Teknologi 23 Feb 2026 4 views

Punch si Bayi Monyet Jepang Viral di Medsos, Ahli Ungkap Fakta Pilu

Kisah Punch, bayi monyet Jepang yang ditelantarkan ibunya sejak lahir, menjadi viral di media sosial. Punch mencari kenyamanan pada sebuah boneka orangutan. Namun, ahli primata men...

Punch si Bayi Monyet Jepang Viral di Medsos, Ahli Ungkap Fakta Pilu
Kisah Punch, bayi monyet Jepang yang ditelantarkan ibunya sejak lahir, menjadi viral di media sosial. Punch mencari kenyamanan pada sebuah boneka orangutan. Namun, ahli primata mengatakan bahwa Punch pada akhirnya tetap membutuhkan sosok ibu yang hidup dan penuh kasih sayang.

Michael Stern, seorang primatolog lulusan Universitas Harvard, menjelaskan bahwa setiap primata, seperti manusia, membutuhkan objek untuk dicintai saat masih bayi. Secara ilmiah, hampir semua mamalia memiliki emosi dasar yang serupa dengan manusia, sehingga setiap bayi membutuhkan objek untuk menyalurkan kasih sayang mereka. Michael merasa sedih melihat Punch hanya memiliki boneka sebagai sumber kenyamanan.

"Bagi saya, agak sedih bahwa yang dia miliki hanyalah boneka binatang itu," kata Michael, seperti dilansir TMZ, Sabtu (21/2).

Ia juga menekankan pentingnya bayi primata dibesarkan oleh induknya di lingkungan alami, karena rangsangan emosional dan sosial dari ibu tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh manusia atau mainan. Menurutnya, meskipun banyak orang merasa iba saat melihat Punch berlari ke boneka untuk mencari kenyamanan, keberadaannya di dalam kelompok sosial monyet akan membantu proses adaptasinya seiring waktu.

"Saya pikir orang-orang benar merasa sedikit sedih ketika melihatnya berlari ke boneka binatang untuk mencari kenyamanan," ujar Stern.

Menanggapi tawaran publik dari tokoh seperti Andrew Tate dan Tristan Tate yang ingin membeli Punch dari kebun binatang, Stern mengatakan bahwa situasi ini tidak sepenuhnya bisa disalahkan pada pihak kebun binatang. Namun, ia menilai ada cara lain bagi individu yang peduli untuk menunjukkan komitmen nyata terhadap kesejahteraan hewan. Ia juga mengingatkan para penggemar Punch bahwa video yang ditonton secara online mungkin hanya memberikan emosi sesaat bagi manusia, tetapi bagi hewan tersebut, itu adalah seluruh hidup mereka. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan turut berperan dalam mendukung kesejahteraan satwa.

Michael juga menyoroti kondisi lingkungan tempat monyet-monyet tersebut hidup, yang didominasi permukaan beton dengan sedikit rumput atau pohon untuk dipanjat. Ia mengajak publik untuk melihat persoalan ini secara lebih luas sebelum mengambil kesimpulan.

Saat ini, Michael bekerja bersama New Nature Foundation, sebuah organisasi yang berupaya menghentikan deforestasi di Afrika melalui pemanfaatan teknologi baru. Mereka yang terinspirasi oleh kisah Punch dapat berkontribusi dengan memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian tersebut.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260223144215-199-1330893/punch-si-bayi-monyet-jepang-viral-di-medsos-ahli-ungkap-fakta-pilu
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.