Otomotif 13 May 2026 8 views

Pemerintah Rencana Subsidi Mobil Listrik Berbasis Nikel, Ini Kata BYD

BYD Indonesia angkat bicara menanggapi rencana pemerintah untuk menyubsidi pembelian mobil listrik melalui skema diskon Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Ins...

Pemerintah Rencana Subsidi Mobil Listrik Berbasis Nikel, Ini Kata BYD
BYD Indonesia angkat bicara menanggapi rencana pemerintah untuk menyubsidi pembelian mobil listrik melalui skema diskon Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Insentif ini akan mempertimbangkan kandungan nikel dalam baterai mobil listrik dan hanya berlaku untuk kendaraan listrik berbasis baterai, bukan hibrida.

Head of PR & Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, mengaku belum bisa berkomentar banyak mengenai rencana tersebut. Namun, ia menyambut baik jika program ini benar-benar diterapkan di Indonesia. "Saya percaya intensi pemerintah adalah mendukung percepatan transisi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap subsidi bahan bakar," ujar Luther di Jakarta, Selasa (12/5).

Menurut Luther, situasi global yang semakin kompleks membuat Indonesia perlu mengurangi penggunaan kendaraan berbasis bahan bakar. Ia menambahkan, baik baterai nikel maupun lithium ferro phosphate (LFP) sama-sama memiliki peran penting dalam mendukung agenda elektrifikasi nasional.

Meski ada kemungkinan insentif lebih besar untuk kendaraan listrik berbasis nikel, Luther tidak dapat berspekulasi mengenai kemungkinan BYD beralih menggunakan baterai nickel manganese cobalt (NMC). Bagi BYD, strategi jangka panjang adalah prioritas utama, sementara kebijakan pemerintah merupakan bagian dari dinamika pasar yang terus berkembang. "Strategi BYD adalah strategi jangka panjang. *Policy* merupakan salah satu dinamika *market* dan kami berharap kebijakan ini bisa menjadi *booster* terhadap penjualan kendaraan listrik," jelasnya.

Luther juga menambahkan bahwa rencana pemberian insentif tambahan dari pemerintah merupakan sinyal bahwa kebijakan yang ada selama ini cukup efektif dalam mempercepat penetrasi kendaraan listrik di pasar domestik.

Pemerintah sendiri telah mengumumkan sejumlah stimulus otomotif baru, termasuk insentif untuk pembelian kendaraan elektrifikasi mobil listrik berbasis baterai. Insentif ini berupa diskon PPN DTP, dengan besaran antara 40 persen hingga 100 persen, tergantung pada kandungan nikel dalam baterai mobil listrik. Semakin tinggi kandungan nikelnya, semakin besar peluang mendapatkan diskon 100 persen. Insentif tahap awal akan mensubsidi 100 ribu unit mobil listrik dan rencananya akan berlaku mulai bulan depan.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20260513091832-603-1358113/pemerintah-rencana-subsidi-mobil-listrik-berbasis-nikel-ini-kata-byd
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.