Bocoran Insentif: EV Baterai Nikel Berpeluang Dapat Lebih Besar
Pemerintah sedang menyiapkan insentif baru untuk industri otomotif yang akan berlaku tahun ini. Skema insentif yang lebih rinci ini disebut-sebut akan memberikan stimulus lebih bes...
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menanggapi kemungkinan bahwa kendaraan listrik berbasis baterai LFP (lithium ferro phosphate) akan menerima stimulus lebih kecil, sementara EV dengan bahan baku nikel akan mendapatkan lebih banyak. "Tapi yang paling penting, bagi kita untuk memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan itu juga lebih detail lagi insentifnya," kata Agus di Jakarta pekan lalu.
Agus menjelaskan bahwa prinsip utama dalam usulan terbaru ini adalah keterkaitan insentif dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dan batas emisi. Ini berarti tidak semua kendaraan akan otomatis mendapatkan insentif.
"Prinsipnya adalah yang kami usulkan mereka yang mendapatkan manfaat terhadap insentif dan stimulus itu harus memiliki TKDN, dia harus memenuhi nilai emisi maksimal sekian. Jadi TKDN dan emisi," ucap Agus.
Selain itu, pemerintah juga akan menetapkan batas harga kendaraan di setiap segmen sebagai syarat penerima insentif. Langkah ini, menurut Agus, bertujuan agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. "Dan kita dalam usulan baru ini kita menetapkan harga. Harga yang kita tetapkan dari masing-masing segmen agar mereka bisa mendapatkan manfaat. Dan tentu yang harus digarisbawahi ini adalah kami sangat memperhatikan konsumen," ujarnya.
Khusus untuk kendaraan listrik, Agus menegaskan bahwa pemerintah fokus mendorong pembeli pertama agar adopsi kendaraan listrik semakin luas. "Kalau kita bicara soal electric car, first buyers itu menjadi prioritas kami. Angka-angkanya nanti bisa spill pelan-pelan," tutur Agus.
Agus menambahkan bahwa usulan mengenai insentif kendaraan bermotor telah diserahkan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia memastikan bahwa skema stimulus kali ini tidak lagi bersifat umum, melainkan jauh lebih terperinci dibandingkan periode pandemi Covid-19.
"Soal otomotif usulan insentif stimulus yang sudah kami kirim ke Pak Menkeu. Ada spill sedikit lah, ada perbedaan. Di sini kita akan kenakan, di sini yang kita usulkan itu lebih detail, lebih detail dibandingkan dengan periode kita menghadapi Covid yang lalu, dari segmen, dari teknologi, dari sisi TKDN, bobot TKDN dan sebagainya itu kita buat lebih detail," ujar Agus.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20260103144125-579-1313148/bocoran-insentif-ev-baterai-nikel-berpeluang-dapat-lebih-besar
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Strategi Daihatsu Indonesia Saat LCGC Semakin Sedikit yang Beli
13 Feb 2026
FOTO: VinFast Limo Green Lebih Murah di IIMS 2026
13 Feb 2026
Cuma 600 Unit, Apa Hebatnya Destinator Edisi Ultah 55 Mitsubishi?
13 Feb 2026
Kawasaki Masih Jual Ninja 250 Produksi 2024, Harga Turun Rp25 Jutaan
13 Feb 2026
10 Mobil Terlaris Januari 2026 Innova Kembali Memimpin
12 Feb 2026
Vingroup dan Vinhomes Masuk Time Asia-Pacific's Best Companies 2026