Menperin Agus Buka Suara Insentif Otomotif 2026, Lebih Komprehensif
Judul: Menperin Agus Buka Suara Insentif Otomotif 2026, Lebih Komprehensif Jakarta, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pihaknya telah mengajukan usulan in
Jakarta, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pihaknya telah mengajukan usulan insentif dan stimulus bagi sektor otomotif kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.Menurutnya insentif untuk sektor otomotif merupakan salah satu upaya pemerintah dalam melindungi tenaga kerja pada industri padat modal itu."Kami sudah kirim dan tentu seperti yang selalu kami sampaikan bahwa program yang kami usulkan atas nama perlindungan tenaga kerja, dan juga kekuatan atau penguatan manufaktur bidang otomotif yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi kepada perekonomian," kata Agus melansir Antara, Jumat (2/1).
Lihat Juga :Bocoran Insentif Otomotif Tahun DepanAgus bilang usulan tersebut dirancang lebih komprehensif dan terukur dibandingkan skema insentif pada masa pandemi Covid-19. Penjelasan dia insentif yang diusulkan kali ini telah disusun secara lebih detail dengan mempertimbangkan berbagai aspek, misalnya segmentasi kendaraan, teknologi, hingga Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan kendaraan ramah lingkungan."Prinsipnya adalah yang kami usulkan mereka yang mendapatkan manfaat terhadap insentif dan stimulus itu harus memiliki TKDN, dia harus memenuhi nilai emisi maksimal sekian," kata Agus.Kementerian Perindustrian juga menetapkan batasan harga pada masing-masing segmen kendaraan agar insentif benar-benar tepat sasaran.Lihat Juga :Insentif Disetop, Penjualan Mobil Listrik Diprediksi MelambatDia menjelaskan, penyusunan usulan insentif ini melalui proses yang panjang dan sudah melibatkan pelaku industri, dalam hal ini Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)."Interest dari Kemenperin cuma satu, yakni melindungi tenaga kerja yang ada di sektor otomotif, yang ada di ekosistem otomotif karena forward dan backward linkage-nya sangat tinggi sektor otomotif itu terlalu besar, maka itu harus kita lindungi," ucapnya.Lebih lanjut, Agus menekankan pembahasan insentif ini juga dilakukan secara teknokratis dengan memperhitungkan aspek cost and benefit bagi negara."Kemenperin juga tentu tidak mau usulan yang kami usulkan itu kemudian membuat negara cekak atau defisit, maka hitungan benefit-nya harus lebih besar dari cost yang disiapkan oleh negara," ujar dia. (ryh/mik)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20260102102953-579-1312770/menperin-agus-buka-suara-insentif-otomotif-2026-lebih-komprehensif
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Strategi Daihatsu Indonesia Saat LCGC Semakin Sedikit yang Beli
13 Feb 2026
FOTO: VinFast Limo Green Lebih Murah di IIMS 2026
13 Feb 2026
Cuma 600 Unit, Apa Hebatnya Destinator Edisi Ultah 55 Mitsubishi?
13 Feb 2026
Kawasaki Masih Jual Ninja 250 Produksi 2024, Harga Turun Rp25 Jutaan
13 Feb 2026
10 Mobil Terlaris Januari 2026 Innova Kembali Memimpin
12 Feb 2026
Vingroup dan Vinhomes Masuk Time Asia-Pacific's Best Companies 2026