Own Goal Tragis Bek Timnas Kolombia, Berakhir Dibunuh Kartel Narkoba
Jakarta, Cerita bek bintang tim nasional Kolombia Andres Escobar menjadi salah satu kisah paling tragis terkait sejarah sepakbola dan narkoba. Pemain Atletico Nacional yang kala it...
Pembunuhan tersebut pun diduga karena kegeraman para kartel lantaran insiden gol bunuh diri yang dilakukan bek tengah Kolombia itu.Pilihan RedaksiPrancis vs Norwegia: Perang Terbuka Mbappe vs HaalandJadwal Siaran Langsung Cape Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026Dirut : Pencak Silat Jati Diri Bangsa
Pria yang kemudian ditangkap dan mengakui pembunuhan tersebut adalah Humberto Castro Munoz, seorang pengawal dan sopir dua pengedar narkoba terkenal di kota besar Kolombia. Sempat muncul spekulasi tentang motif pembunuhan karena anggota kartel kalah judi.Meski belum pernah terbukti bahwa Escobar terbunuh karena gol bunuh dirinya, pembunuhannya dipandang sebagai konsekuensi tragis dari kebobrokan sepak bola Kolombia akibat campur tangan dan aliran uang para gembong narkoba.Humberto Munoz akhirnya dijatuhi hukuman 43 penjara.
Escobar memang sempat menjadi sorotan tajam publik sepak bola Kolombia. Pasalnya, dia membuat gol bunuh diri pada menit ke-35 saat melawan Amerika Serikat di Grup A Piala Dunia 1994.Escobar berusaha menghalau tendangan penyerang tim Paman Sam, John Harckes. Namun, bola yang mengenai kakinya malah mengarah ke gawang timnya sendiri dan kebobolan. Gol tersebut membuat tuan rumah di atas angin. Amerika Serikat pun menang 2-1 atas Kolombia.Rentetan peristiwa kelam itu pula yang sulit diusir dari ingatan Carlos Valderrama, rekan setim Escobar."Tak pernah terjadi sebelumnya di belahan bumi manapun kejadian seperti ini [pembunuhan terhadap pesepakbola karena hasil di lapangan]," ungkap Valderrama kepada Fox Sport dikutip dari El Universo.Lihat Juga :Gagal Penalti, Pemain Kolombia Dapat Ancaman PembunuhanValderrama pun sedikit menyesalkan seandainya Escobar mengikuti saran ofisial tim agar jangan langsung pulang ke negara mereka usai kekalahan memalukan tersebut. Pasalnya, sempat tersiar kabar bahwa bakal ada teror di Kolombia menyusul kekalahan memalukan itu."Itu momen yang menyedihkan. Kami tersingkir [dari Piala Dunia 1994]. Mereka [ofisial tim] menawarkan kami dua pilihan, kembali ke Kolombia atau bertahan untuk sementara di Amerika Serikat. Saya pilih bertahan.""Kemudian ketika saya berada di pesawat untuk pulang [ke Kolombia]. Hari itu pula terjadi pembunuhan terhadap Andres [Escobar]. Pramugari pun sempat memberitahu saya terjadi pembunuhan terhadap rekan setim saya timnas di Kolombia," ujar Valderrama.Lihat Juga :Pembunuh BayaranTangan Kanan Pablo Escobar Bebas dari PenjaraMeski pramugari tidak memberitahu nama korban pembunuhan, nama Escobar yang terlintas dalam benak Valderrama."Saya masih terguncang. Saya sangat gelisah di kursi pesawat. Dia [pramugari] tidak mau memberitahu saya bahwa itu adalah Andres Escobar [ketika itu].""Waktu berlalu dan saya tidak bisa melupakannya hingga sekarang. Hanya karena permainan sepak bola di lapangan, mereka tega menghabisi Anda," terang El Pibe, julukan Valderrama.Escobar disebut dicintai bukan hanya karena kemampuan sepak bolanya. Ia dilihat sebagai sosok yang tenang dan lembut, bahkan dijuluki 'Sang Gentleman'.Namun, sepakbola Kolombia dan bisnis kokain saat itu memang menjadi sorotan. Bahkan Atletico Nacional pernah didanai oleh raja narkoba terkenal dunia Pablo Escobar.Lihat Juga :Kisah Asprilla Cegah Pembunuhan Kiper Legendaris Paraguay
(tim/dal)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260625185746-142-1373333/own-goal-tragis-bek-timnas-kolombia-berakhir-dibunuh-kartel-narkoba
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
26 Jun 2026
PB IPSI: Piala Presiden 2026 Perkuat Misi ke Olimpiade 2028
26 Jun 2026
CNN Indonesia Resmi Buka Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026
26 Jun 2026
INFOG: Deretan Bintang Sepak Bola yang Terjerat Kasus Narkoba
26 Jun 2026
Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden Ajang Pencarian Bibit Unggul
26 Jun 2026
Maradona, Doping di Piala Dunia 1994 hingga Kasus Narkoba
26 Jun 2026
Kemenpora dan PB IPSI Kompak Targetkan Silat Masuk Olimpiade 2032