Aplikasi China Diblokir di Banyak Negara, Ternyata Ini Alasannya
Judul: Aplikasi China Diblokir di Banyak Negara, Ternyata Ini Alasannya Daftar Isi Australia Republik Ceko Prancis Jerman India Italia Belanda Rusia Korea Selatan Taiwan Amerika S...
Daftar Isi
Australia
Republik Ceko
Prancis
Jerman
India
Italia
Belanda
Rusia
Korea Selatan
Taiwan
Amerika Serikat
Jakarta, Sejumlah negara mulai melarang penggunaan aplikasi kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, yang diklaim mampu menyaingi ChatGPT dengan biaya lebih murah. Lantas, apa penyebabnya?DeepSeek membuat heboh dunia awal tahun lalu, karena diduga mencontek model kecerdasan buatan OpenAI. Startup China ini diklaim terus menerus mencoba meniru teknologi perusahaan AI Amerika.Lihat Juga :Nvidia Pamer Alpamayo, Bikin Mobil Otonom Berpikir Seperti Manusia
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan biaya yang jauh lebih rendah, AI ini menjadi sorotan di beberapa negara terkait kebijakan keamanan dan praktik privasinya."Menurut kebijakan privasinya, DeepSeek menyimpan berbagai data pribadi, termasuk permintaan ke program AI-nya dan file yang diunggah, di komputer-komputer di China," tulis Reuters, Selasa (6/1).Maka dari itu beberapa negara sudah melakukan tindakan terkait AI terbaru asal China ini.Berikut adalah tindakan negara-negara terkait DeepSeek:
AustraliaPada awal Februari 2025, Australia melarang penggunaan DeepSeek di semua perangkat pemerintah karena kekhawatiran keamanan.Republik CekoPemerintah Republik Ceko, melarang administrasi publik negara tersebut menggunakan layanan apa pun dari startup AI China DeepSeek pada Juli lalu, karena kekhawatiran terkait keamanan data.PrancisJanuari 2025, otoritas perlindungan privasi Prancis menyatakan akan menginterogasi DeepSeek untuk memahami lebih baik bagaimana sistem AI startup China tersebut beroperasi, serta potensi risiko privasi bagi pengguna.JermanSeorang komisioner otoritas perlindungan data mengatakan bahwa Jerman telah meminta Apple dan Google pada bulan Juni, untuk menghapus DeepSeek dari toko aplikasi mereka karena kekhawatiran terkait keamanan data.IndiaPada awal Februari, kementerian keuangan India meminta pegawainya untuk menghindari penggunaan alat kecerdasan buatan, termasuk ChatGPT dan DeepSeek, untuk tujuan resmi, dengan alasan risiko terhadap kerahasiaan dokumen dan data pemerintah.Lihat Juga :Sam Altman: Meta Mau 'Bajak' Staf OpenAI, Janjikan Bonus Rp1,6 TriliunItaliaOtoritas persaingan usaha Italia, AGCM, telah menyelesaikan penyelidikan terhadap DeepSeek yang dituduh tidak memberitahu pengguna bahwa sistem tersebut dapat menghasilkan informasi yang tidak akurat.Kasus ini ditutup dengan syarat bahwa komitmen mengikat AGCM disetujui.Pada Januari aplikasi tersebut diblokir karena kurangnya informasi mengenai penggunaan data pribadi.BelandaPada akhir Januari, otoritas perlindungan data Belanda mengumumkan akan meluncurkan penyelidikan terhadap praktik pengumpulan data oleh perusahaan kecerdasan buatan China DeepSeek, dan mendesak pengguna Belanda untuk berhati-hati dalam menggunakan perangkat lunak perusahaan tersebut.Juru bicara pemerintah mengumumkan bahwa pada akhir Juli pegawai negeri dilarang menggunakan aplikasi tersebut, dengan mengacu pada kebijakan terkait negara-negara yang memiliki program siber yang merugikan.RusiaPresiden Rusia Vladimir Putin menginstruksikan Sberbank pada awal Februari, bank terbesar di Rusia, untuk bekerja sama dengan peneliti China dalam proyek kecerdasan buatan (AI) bersama, menurut seorang eksekutif senior kepada Reuters.Korea SelatanPada pertengahan Februari, otoritas perlindungan data Korea Selatan mengumumkan bahwa unduhan baru aplikasi DeepSeek telah dihentikan di negara tersebut, setelah startup mengakui gagal mempertimbangkan beberapa aturan otoritas terkait perlindungan data pribadi.Menteri industri sementara memblokir akses karyawan ke DeepSeek karena kekhawatiran keamanan.Layanan tersebut kembali tersedia pada akhir April.Lihat Juga :Foto AI Penangkapan Presiden Maduro Banjiri Medsos, Simak BedanyaTaiwanTaiwan melarang departemen pemerintah menggunakan layanan DeepSeek pada bulan Februari, menganggapnya sebagai risiko keamanan. Ada juga kekhawatiran tentang sensor di DeepSeek dan risiko data berakhir di China.Amerika SerikatThe New York Times melaporkan di bulan April bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan sanksi yang akan mencegah DeepSeek, membeli teknologi AS dan mendiskusikan apakah akan membatasi akses warga AS ke layanannya.Pada Desember, sekelompok sembilan anggota Kongres AS mengirim surat kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, mendesak Pentagon untuk menambahkan beberapa perusahaan teknologi China, termasuk DeepSeek, ke daftar entitas yang diduga membantu militer China.Tujuh senator AS dari Partai Republik telah meminta Departemen Perdagangan pada Agustus lalu untuk mengevaluasi potensi kerentanan keamanan data yang ditimbulkan oleh model kecerdasan buatan (AI) sumber terbuka China seperti DeepSeek. (wpj/dmi)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260108163144-185-1314986/aplikasi-china-diblokir-di-banyak-negara-ternyata-ini-alasannya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
BRIN Ungkap Pemicu Hujan Ekstrem dan Siklon Tropis Makin Sering di RI
13 Feb 2026
XLSmart Antisipasi Lonjakan Trefik Ramadhan Hingga Lebaran
13 Feb 2026
FOTO: Merayakan Inovasi Baru di Geotab Connect 2026
13 Feb 2026
Penipuan Dokumen Digital Marak, Warga Diimbau Lebih Ketat Verifikasi
13 Feb 2026
Riset Terbaru Ungkap Cadangan Hidrogen di Inti Bumi Setara 45 Lautan
13 Feb 2026
Bos Geotab Bicara Tantangan Pasar di Indonesia