Purbaya Tunda Insentif 200 Ribu Kendaraan Listrik
Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan insentif kendaraan listrik yang sebelumnya dijanjikan mulai Juni diputuskan ditunda. Bendaraha Negara menjelaskan perhitun...
Pada awal Mei, Purbaya mengungkap pemerintah sudah menyiapkan insentif buat 200 ribu kendaraan listrik, yaitu 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu sepeda motor listrik. Dia juga menjanjikan bila kuota habis terbuka kemungkinan bakal ditambah.Saat itu Purbaya menyebut insentif ini bakal diberikan pada Juni untuk penguatan pertumbuhan perekonomian dalam jangka pendek, yaitu di triwulan ketiga dan keempat. Stimulus ini diharapkan mendorong konsumsi dan mengurangi penggunaan bahan bakar.
Daftar Mobil Listrik Baterai Nikel di Indonesia, Minim Merek ChinaBYD Respons Purbaya Soal Insentif EV Baterai Nikel Lebih BesarPenjualan Mobil-Motor Naik, Purbaya Sebut Daya Beli Warga Masih AdaBelakangan diketahui insentif untuk mobil listrik berupa diskon pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah atau PPN DTP sebesar 40 persen sampai 100 persen.Alokasi besar PPN DTP untuk mobil listrik ditentukan dari kandungan nikel di baterainya.Sementara buat motor listrik diberikan subsidi Rp5 juta untuk pembelian satu unit baru.Purbaya tak menjelaskan banyak terkait alasan penundaan insentif ini, dia hanya bilang masih ada yang perlu diperhitungkan."Ada perhitungan yang masih dihitung," ujar Purbaya. (fea)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20260526140908-603-1362531/purbaya-tunda-insentif-200-ribu-kendaraan-listrik
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
27 May 2026
Perpanjang SIM Mati di Hari Raya Iduladha Bisa Dilakukan Besok
27 May 2026
Ini Spesifikasi Mesin Mobil Boleh Diisi Pertalite
27 May 2026
Ferrari Rilis Mobil Listrik Pertama Tenaga 1.000 Hp
26 May 2026
Toyota GR Yaris Terbaru Rilis di Indonesia, Kini Tembus Rp1,2 Miliar
26 May 2026
FOTO: Penampakan Mobil Listrik Pertama Ferrari
26 May 2026
Dealer Terbakar di BSD, BYD Bantah Dari Area Penyimpanan Baterai