Komdigi Beber Penyebab Kebocoran Data dan Serangan Siber di Indonesia
Judul: Komdigi Beber Penyebab Kebocoran Data dan Serangan Siber di Indonesia Jakarta, Kebocoran data--terutama data pribadi--hingga serangan siber menjadi momok yang belum tersele...
Jakarta, Kebocoran data--terutama data pribadi--hingga serangan siber menjadi momok yang belum terselesaikan di era kemajuan digital Indonesia saat ini.Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Alexander Sabar mengatakan sejatinya insiden kebocoran data dan serangan siber di Indonesia didominasi persoalan teknis yang mendasar.Persoalan teknis itu mulai dari penggunaan sistem elektronik yang sudah usang hingga faktor kelalaian manusia atau human error.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Solusi teknologi keamanan sebenarnya tersedia, namun efektivitasnya sering terhambat oleh penerapan dan pengelolaan yang belum optimal," kata Alex kepada wartawan, Sabtu (17/1) seperti dikutip dari detik.com.Alex menjelaskan berdasarkan catatan pihaknya, masih banyak sistem digital dibangun dengan arsitektur lama dan tidak lagi mendapatkan pembaruan keamanan secara berkala.
Kondisi tersebut, sambungnya, membuat sistem menjadi rentan dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber.Pilihan RedaksiKomdigi hingga DJKI Dianugerahi Citra Penjaga Layar 2025Kisruh Tower di Badung Bali Dinilai Rugikan MasyarakatKomdigi Panggil Meta, Minta Penjelasan Dugaan Kebocoran Data InstagramSelain itu, dia mengatakan disiplin keamanan informasi di tingkat pengguna juga dinilai masih lemah. Hal ini terlihat dari pengelolaan kata sandi, konfigurasi sistem, hingga tata kelola akses yang belum optimal.Menurut Alex, peran human error dan serangan murni dari peretas sulit dipisahkan.Dia menilai banyak kebocoran data terjadi bukan semata karena kecanggihan teknik pelaku, melainkan akibat celah internal. Beberapa di antaranya seperti salah konfigurasi sistem, keberhasilan serangan phishing, hingga pengelolaan hak akses yang tidak disiplin.Alex juga menyoroti kebocoran data yang terjadi pada instansi dengan anggaran teknologi informasi (IT) besar. Ia menegaskan, besarnya anggaran tidak otomatis menjamin keamanan yang tinggi.Dia menjelaskan bahwa instansi berskala besar biasanya memiliki ekosistem sistem yang kompleks, melibatkan banyak aplikasi, vendor, integrasi lintas platform, serta pengguna dengan kewenangan berbeda-beda.Kompleksitas ini meningkatkan potensi kesalahan dan celah pengamanan jika tidak diimbangi dengan tata kelola keamanan yang kuat dan terintegrasi.Lebih lanjut, Alex menekankan kebocoran data juga kerap dipicu lemahnya pengawasan terhadap akses internal. Praktik pemberian hak akses berlebihan, minimnya pencatatan dan audit log, serta kurangnya pemantauan aktivitas pengguna internal membuat data rentan disalahgunakan tanpa terdeteksi.Peningkatan ancaman serangan siberAlexander menyebut kualitas serangan siber di Indonesia terus meningkat. Serangan tidak hanya bertambah secara jumlah, tetapi juga semakin terarah dan canggih. Pola serangan seperti ransomware yang menyasar infrastruktur penting, serta teknik rekayasa sosial yang kian sulit dikenali, kini menjadi ancaman serius."Serangan tidak lagi bersifat acak, melainkan dirancang sesuai karakteristik target, termasuk instansi pemerintah dan sektor-sektor strategis," jelasnya.Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Alexander Sabar dalam konferensi pers beberapa waktu lalu. (/Loamy Noprizal).Menanggapi efektivitas Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), Alex mengatakan meningkatnya laporan kebocoran data pascapemberlakuan beleid tersebut tidak bisa langsung dimaknai sebagai kegagalan regulasi.Sebaliknya, hal itu menunjukkan meningkatnya kesadaran publik, kewajiban pelaporan, serta perhatian terhadap isu pelindungan data pribadi.Tantangan utama saat ini, kata Alex, berada pada tahap implementasi, mulai dari kesiapan pengendali dan prosesor data, penguatan fungsi pengawasan, hingga konsistensi penegakan hukum."Dengan penguatan regulasi turunan, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta kepatuhan lintas sektor, efektivitas UU PDP diharapkan semakin nyata dalam jangka menengah dan panjang," kata Alex.Baca berita lengkapnya di sini. (kid)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260117180247-185-1318011/komdigi-beber-penyebab-kebocoran-data-dan-serangan-siber-di-indonesia
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Fakta Fenomena Komet MAPS yang Hancur Ditelan Matahari Pekan Lalu
06 Apr 2026
Komdigi: Rating Gim IGRS di Steam Bukan Klasifikasi Resmi
06 Apr 2026
Sampah Antariksa Bikin Geger Warga Lampung Ternyata Sisa Roket China
05 Apr 2026
Cara Astronaut Artemis 2 Pelajari Bulan
05 Apr 2026
Pakar: Pemadaman Internet Iran adalah Blackout Nasional Terlama
05 Apr 2026
Pakar Astronomi: Benda di Langit Lampung Sampah Antariksa, Bukan Komet