Motor Dipakai Lintasi Banjir, Apa Harus Ganti Oli?
Judul: Motor Dipakai Lintasi Banjir, Apa Harus Ganti Oli? Jakarta, Musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara sepeda motor. Jalanan basah hingga genangan air kerap t...
Jakarta, Musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara sepeda motor. Jalanan basah hingga genangan air kerap tak terhindarkan, apalagi di kawasan rawan banjir.Kondisi ini bukan hanya mengganggu perjalanan, tetapi juga menyimpan risiko kerusakan serius pada mesin motor.Lihat Juga :Pemotor Tak Direkomendasi Pakai Jas Hujan Ponco, Lalu yang Mana?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu ancaman terbesar ketika motor melintasi genangan air adalah air masuk ke dalam ruang pembakaran. Air bisa saja terhisap ke mesin, lalu bercampur dengan oli, sehingga berpotensi merusak komponen internal.Sebagai langkah antisipasi, tidak sedikit pemilik motor langsung mengganti oli setelah menerjang genangan. Namun, apakah hal tersebut selalu wajib dilakukan?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jawabannya bergantung pada kondisi genangan yang dilalui. Jika ketinggian air tergolong tidak aman, pemeriksaan fisik oli sebaiknya segera dilakukan. Langkah ini bersifat preventif untuk memastikan tidak ada air yang masuk dan mencemari sistem pelumasan mesin.Air dengan ketinggian di atas 30 sentimeter (lebih dari setengah roda) berisiko besar tersedot ke dalam mesin, terutama melalui saluran udara. Dalam kondisi tersebut, pengecekan warna dan tekstur oli menjadi hal penting. Oli yang berubah keruh, kasar, atau menyerupai susu kental menandakan telah tercampur air.Dampaknya tidak bisa dianggap sepele. Oli yang terkontaminasi air dapat kehilangan fungsi pelumasan. Lebih parah lagi, jika air masuk ke ruang bakar, risiko kerusakan meningkat drastis, mulai dari piston bengkok hingga blok mesin pecah.Lihat Juga :TIPS OTOMOTIFJangan Asal Terabas, Kenali Batas Aman Motor Matic Lintasi BanjirAir bersifat merusak komponen berbahan logam. Saat terjadi proses kompresi, air yang terjebak akan bersifat seperti benda padat. Benturan antara piston dan air terkompresi ini diibaratkan seperti logam beradu dengan besi, yang dapat merusak piston dan ring piston.Karena itu, jika terdapat indikasi oli tercampur air, penggantian oli menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.Umumnya, oli yang tercampur air akan mengalami perubahan warna menjadi putih susu dan tekstur yang lengket merupakan tanda kuat bila air telah masuk ke dalam mesin, demikian melansir situs Wahana Honda. (ryh/fea)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20260113150527-595-1316615/motor-dipakai-lintasi-banjir-apa-harus-ganti-oli
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Strategi Daihatsu Indonesia Saat LCGC Semakin Sedikit yang Beli
13 Feb 2026
FOTO: VinFast Limo Green Lebih Murah di IIMS 2026
13 Feb 2026
Cuma 600 Unit, Apa Hebatnya Destinator Edisi Ultah 55 Mitsubishi?
13 Feb 2026
Kawasaki Masih Jual Ninja 250 Produksi 2024, Harga Turun Rp25 Jutaan
13 Feb 2026
10 Mobil Terlaris Januari 2026 Innova Kembali Memimpin
12 Feb 2026
Vingroup dan Vinhomes Masuk Time Asia-Pacific's Best Companies 2026