Otomotif 04 Feb 2026 6 views

Tanpa Insentif, Target Jualan Motor Listrik 2026 Dinaikkan

Pemerintah memutuskan untuk tidak memberikan insentif bagi sepeda motor listrik tahun ini. Meskipun demikian, Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) tetap optim...

Tanpa Insentif, Target Jualan Motor Listrik 2026 Dinaikkan
Pemerintah memutuskan untuk tidak memberikan insentif bagi sepeda motor listrik tahun ini. Meskipun demikian, Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) tetap optimistis dan bahkan menargetkan penjualan yang lebih tinggi pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

Sekretaris Jenderal Aismoli, Hanggoro Ananta, menyatakan bahwa pihaknya menaikkan target penjualan sebesar 10 persen dari realisasi penjualan tahun 2025. Jika tahun lalu penjualan motor listrik dari seluruh produsen di bawah Aismoli mencapai 55 ribu unit, maka untuk tahun 2026 targetnya naik menjadi sekitar 60 ribu unit.

"Insentif memang tidak ada, saya membaca demikian. Tapi kami tetap memiliki target secara organik," kata Hanggoro di Jakarta akhir pekan lalu.

Hanggoro menjelaskan bahwa mereka berani menetapkan target yang lebih tinggi tanpa dukungan fiskal pemerintah karena para pelaku industri sudah mulai terbiasa dan mampu beradaptasi di tengah masa sulit penjualan. Selain itu, masyarakat juga semakin terbuka terhadap kendaraan listrik karena dinilai memiliki banyak manfaat, terutama dalam mengurangi biaya penggunaan harian.

"Banyak testimoni dari mulut ke mulut. Kalau kami yang bilang kan tidak percaya, tapi ada testimoni dari pengguna ke teman-temannya misalnya," tambah Hanggoro.

Karena kondisi tersebut, penjualan motor listrik anggota Aismoli masih bisa 'terselamatkan' selama tahun 2025, meskipun pemberian insentif dari pemerintah saat itu masih menggantung.

"Dari tahun 2024 jumlahnya sekitar 70 ribuan unit, tahun 2025 sekitar 55 ribuan. Di awal 2025 terjadi penurunan cukup tajam sekitar 60 persen. Namun seiring waktu, penurunan menjadi sekitar 30 persenan dibandingkan 2024. Penyerapan juga terjadi di segmen ritel dan fleet," jelasnya.

Insentif motor listrik pernah diberikan pemerintah pada tahun 2023 sebesar Rp7 juta untuk pembelian satu unit per KTP. Insentif ini dilanjutkan pada tahun 2024, namun kuotanya dipangkas menjadi hanya 60 ribu unit karena kurangnya peminat.

Kuota pada tahun 2024 habis pada bulan September, dan setelah itu pemberian insentif terhenti hingga sekarang. Para produsen motor listrik sempat berharap insentif akan dilanjutkan pada tahun 2025, namun harapan tersebut tidak terwujud.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang kemudian memastikan bahwa sepeda motor listrik tidak akan mendapatkan insentif baru pada tahun 2026. Sektor ini tidak termasuk dalam usulan insentif otomotif baru Kementerian Perindustrian kepada Kementerian Keuangan.

Agus menjelaskan bahwa insentif motor listrik memang tidak diajukan oleh pihaknya ke Kementerian Keuangan. "Tidak diajukan oleh kami," ujar Agus belum lama ini.

Agus menyampaikan bahwa kepastian mengenai tidak adanya insentif motor listrik lebih baik daripada informasi yang terus menggantung. Ia berharap pemerintah ingin pelaku usaha dan konsumen tidak terus menunggu insentif.

"Saya sampaikan sekarang biar ada kepastian, jadi orang tidak menunggu insentif, industri juga bergerak," tutur Agus.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20260204153013-603-1324559/tanpa-insentif-target-jualan-motor-listrik-2026-dinaikkan
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.