Pemicu Hujan dan Angin Kencang di Awal Ramadhan
Judul: Pemicu Hujan dan Angin Kencang di Awal Ramadhan Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat dan sejumlah pihak untuk waspada terhadap...
Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat dan sejumlah pihak untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan imbas sejumlah dinamika atmosfer."Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari kedepan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang," kata BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 20-26 Februari.Menurut BMKG, sejumlah fenomena atmosfer pada berbagai skala, baik global, regional, maupun lokal, masih akan memberikan dampak signifikan terhadap cuaca di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :Dikepung Tektonik Aktif, Ribuan Gempa Terjadi di RI Januari 2026Beberapa yang cukup signifikan terhadap kondisi cuaca Tanah Air adalah Monsun Asia dan gelombang ekuator.
"Monsun Asia masih diprakirakan aktif dan memberikan suplai massa udara serta perpindahan uap air menuju wilayah Indonesia yang cukup signifikan untuk sepekan kedepan," tulis BMKG.Dampak fenomena atmosfer terhadap cuaca Indonesia telah dimulai dari fenomena skala global. Kondisi La Niña lemah yang terdeteksi melalui nilai SOI dan Niño3.4 berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di kawasan Indonesia bagian timur.Kemudian, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi akan terus memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Aktivitas MJO diperkirakan masih berada pada fase Indian Ocean, yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia.Lihat Juga :Prakiraan Cuaca BMKG di Hari Pertama Puasa: Jakarta HujanBMKG mengatakan kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di wilayah Lampung, Laut Jawa Bagian Barat, Laut Jawa Bagian Tengah, Perairan Bengkulu, Sumatera Selatan, Samudra Hindia Barat Bengkulu.Lebih lanjut, sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Hindia barat daya Banten dan Kalimantan Barat."Dengan kelembapan udara yang juga masih tinggi, serta Labilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal di beberapa wilayah, kondisi di atas berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah Indonesia," terangnya.Berikut daftar wilayah berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada periode 20-26 Februari:20-22 FebruariHujan lebat-sangat lebat- Jawa: Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur.- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.- Kalimantan Barat.- Sulawesi: Sulawesi Utara, Sulawesi Barat.- Maluku dan Papua: Maluku Utara, Papua Pegunungan.Angin kencang- Sumatera: Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung.- Jawa: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.- Sulawesi Selatan.23-26 FebruariHujan lebat-sangat lebat- Jawa: DI Yogyakarta, Jawa Timur.- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.- Papua Pegunungan.Angin kencang- Sumatera: Sumatera Barat, Lampung.- Jawa: Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta.- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.- Kalimantan: Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.- Sulawesi dan Gorontalo: Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.- Maluku dan Papua: Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat. (lom/mik)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260220142146-641-1330045/pemicu-hujan-dan-angin-kencang-di-awal-ramadhan
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Besok Ada Gerhana Matahari, Cuma Bisa Dilihat Astronaut Artemis II
06 Apr 2026
Spesifikasi Smartwatch Huawei Kolaborasi Kipchoge, Rilis Pekan Depan
06 Apr 2026
Bocoran Spesifikasi Oppo Find X9 Ultra yang Meluncur Bulan Ini
06 Apr 2026
BMKG Sebut Kemungkinan Kecil El Nino Menguat 2026
06 Apr 2026
Fakta Fenomena Komet MAPS yang Hancur Ditelan Matahari Pekan Lalu
06 Apr 2026
Komdigi: Rating Gim IGRS di Steam Bukan Klasifikasi Resmi