Demi Efisiensi, BYD PHK Lebih dari 100 Ribu Pekerja
Judul: Demi Efisiensi, BYD PHK Lebih dari 100 Ribu Pekerja Jakarta, BYD dilaporkan memangkas sekitar 100.000 karyawan atau setara 10 persen dari total tenaga kerjanya pada tahun 2...
Jakarta, BYD dilaporkan memangkas sekitar 100.000 karyawan atau setara 10 persen dari total tenaga kerjanya pada tahun 2025-2026. Perusahaan langkah ini diambil demi efisiensi.Perusahaan menyebut pemutusan hubungan kerja (PHK) ini disebabkan restrukturisasi, peningkatan efisiensi, dan langkah pengendalian biaya, bukan akibat melemahnya permintaan kendaraan elektrifikasi.Lihat Juga :Denza D9 Dapat Penyegaran, Tampang Baru dan Ngecas Lebih Ngebut
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Car News China melaporkan pemutusan hubungan kerja alias PHK dilakukan ketika produsen mulai terfokus pada efisiensi operasional dalam persaingan kendaraan listrik (EV).BYD sebelumnya mencetak rekor baru dengan mencatat pendapatan 803,96 miliar yuan (US$112,3 miliar) pada 2025, dengan total pengiriman kendaraan 4,60 juta unit. Lalu pengiriman ke luar negeri mencapai sekitar 1,05 juta unit, sekaligus menandai untuk kali pertama perusahaan melampaui angka ekspor sebesea 1 juta unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, laba justru turun di tengah tekanan harga dan investasi. Laba bersih 32,62 miliar yuan (US$4,56 miliar), turun sekitar 19 persen secara tahunan. Penurunan ini disebabkan tekanan harga di pasar kendaraan energi baru domestik serta investasi berkelanjutan pada teknologi kendaraan dan baterai.BYD juga mempertahankan belanja riset dan pengembangan (R&D) sebesar 63,4 miliar yuan meski margin tertekan.Perusahaan juga terus menggiatkan diri untuk melalukan ekspansi global, salah satunya melalui teknologi baterai baru, yaitu Blade Battery 2.0 dengan Flash Charging 2.0 pada 5 Maret 2026.Sistem memungkinkan pengisian daya dari 10 persen ke 70 persen dalam lima menit dan dari 10 persen ke 97 persen dalam sembilan menit.Lihat Juga :PM Thailand Garasikan Mobil Haus BBM Rolls-Royce Beralih ke BYDPengembangan infrastruktur pengisian cepat ini sejalan dengan target ekspor BYD pada 2026 yang dinaikkan menjadi 1,5 juta kendaraan, naik 15 persen dari target sebelumnya.Target yang lebih tinggi ini mencerminkan fokus perusahaan pada pasar luar negeri untuk menopang pertumbuhan di tengah persaingan domestik.Penjualan domestik kendaraan energi terbarukan dipahami turun 41 persen pada Februari 2026, terutama akibat faktor musiman terkait libur di China. Maka ekspansi infrastruktur pengisian daya dan teknologi baterai baru diharapkan mampu mendukung stabilitas permintaan dalam beberapa bulan ke depan. (ryh/dmi)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20260401105650-603-1343242/demi-efisiensi-byd-phk-lebih-dari-100-ribu-pekerja
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
05 Apr 2026
Indef: Insentif Mobil Elektrifikasi untuk Redam Lonjakan Harga Minyak
03 Apr 2026
Viral Warga Minum Oli 2 Tak Saat Lebaran, Ini Kata Pabrikan
03 Apr 2026
Panduan Singkat Beralih ke Mobil Listrik Bagi Pemula
03 Apr 2026
Ada Dispensasi Urus Perpanjangan SIM Mati Hari Ini
02 Apr 2026
Motor Diisi Pertamax Campur Pertalite Biar Hemat Biaya BBM, Aman?
02 Apr 2026
Giicomvec 2026 Digelar Bulan Ini, Ramai Mobil Niaga dan Ada Merek Baru