Cara China Subsidi Pembelian Mobil Listrik, Diskon Hingga Rp48 Juta
Judul: Cara China Subsidi Pembelian Mobil Listrik, Diskon Hingga Rp48 Juta Jakarta, Pemerintah China punya cara berbeda mengalirkan subsidi pembelian mobil listrik murni dan hybri
Jakarta, Pemerintah China punya cara berbeda mengalirkan subsidi pembelian mobil listrik murni dan hybrid. Sistem yang diterapkan adalah tukar tambah, melanjutkan skema sebelumnya tetapi dengan sejumlah syarat baru.Subsidi yang akan diberikan tahun ini merupakan revisi dari aturan sebelumnya. Dalam skema yang diperbarui, pembeli mobil listrik dan hibrida yang memenuhi syarat dapat menerima diskon 12 persen dengan plafon maksimal 20.000 yuan (US$2.858) atau sekitar Rp48 juta.Lihat Juga :Salip Tesla, BYD Produsen Mobil Listrik Terbesar Dunia
Agar bisa mendapatkan subsidi itu mereka harus menyerahkan mobil bensin atau EV yang terdaftar sebelum 2019 ke lokasi penghancur yang disetujui.Lalu konsumen yang mengganti kendaraan lama dengan model bensin yang lebih hemat bahan bakar atau beralih ke EV maka memenuhi syarat untuk rabat antara 6 persen hingga 10 persen.
Subsidi tersebut dibatasi hingga 15.000 yuan (Rp36 juta) menurut dokumen Kementerian Perdagangan, demikian melansir Bloomberg.Untuk mengakses insentif penuh sebesar 20.000 yuan, kendaraan baru harus memiliki harga minimum 166.700 yuan (Rp400 juta).Ambang batas itu lebih tinggi dari sebelumnya, yang diperkirakan bakal menguntungkan model-model yang harganya lebih mahal. Batas lebih tinggi ini juga diprediksi memberatkan merek-merek mainstream seperti BYD, Zhejiang Leapmotor Technology dan Geely Automobile Holdings.Harga jual rata-rata BYD tercatat sebesar 107.000 yuan (Rp256 jutaan) pada November, menurut data China Auto Market, dalam laporan Just Auto dikutip Senin (5/1).Sementara itu meski perpanjangan skema ini mempertahankan dukungan bagi industri, ketentuan yang direvisi menimbulkan ketidakpastian mengenai kemampuan menopang permintaan pada 2026.Penghentian subsidi lama yang lebih cepat dari perkiraan di beberapa wilayah China tahun ini juga berkontribusi pada penurunan pasar mobil sebesar 8 persen pada November, yang biasanya merupakan periode puncak penjualan.Lihat Juga :Mobil Terbang BYD HoaksAturan sebelumnyaPada aturan yang berlaku 2025, pembeli yang menyerahkan mobil lama untuk membeli mobil listrik, misalnya BYD Seagull, dengan harga mulai 69.800 yuan, berhak mendapatkan rabat sebesar 20.000 yuan (Rp48 juta).Di bawah ketentuan baru, subsidi tersebut akan turun menjadi 8.400 yuan (Rp20 jutaan)Kriteria yang lebih ketat tahun ini diharapkan dapat membatasi penyalahgunaan program, di mana beberapa dealer banyak membeli EV murah dalam jumlah besar lalu menjualnya kembali sebagai mobil bekas "nol kilometer" untuk mengklaim insentif.Kegiatan tersebut yang membuat dana subsidi di sejumlah wilayah China cepat habis pada tahun kemarin. (ryh/fea)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20260105173556-603-1313775/cara-china-subsidi-pembelian-mobil-listrik-diskon-hingga-rp48-juta
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Strategi Daihatsu Indonesia Saat LCGC Semakin Sedikit yang Beli
13 Feb 2026
FOTO: VinFast Limo Green Lebih Murah di IIMS 2026
13 Feb 2026
Cuma 600 Unit, Apa Hebatnya Destinator Edisi Ultah 55 Mitsubishi?
13 Feb 2026
Kawasaki Masih Jual Ninja 250 Produksi 2024, Harga Turun Rp25 Jutaan
13 Feb 2026
10 Mobil Terlaris Januari 2026 Innova Kembali Memimpin
12 Feb 2026
Vingroup dan Vinhomes Masuk Time Asia-Pacific's Best Companies 2026