Otomotif 02 Apr 2026 7 views

BYD-Chery Buka Suara Krisis BBM Dorong Warga Beli Mobil Listrik

Jakarta, BYD, salah satu pemain utama dalam industri kendaraan listrik global, termasuk di Indonesia, menilai bahwa krisis energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik...

BYD-Chery Buka Suara Krisis BBM Dorong Warga Beli Mobil Listrik
Jakarta, BYD, salah satu pemain utama dalam industri kendaraan listrik global, termasuk di Indonesia, menilai bahwa krisis energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah, berpotensi meningkatkan minat konsumen untuk beralih ke mobil listrik. Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menyatakan bahwa kondisi serupa telah terjadi di banyak negara.

"Kami juga melihat bersama di beberapa negara, memang kondisi ini turut mendorong meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik," kata Luther pada Kamis (1/4).

Meskipun demikian, Luther menegaskan bahwa bagi BYD, visi jangka panjang tetap menjadi prioritas utama. Ia menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pada BBM sebagai energi utama.

"Namun bagi BYD, fokus utama kami tidak semata pada dinamika jangka pendek, namun kepada solusi praktis berkelanjutan, sesuai dengan visi BYD dari awal yang bergerak di bidang Energy Acquisition, Energy Storage, dan Energy Utilization," jelasnya.

Luther menambahkan bahwa sumber energi terbarukan menjadi salah satu solusi alternatif yang sangat dibutuhkan saat ini untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang semakin terbatas dan memiliki tingkat ketidakpastian tinggi.

Ia melanjutkan, penggunaan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) merupakan solusi paling efektif untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus membantu mengurangi dampak emisi karbon.

"Karenanya, BYD akan terus mengampanyekan dua hal penting tersebut kepada publik, terutama mendorong agar lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang dapat merasakan manfaat dari NEV menuju masa depan yang lebih baik," kata Luther.

Luther juga menyatakan keprihatinannya terhadap situasi geopolitik terkini. Ia menyebut bahwa industri otomotif pada dasarnya sangat bergantung pada daya beli masyarakat.

"Pada dasarnya, kami melihat industri otomotif adalah bagian yang sangat tergantung pada daya beli masyarakat. Kami berharap dinamika seperti krisis energi global tidak berdampak luas pada banyak hal termasuk kondisi pasar," ucap Luther.

Secara terpisah, Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania, berpendapat bahwa potensi kenaikan harga maupun krisis BBM belum tentu berdampak langsung terhadap lonjakan penjualan mobil listrik berbasis baterai di Indonesia.

Budi menjelaskan bahwa realisasi di lapangan masih sangat bergantung pada sejumlah faktor lain. "Saat ini kondisinya masih belum jelas walaupun diprediksi akan memicu peningkatan permintaan terhadap mobil listrik, namun hal ini juga belum bisa diprediksi secara pasti," ujar Budi pada Selasa (31/3).

Menurut Budi, ada dua faktor utama yang akan sangat menentukan arah pasar kendaraan listrik ke depan. Pertama, kondisi perekonomian masyarakat, dan kedua, terkait kejelasan skema insentif dari pemerintah.

"Dua faktor utama yaitu kondisi perekonomian dan skema insentif yang sampai saat ini belum difinalkan kelanjutannya," kata Budi.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20260402135504-603-1343695/byd-chery-buka-suara-krisis-bbm-dorong-warga-beli-mobil-listrik
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.