Taktik Isuzu Rekondisi Mesin Truk Tua Jadi Baru
Judul: Taktik Isuzu Rekondisi Mesin Truk Tua Jadi Baru Jakarta, Isuzu Motors di Jepang punya cara unik yang tak dilakukan produsen lain, yaitu memperbaiki mesin truk bekas secara
Jakarta, Isuzu Motors di Jepang punya cara unik yang tak dilakukan produsen lain, yaitu memperbaiki mesin truk bekas secara resmi menjadi baru hingga layak pakai. Taktik ini memperpanjang usia pakai mesin lama, menambahkan fungsionalitas perangkat lunak baru hingga memperkuat bisnis purna jual yang meliputi suku cadang dan servis.
Isuzu adalah satu-satunya produsen otomotif Jepang yang berupaya memproduksi ribuan mesin rekondisi secara massal setiap tahun. Semua pekerjaan dilakukan di internal perusahaan, hal yang jarang dilakukan produsen otomotif mana pun.
Lihat Juga :
Sektor Logistik Gacor, Truk Isuzu Dominasi Pasar Mobil Komersial
Isuzu pertama kali mulai membangun kembali mesin truk bekas di Hokkaido pada 2010, kemudian memulai operasi di pabrik khusus pada 2015. Mereka dapat memperbaiki mesin truk hingga model 1999, termasuk 184 jenis mesin yang mencakup 19 model kendaraan berbeda.
Mesin biasanya diperbaiki di bengkel perbaikan lokal, tetapi buat unit yang membutuhkan waktu dan upaya ekstra dibawa ke fasilitas khusus di Hokkaido. Mesin-mesin yang rusak dari seluruh Jepang dibawa ke sana untuk dibongkar, lalu para teknisi memilah komponen berdasarkan kegunaannya.
Komponen yang dapat digunakan kembali dibersihkan, diperiksa keausannya dan dikerjakan ulang jika perlu. Komponen kemudian diperiksa dan dirakit kembali menggunakan prosedur yang sama seperti mesin baru.
Mesin rekondisi diuji dengan standar yang sama seperti mesin baru sebelum dikirim.
Pada tahun lalu Isuzu mengirim 5.120 mesin rekondisi. Bisnis ini bakal ditingkatkan hingga 8.000 mesin saban tahun pada 2030 atau meningkat sekitar 60 persen.
Nikkei Asia menjelaskan demi meningkatkan volume pengiriman, Isuzu akan berupaya mengotomatiskan proses ini. Isuzu bakal menambah produksi suku cadang yang dapat digunakan kembali menjadi antara 60 persen dan 70 persen dari tingkat saat ini 40 persen hingga 50 persen.
Isuzu menyimpan stok mesin yang telah dibangun kembali di prefektur Tochigi untuk berbagai kendaraan. Mempertahankan persediaan ini memungkinkan truk yang butuh mesin rekondisi kembali beroperasi dalam beberapa hari hingga sekitar dua pekan.
Kendaraan komersial menempuh jarak jauh dalam waktu singkat, sehingga menyebabkan keausan mesin sangat cepat. Eksterior truk seringkali kondisinya jauh lebih baik daripada mesinnya, dan akan tetap berfungsi dengan baik jika mesinnya diganti.
Pada beberapa kendaraan khusus seperti ambulans memiliki peralatan mahal yang membuatnya sulit untuk diganti. Rekondisi mesin dapat memperpanjang umur kendaraan jenis ini, bahkan berguna bagi kendaraan yang sudah tidak diproduksi lagi.
Lihat Juga :
GIIAS 2025
Isuzu Luncurkan Truk Giga Versi Kulkas di GIIAS 2025
Sisi lain dari rekondisi mesin resmi ini adalah Isuzu bisa menambahkan teknologi baru berupa perangkat lunak yang mereka kembangkan.
Jika fungsionalitas dapat ditingkatkan melalui pembaruan perangkat lunak di masa mendatang, siklus hidup kendaraan baru dapat diperpanjang lebih jauh.
Seiring melambatnya pasar utama Isuzu di Thailand dan perusahaan tersebut menghadapi tarif di Amerika Utara, mempertahankan pangsa pasar teratasnya di pasar kendaraan komersial Jepang menjadi semakin penting. Isuzu tersebut berharap dapat menggunakan mesin hasil perbaikan untuk mempertahankan pelanggan dan pangsa pasarnya. (fea)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20260105092845-649-1313541/taktik-isuzu-rekondisi-mesin-truk-tua-jadi-baru
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Strategi Daihatsu Indonesia Saat LCGC Semakin Sedikit yang Beli
13 Feb 2026
FOTO: VinFast Limo Green Lebih Murah di IIMS 2026
13 Feb 2026
Cuma 600 Unit, Apa Hebatnya Destinator Edisi Ultah 55 Mitsubishi?
13 Feb 2026
Kawasaki Masih Jual Ninja 250 Produksi 2024, Harga Turun Rp25 Jutaan
13 Feb 2026
10 Mobil Terlaris Januari 2026 Innova Kembali Memimpin
12 Feb 2026
Vingroup dan Vinhomes Masuk Time Asia-Pacific's Best Companies 2026