Penjualan Mobil Daihatsu Kecipratan Proyek MBG
Judul: Penjualan Mobil Daihatsu Kecipratan Proyek MBG Jakarta, Penjualan kendaraan komersial ringan Astra Daihatsu Motor (ADM) ikut terdongkrak sejumlah faktor eksternal, mulai da...
Jakarta, Penjualan kendaraan komersial ringan Astra Daihatsu Motor (ADM) ikut terdongkrak sejumlah faktor eksternal, mulai dari ekspansi bisnis logistik e-commerce, hingga belanja pemerintah. Salah satu yang disebut memberi dampak adalah proyek Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Jadi tadi sudah dijelaskan ya ada dua market di komersial yang tumbuh Itu pick up medium dan pick up low, tapi ternyata semi komersialnya juga naik," kata Sri Agung Handayani, Direktur Marketing dan Corporate Communication ADM di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (12/2).
Lihat Juga :
Strategi Daihatsu Indonesia Saat LCGC Semakin Sedikit yang Beli
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia salah satu pendorong utama datang dari bisnis logistik yang pesar berkembang seiring pertumbuhan bisnis online atau e-commerce. Mereka dikatakan banyak belanja kendaraan untuk kebutuhan armada distribusi.
Selain itu, pembangunan infrastruktur di berbagai daerah turut memicu permintaan kendaraan niaga ringan. Faktor lain yang turut menopang adalah belanja pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Agung mengakui proyek MBG memberi dampak positif terhadap perusahaan, meski ia tak mengurai data secara pasti.
Berdasarkan data, mobil komersial ringan Gran Max pikap dan blind van menjadi kontributor utama dalam penjualan Daihatsu selama 2025. Pangsa pasar dikatakan mencapai 65 persen dengan penjualan retail 61 ribuan unit.
"Perlu kami sampaikan ada," ucapnya.
Lihat Juga :
Penjualan Mobil Januari 2026: BYD Salip Honda dan Suzuki
Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation (AI DSO) Tri Mulyono mengatakan data atas dampak kehadiran proyek MBG terhadap penjualan Daihatsu tak bisa diuraikan lebih lanjut, disebabkan beberapa hal.
Ia menjelaskan pembelian kendaraan yang diduga terkait MBG umumnya menggunakan nama pribadi, bukan atas nama institusi atau proyek tertentu.
Hal itu membuat perusahaan tidak dapat mengidentifikasi secara spesifik berapa unit yang benar-benar digunakan untuk proyek tersebut.
Lalu, sebagian konsumen ada yang membeli model pikap kemudian memasang karoseri atau modifikasi menjadi mobil box di luar jaringan pabrikan.
"Sehingga kami sebenarnya tidak bisa mengidentifikasi apakah ini digunakannya untuk apa, karena kan namanya tidak spesifik dengan naming tertentu gitu, dengan nama pribadi," ungkap Tri.
"Kalau terdampak iya, tetapi kalau berapa besar rasanya memang tidak bisa sampai ke sana," kata Tri menambahkan. (ryh/fea)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20260213210300-587-1328087/penjualan-mobil-daihatsu-kecipratan-proyek-mbg
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Penolakan Mobil China Masuk AS Makin Kencang
06 Apr 2026
Viral Innova dan Livina Adu Senggol Bak Film Laga di Jalan Tol
06 Apr 2026
BRIN Garap SNI untuk Steker dan Soket Isi Daya Motor Listrik
05 Apr 2026
Indef: Insentif Mobil Elektrifikasi untuk Redam Lonjakan Harga Minyak
03 Apr 2026
Viral Warga Minum Oli 2 Tak Saat Lebaran, Ini Kata Pabrikan
03 Apr 2026
Panduan Singkat Beralih ke Mobil Listrik Bagi Pemula