Toyota Indonesia Bahas Pertemuan Prabowo dengan Prinsipal di Jepang
Jakarta, Arah kebijakan investasi otomotif di Indonesia dirasa perlu mempertimbangkan kondisi pasar yang belum pulih sepenuhnya. Di tengah situasi tersebut, pabrikan otomotif terbe...
Banyak Dealer Mobil Jepang Jadi Merek China, Dampak Serius Transisi EVNamun, ekspansi ke pasar ekspor di tengah situasi sekarang tak bisa dikatakan mudah. Kata Bob kini terdapat persoalan logistik global akibat memanasnya situasi Timur Tengah, termasuk keterbatasan kontainer yang mengganggu arus distribusi.
"Tapi sekarang ekspor pun problem gitu loh ya kan. Bahkan bener-bener non-Timur Tengah pun problem. Karena kontainernya juga nggak ada gitu loh. Jadi kita sudah ekspor tapi kontainernya nggak balik. Jadi memang ekspor pun nggak mudah," katanya.Di saat yang sama, banyak negara lebih mengandalkan kekuatan ekonomi lokal. Namun di satu sisi, kondisi saat ini dirasa semakin ketat, sementara pasar dalam negeri masih stagnan karena daya beli melemah.Dalam situasi tersebut, Bob berpandangan dukungan pemerintah sebaiknya diarahkan kepada pelaku industri yang sudah berinvestasi dan memiliki basis produksi di Tanah Air. Langkah ini dianggap lebih efektif dibanding memberi berbagai insentif kepada calon investor baru.Bob menilai kehadiran pemain baru justru berpeluang menambah beban fiskal pemerintah, karena umumnya membutuhkan berbagai insentif di tahap awal investasi."Jadi memang ya paling bagus bagi pemerintah tuh untuk mendorong existing player yang sudah ada di Indonesia. Untuk expand," kata Bob."Bukannya meng-create revenue malah dia akan membutuhkan insentif ini itu ini itu ya kasihan pemerintah," ujar Bob lagi.Dengan keterbatasan anggaran pada era efisiensi pemerintah, Bob menambahkan strategi mendorong ekspansi pelaku lama bisa menjadi opsi yang lebih realistis."Ya sekarang kan terbatas. Jadi pemerintah mendorong existing player. Ya termasuk kita ini kan existing player gitu. Seharusnya itu didorong," ucap Bob.Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan belasan bos perusahaan asal Jepang, termasuk perwakilan industri otomotif, Toyota, di Tokyo, pada Selasa 31 Maret 2026. Agenda ini diklaim telah menghasilkan berbagai kerjasama strategis untuk ke depan.Kala itu Toyota diwakilkan Masahiko Maeda, CEO Toyota Asia Region.Lihat Juga :Pajak Beli Mobil Baru 40% Terlalu Tinggi, Pemerintah Rela Turunkan?Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan pertemuan ini bagian upaya strategis pemerintah memperkuat kerja sama investasi, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri sebagai prioritas nasional dan memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai pasok global.Menurut dia Prabowo mendorong para investor Jepang makin aktif memperluas investasi di Indonesia, terutama pada sektor hilirisasi yang memiliki nilai tambah tinggi.Pertemuan juga menjadi kelanjutan dari capaian investasi signifikan atas raihan sebelumnya, dengan nilai komitmen lebih dari Rp380 triliun.Teddy melanjutkan kunjungan resmi Prabowo ke Jepang lantas menghasilkan capaian berupa komitmen kerja sama bisnis dengan nilai signifikan. Meski demikian ia tak mengurai kerjasama bisnis yang diperoleh atas angka tersebut."Dari Jepang tercatat komitmen bisnis sebesar USD23,63 miliar atau setara Rp401,7 triliun," ungkap dia. (ryh/fea)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20260417090433-579-1349002/toyota-indonesia-bahas-pertemuan-prabowo-dengan-prinsipal-di-jepang
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Ada-ada Saja, Denza Berlagak Jadi Mobil Pejabat Malah Ditilang Polisi
27 May 2026
Perpanjang SIM Mati di Hari Raya Iduladha Bisa Dilakukan Besok
27 May 2026
Ini Spesifikasi Mesin Mobil Boleh Diisi Pertalite
27 May 2026
Ferrari Rilis Mobil Listrik Pertama Tenaga 1.000 Hp
26 May 2026
Toyota GR Yaris Terbaru Rilis di Indonesia, Kini Tembus Rp1,2 Miliar
26 May 2026
FOTO: Penampakan Mobil Listrik Pertama Ferrari