Neta Gagal Produksi Lokal Mobil Listrik, Thailand Gugat Subsidi Rp1 T
Judul: Neta Gagal Produksi Lokal Mobil Listrik, Thailand Gugat Subsidi Rp1 T Jakarta, Kementerian Keuangan Thailand bakal menggugat anak perusahaan mobil listrik (EV) asal China,...
Jakarta, Kementerian Keuangan Thailand bakal menggugat anak perusahaan mobil listrik (EV) asal China, Neta, yang beroperasi di negaranya untuk menarik kembali subsidi lebih dari 2 miliar baht atau sekitar Rp1 triliun yang telah diberikan sejak 2022.Pemerintah Thailand menilai perusahaan tersebut gagal memenuhi persyaratan produksi lokal dan kini berupaya memulihkan dana melalui gugatan perdata serta kemungkinan penyitaan aset.Lihat Juga :Neta Diduga Sudah Tak Produksi Mobil Listrik di RI sejak Desember 2024
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gugatan akan dilayangkan ke Neta Auto Thailand, bukan kepada induk perusahaan, Hozon New Energy Automobile. Alasannya, Hozon tengah menjalani restrukturisasi kebangkrutan di China dan sedang menjalani proses hukum tersebut.Sejauh ini pihak kementerian belum mengungkapkan jadwal pengajuan gugatan ke pengadilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengajuan gugatan ini terkait program EV di Thailand, di mana pembeli akan menerima subsidi hingga 150 ribu baht (sekitar Rp80 juta, kurs Rp538) per kendaraan dengan syarat merek yang berpartisipasi harus memulai produksi lokal. Neta menjadi salah satu merek terlibat.Pemerintah sebelumnya menuntut pengembalian subsidi tersebut, namun Neta tidak mematuhinya, sehingga langkah hukum diambil.Jika pengadilan mengabulkan klaim kementerian, otoritas akan membekukan aset dan rekening bank perusahaan lokal tersebut untuk memulihkan dana.Lihat Juga :Chery Ramal Merek Mobil akan Berguguran di RI, Beberapa BertahanNeta diketahui masuk pasar Thailand pada 2022 dan tercatat sebagai salah satu merek EV China terkemuka bersama BYD, Great Wall Motor, dan MG milik SAIC Motor.Neta berhasil menempati peringkat kedua dalam pangsa pasar EV pada 2023, di bawah BYD.Namun, usai perusahaan induknya menjalani restrukturisasi melalui pengadilan, keterlambatan pasokan suku cadang makin sering terjadi, yang kemudian memicu gugatan class action.Melansir Asia Nikkei, Senin (12/1), sejumlah produsen China lainnya juga diamini gagal memenuhi kuota produksi yang memicu langkah hukum serupa akan diambil Kementerian Keuangan Thailand. (ryh/fea)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20260112120208-603-1316056/neta-gagal-produksi-lokal-mobil-listrik-thailand-gugat-subsidi-rp1-t
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
05 Apr 2026
Indef: Insentif Mobil Elektrifikasi untuk Redam Lonjakan Harga Minyak
03 Apr 2026
Viral Warga Minum Oli 2 Tak Saat Lebaran, Ini Kata Pabrikan
03 Apr 2026
Panduan Singkat Beralih ke Mobil Listrik Bagi Pemula
03 Apr 2026
Ada Dispensasi Urus Perpanjangan SIM Mati Hari Ini
02 Apr 2026
Motor Diisi Pertamax Campur Pertalite Biar Hemat Biaya BBM, Aman?
02 Apr 2026
Giicomvec 2026 Digelar Bulan Ini, Ramai Mobil Niaga dan Ada Merek Baru