Sampai Kapan La Nina Bikin Basah Indonesia? Simak Prediksinya
Judul: Sampai Kapan La Nina Bikin Basah Indonesia? Simak Prediksinya Jakarta, Hujan dengan intensitas lebat bahkan ekstrem, yang dampaknya menimbulkan bencana hidrometeorologi sep...
Jakarta, Hujan dengan intensitas lebat bahkan ekstrem, yang dampaknya menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, masih terus mengguyur sejumlah wilayah Indonesia.Salah satu pemicu hujan lebat di Indonesia ini adalah aktifnya fenomena iklim La Nina. Fenomena ini menyebabkan curah hujan di suatu kawasan turun secara berlebihan.Lihat Juga :Kapan Cuaca Indonesia Kembali Normal Tak Diguyur Hujan? Ini Kata BMKG
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, sampai kapan fenomena La Nina pengaruhi cuaca ekstrem di Indonesia?Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi iklim di Tanah Air akan kembali normal mulai April. BMKG memperkirakan fenomena La Nina lemah yang terjadi saat ini tak akan berkembang menjadi kuat.
"La Nina lemah itu kan dipantau dari Nino 3.4 ya, yang ada di perairan Pasifik. Nah ini, La Nina ini nanti akan terus melemah hingga sampai bulan Maret. Ini berdasarkan prakiraan iklimnya," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani seusai rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/1), melansir Detik.Ia menjelaskan setelah La Nina melemah, kondisi iklim diprediksi normal pada April hingga akhir tahun. Setelah itu, pengaruh El Nino maupun La Nina akan hilang."Pada bulan April hingga akhir tahun itu cenderung dalam kondisi normal, ya tidak ada El Nino, tidak ada La Nina, jadi normal," ujar dia.Lebih lanjut, ia mengatakan musim hujan di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat diprediksi berakhir pada akhir Februari hingga Maret. Kemudian, musim kemarau akan dimulai pada April."Kalau di daerah yang dimaksud Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, itu berakhir kira-kira nanti di sekitar Februari sampai Maret," jelasnya."Nanti bulan April, Mei, Juni, hingga nanti September itu masuk ke musim kemarau. Baru musim hujan kembali dimulai di Oktober," lanjut Faisal.Pilihan RedaksiDaftar Daerah Berpotensi Kena Cuaca Ekstrem Sepekan ke DepanBibit Siklon 98S Aktif di Selatan Banten, Waspada Cuaca EkstremBenarkah OMC Bikin Cuaca Tidak Stabil? Ini Penjelasan BMKGBerdasarkan hasil pemantauan dinamika laut dan atmosfer global, BMKG menyebut La Nina lemah yang saat ini memengaruhi Indonesia diperkirakan berakhir pada akhir kuartal pertama 2026.BMKG, dalam Climate Outlook 2026, mengungkap secara spesifik, La Nina lemah masih akan bertahan di Indonesia pada periode Januari-Februari-Maret. Kemudian, mulai Maret-April-Mei, La Nina diprediksi beralih menuju fase netral.BMKG menegaskan bahwa El Nino, fenomena iklim kebalikannya La Nina, tidak akan mampir di Indonesia, seperti yang terjadi pada 2023-2024. Dampaknya, suhu udara nasional pada 2026 diperkirakan lebih rendah dibanding 2024 dan berada dalam rentang yang sudah sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.BMKG mengingatkan bahwa meski pengaruh La Nina melemah, potensi cuaca ekstrem tetap ada, terutama pada periode Januari-Maret 2026 yang bertepatan dengan puncak musim hujan.Karena itu, BMKG tengah memperkuat sistem peringatan dini berbasis dampak (impact-based forecasting) agar informasi cuaca tidak hanya menyebutkan intensitas hujan, tetapi juga potensi risikonya.BMKG menegaskan, tantangan terbesar bukan hanya fenomena El Nino atau La Nina, melainkan perubahan iklim jangka panjang yang ditandai tren kenaikan suhu dan kelembapan udara. (dmi/dmi)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260129225300-641-1322580/sampai-kapan-la-nina-bikin-basah-indonesia-simak-prediksinya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Spesifikasi Smartwatch Huawei Kolaborasi Kipchoge, Rilis Pekan Depan
06 Apr 2026
Bocoran Spesifikasi Oppo Find X9 Ultra yang Meluncur Bulan Ini
06 Apr 2026
BMKG Sebut Kemungkinan Kecil El Nino Menguat 2026
06 Apr 2026
Fakta Fenomena Komet MAPS yang Hancur Ditelan Matahari Pekan Lalu
06 Apr 2026
Komdigi: Rating Gim IGRS di Steam Bukan Klasifikasi Resmi
06 Apr 2026
Sampah Antariksa Bikin Geger Warga Lampung Ternyata Sisa Roket China