Cahaya Merah dan Dentuman di Cianjur Fenomena Apa? Ini Kata Pakar
Judul: Cahaya Merah dan Dentuman di Cianjur Fenomena Apa? Ini Kata Pakar Jakarta, Cahaya merah disertai dentuman keras yang terdengar di langit kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur,...
Jakarta, Cahaya merah disertai dentuman keras yang terdengar di langit kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada Senin (5/1) menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Fenomena apa itu?Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.15 WIB itu dilaporkan warga sebagai kilatan cahaya berwarna kemerahan yang muncul sesaat sebelum terdengar suara ledakan cukup keras.Lihat Juga :Dentuman di Puncak Cianjur Bikin Geger Warga, Ini Penjelasan PVMBG
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University Sonni Setiawan menjelaskan bahwa hasil analisis data cuaca menunjukkan fenomena tersebut tidak berkaitan dengan badai petir."Kondisi atmosfer saat kejadian terpantau normal dan tidak menunjukkan adanya cuaca ekstrem," ujarnya, mengutip laman resmi IPB University, Jumat (9/1).
Ia menambahkan, pemantauan seismograf juga tidak menemukan aktivitas seismik maupun vulkanik. Menurut dia data juga tidak menunjukkan peningkatan aktivitas Gunung Gede maupun pergerakan sesar di kawasan Gunung Gede-Pangrango yang dapat dikaitkan dengan kejadian tersebut.Dengan kondisi cuaca dan seismik yang normal, Sonni menegaskan bahwa dentuman dan kilatan cahaya itu tidak disebabkan oleh aktivitas vulkanik, gempa bumi, maupun badai petir.Meski demikian, secara ilmiah masih terdapat kemungkinan lain. Menurut Sonni, salah satu fenomena alam yang paling mungkin menjelaskan kejadian tersebut adalah bolide."Salah satu fenomena alam yang paling mungkin adalah bolide atau bola api," jelasnya.Pilihan RedaksiKemunculannya Bikin Geger Warga Sumbar, Apa Itu Sinkhole?Kapan Puncak Musim Hujan di Jabodetabek? Ini Kata BMKGPrediksi Awal Ramadhan 2026, Ada Kemungkinan Berbeda?Bolide merupakan peristiwa masuknya meteoroid berukuran relatif besar ke atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi. Gesekan dengan atmosfer menyebabkan meteoroid terbakar cepat dan menghasilkan kilatan cahaya terang menyerupai meteor."Jika ukurannya cukup besar, meteoroid dapat meledak di atmosfer dan menimbulkan gelombang kejut sonik yang terdengar sebagai dentuman keras oleh warga di permukaan," paparnya.Ia menjelaskan, kilatan cahaya yang terlihat juga dapat muncul akibat proses ablasi dan ionisasi atmosfer yang memicu pelepasan energi elektromagnetik.Penjelasan ini sejalan dengan kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).Sonni menambahkan bahwa fenomena serupa pernah terjadi di wilayah Cirebon beberapa bulan lalu."Sebuah meteor dilaporkan mencapai permukaan Bumi dan menyebabkan kerusakan pada sebagian atap rumah warga," katanya.Meski mengarah pada fenomena bolide, Sonni menegaskan bahwa dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi lanjutan."Untuk memastikan penyebab pastinya, diperlukan pengamatan langsung serta temuan lapangan di lokasi kejadian, termasuk kemungkinan adanya jejak material meteorit," tutup Sonni. (wpj/dmi)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260113111038-199-1316462/cahaya-merah-dan-dentuman-di-cianjur-fenomena-apa-ini-kata-pakar
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Layanan AppleCare+ Resmi Hadir di Indonesia, Cek Harganya
13 Feb 2026
Bos Instagram Bantah Aplikasinya Bikin Kecanduan, Ini Katanya
13 Feb 2026
BRIN Ungkap Pemicu Hujan Ekstrem dan Siklon Tropis Makin Sering di RI
13 Feb 2026
XLSmart Antisipasi Lonjakan Trefik Ramadhan Hingga Lebaran
13 Feb 2026
FOTO: Merayakan Inovasi Baru di Geotab Connect 2026
13 Feb 2026
Penipuan Dokumen Digital Marak, Warga Diimbau Lebih Ketat Verifikasi