Masih Perang, Hyundai Tak Bisa Beli Kembali Pabrik di Rusia
Judul: Masih Perang, Hyundai Tak Bisa Beli Kembali Pabrik di Rusia Jakarta, Hyundai Motor Group tidak dapat membeli kembali fasilitas produksinya di Rusia karena perang Rusia-Ukra
Jakarta, Hyundai Motor Group tidak dapat membeli kembali fasilitas produksinya di Rusia karena perang Rusia-Ukraina masih berlangsung. Hyundai sempat menjual pabrik itu dengan catatan bisa dibeli kembali, tetapi jadwal pembelian kedaluwarsa pada Januari 2026.Pada 2024, Hyundai bersama KIA menjual fasilitas produksinya di St Petersburg dengan harga simbolis 140.000 won atau setara Rp1,62 juta (kurs Rp11,56) ke produsen otomotif Rusia AGR Automotive Group.Salah satu klausul dalam penjualan itu adalah Hyundai boleh membeli 100 persen fasilitas selama dua tahun ke depan yang jatuh pada Januari 2026.
Lihat Juga :Hyundai Setuju Jual Pabrik di Rusia Imbas Perang
"Ini bukan situasi di mana kami dapat membeli kembali saham tersebut," kata seorang sumber yang tidak dapat disebutkan namanya karena sensitivitas isu ini kepada Reuters.Hyundai juga menjelaskan pada Reuters dalam sebuah pernyataan bahwa perusahaan belum bisa mencapai keputusan pembelian pabrik itu.Sumber tak menjelaskan secara pasti mengapa Hyundai tak bisa melakukan pembelian kembali, namun dia disebut menyinggung soal konflik Rusia dan Ukraina yang tak kunjung usai.Masih belum jelas pula apakah tenggat waktu Januari 2026 adalah permanen atau masih bisa diperpanjang.Pabrik Hyundai di St Petersburg merupakan salah satu pabrik mobil terbesar di Rusia yang mampu menghasilkan 200 ribu unit kendaraan setiap tahunnya.Produksi di fasilitas ini mangkrak pada Maret 2022 akibat konflik Rusia-Ukraina yang mengganggu suplai komponen kendaraan. Produksi juga terkendala sanksi Barat pada Rusia akibat menginvasi Ukraina.Hyundai dan KIA pernah menyumbang 23 persen dari total penjualan mobil baru dengan angka mencapai 400 ribu unit dipasar Rusia pada 2019.Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda Hyundai berniat melakukan negosiasi perpanjangan kontrak yang telah kedaluwarsa.Lihat Juga :Susul Nissan dan Renault, Mercedes-Benz Angkat Kaki dari RusiaMeski begitu, Hyundai melalui pemasok suku cadang utama Hyundai Mobis telah memperluas fasilitas penelitian dan pengembangan di India untuk memenuhi permintaan global.Fasilitas penelitian dan pengembangan sedang dibangun di Bengaluru dengan fokus pada perangkat lunak dan sistem infotainment untuk konsumen. (iqb/fea)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20260105175301-579-1313785/masih-perang-hyundai-tak-bisa-beli-kembali-pabrik-di-rusia
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Strategi Daihatsu Indonesia Saat LCGC Semakin Sedikit yang Beli
13 Feb 2026
FOTO: VinFast Limo Green Lebih Murah di IIMS 2026
13 Feb 2026
Cuma 600 Unit, Apa Hebatnya Destinator Edisi Ultah 55 Mitsubishi?
13 Feb 2026
Kawasaki Masih Jual Ninja 250 Produksi 2024, Harga Turun Rp25 Jutaan
13 Feb 2026
10 Mobil Terlaris Januari 2026 Innova Kembali Memimpin
12 Feb 2026
Vingroup dan Vinhomes Masuk Time Asia-Pacific's Best Companies 2026