Bagaimana Nasib Truk dan Pikap India yang Terlanjur Diimpor Agrinas?
Judul: Bagaimana Nasib Truk dan Pikap India yang Terlanjur Diimpor Agrinas? Jakarta, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa truk dan pikap yang telah telanjur diimp...
Jakarta, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa truk dan pikap yang telah telanjur diimpor dari India, tetap akan disalurkan untuk operasional Koperasi Merah Putih yang telah siap beroperasi."Kemarin karena telanjur (impor), jumlahnya masih ribuan, kita akan penuhi untuk operasional di koperasi desa yang sudah selesai bangunan fisik, gudang, gerai dan alat kelengkapannya," kata Ferry di Bandung, Jawa Barat, Minggu (29/3) mengutip Antara.Menurut Ferry, nantinya akan mendapatkan satu unit truk dan satu pikap, serta sepeda motor, guna memudahkan dan memperlancar arus mobilitas barang dari desa ke luar maupun dari luar ke desa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ribuan truk dan pick-up sudah didistribusikan di koperasi-koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (sekitar 2.400 koperasi)," ucapnya.Lihat Juga :Toyota Indonesia Ungkap Negosiasi Pikap dengan Agrinas Buntu
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mendistribusikan kendaraan operasional impor, Ferry mengakui memang seharusnya tetap memprioritaskan industri otomotif dari dalam negeri atau yang telah berinvestasi di Indonesia."Tapi sekiranya kurang kita tentu diperbolehkan untuk mengambil dari negara manapun," ujarnya.Meski demikian, Ferry mengatakan telah ada pembicaraan antara dirinya dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, pihak Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), guna memenuhi sisa kebutuhan Koperasi Merah Putih yang diproyeksikan berdiri sebanyak lebih dari 80 ribu unit."Untuk memenuhi sisa kebutuhan Koperasi Merah Putih, kita sudah membicarakan ini dengan Pak Menteri Perindustrian, dengan Gaikindo dan kita akan prioritaskan di industri otomotif kita yang sudah terbangun di dalam negeri," tuturnya.Pemerintah menargetkan lebih dari 80 ribu unit Koperasi Merah Putih berdiri di desa dan kelurahan se-Indonesia.Lihat Juga :Isuzu Respons Kisruh Mobil Impor Kopdes, Klaim Dapat Order 900 UnitPemerintah memberikan akses permodalan awal bagi Koperasi Merah Putih dengan plafon hingga Rp3 miliar per unit dari bank Himbara, dengan bunga sekitar 6 persen per tahun, tenor 6-10 tahun, dan masa tenggang (grace period) 6-8 bulan.Sebelumnya diinformasikan Agrinas Pangan mengimpor mobil truk dan pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih.Impor ini terdiri dari 35 ribu unit mobil pikap 4x4 produksi Mahindra Ltd, serta 70 ribu unit dari Tata Motors yang mencakup 35 ribu unit pikap 4x4 dan 35 ribu unit truk roda enam. Total nilai impornya mencapai Rp24,66 triliun.Dari informasi yang beredar, salah satu alasan Agrinas mengimpor mobil buatan India lantaran industri di Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan untuk mobil pikap dengan penggerak 4x4.Namun langkah impor truk dan pikap dari India ini menuai sorotan luas. Pasalnya pengadaan 105 ribu unit pikap dan truk oleh BUMN Pangan tersebut, dianggap bisa berdampak kurang baik pada industri kendaraan di dalam negeri yang diketahui merupakan sektor padat karya dengan ribuan pekerja. (tim/mik)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20260330092403-579-1342414/bagaimana-nasib-truk-dan-pikap-india-yang-terlanjur-diimpor-agrinas
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
05 Apr 2026
Indef: Insentif Mobil Elektrifikasi untuk Redam Lonjakan Harga Minyak
03 Apr 2026
Viral Warga Minum Oli 2 Tak Saat Lebaran, Ini Kata Pabrikan
03 Apr 2026
Panduan Singkat Beralih ke Mobil Listrik Bagi Pemula
03 Apr 2026
Ada Dispensasi Urus Perpanjangan SIM Mati Hari Ini
02 Apr 2026
Motor Diisi Pertamax Campur Pertalite Biar Hemat Biaya BBM, Aman?
02 Apr 2026
Giicomvec 2026 Digelar Bulan Ini, Ramai Mobil Niaga dan Ada Merek Baru