, dan perekonomian lokal yang ikut tumbuh bersama," ujar Henry setelah melepas para pelari MJM 2026.
Dampak positif penyelenggaraan MJM juga sangat terasa di sektor pariwisata, seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi. Menurut Imam, acara ini telah berkembang menjadi salah satu etalase promosi daerah yang sangat efektif. Ribuan peserta beserta pendampingnya yang hadir turut mendorong peningkatan okupansi hotel, kunjungan ke destinasi wisata, aktivitas kuliner, hingga transaksi produk UMKM lokal. "Mandiri Jogja Marathon mengukuhkan DIY sebagai destinasi *sport tourism* unggulan. Event ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal wisatawan, dan mendorong perputaran ekonomi daerah yang manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat," jelas Imam.
Manfaat ekonomi ini sejalan dengan hasil riset Mandiri Institute yang menunjukkan bahwa penyelenggaraan MJM 2025 telah mendorong pertumbuhan belanja masyarakat hingga 11,6 persen selama pekan pelaksanaan. Dengan peningkatan jumlah peserta pada tahun ini, dampak ekonomi yang dihasilkan diprediksi akan semakin besar.
Tidak hanya sebatas itu, MJM 2026 juga membawa misi pelestarian budaya. Race Director MJM 2026 dari iSport, Pandu Bagus Buntaran, menjelaskan bahwa desain lintasan tahun ini sengaja dirancang untuk menghadirkan narasi budaya Yogyakarta kepada para pelari. Bahkan, medali *finisher* mengangkat ikon Panggung Krapyak, yang merupakan bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta, sebuah warisan dunia UNESCO. "Setiap kilometer di MJM adalah perjalanan menyusuri narasi budaya Yogyakarta. Pelari tidak hanya menempuh jarak, tetapi juga mengenal filosofi dan peradaban yang hidup di Yogyakarta," ujar Pandu.
MJM 2026 mengusung tema "More Than a Race", memadukan kompetisi lari berstandar internasional dengan pengalaman wisata, perayaan budaya, dan perjalanan menyusuri Yogyakarta yang berdampak sosial. Ajang *sport tourism* ini diikuti oleh 10.200 pelari dari 17 negara, mencatat rekor peserta terbesar sepanjang penyelenggaraan sejak 2017.
MJM 2026 menyajikan empat kategori bagi para pelari, dengan lintasan yang mencakup lanskap budaya khas Yogyakarta, termasuk Candi Plaosan, Monumen Taruna, dan sejumlah desa tradisional yang telah tersertifikasi AIMS. Tema "More Than a Race" dijabarkan ke dalam empat ekspresi utama: pengalaman lari ikonik (*Experience*), perayaan budaya (*Celebration*), perjalanan wisata ke Yogyakarta (*Trip to Jogja*), serta dampak sosial dan ekonomi (*Impact*). Keempatnya dirangkai untuk membangun kesadaran, antusiasme, hingga partisipasi publik selama pekan penyelenggaraan.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260621132932-178-1371462/mandiri-jogja-marathon-2026-kukuhkan-diy-di-peta-sport-tourism
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
21 Jun 2026
Kata-kata Hakim Danish usai Juara Moto3 Ceko
21 Jun 2026
FOTO: Jepang Pesta Gol, Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
21 Jun 2026
Hasil Moto3 Ceko 2026: Veda Ega Kelima, Hakim Danish Juara
21 Jun 2026
Jadwal Siaran Langsung Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026
21 Jun 2026
Prediksi Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026
21 Jun 2026
Tunisia di Piala Dunia 2026, Ganti Pelatih Masih Kalah Telak Lagi