Iran Bidik Hancurkan Starlink
Judul: Iran Bidik Hancurkan Starlink Daftar Isi Peran krusial di tengah "Blackout" internet Pemadaman terparah dan informasi yang simpang siur Iran mulai ganggu dan sita perangkat...
Daftar Isi
Peran krusial di tengah "Blackout" internet
Pemadaman terparah dan informasi yang simpang siur
Iran mulai ganggu dan sita perangkat starlink
IRGC Ancam 18 perusahaan teknologi AS
Jakarta, Di tengah gelombang protes anti-pemerintah dan pemadaman internet nasional yang meluas, Iran meningkatkan tekanan dengan menetapkan layanan internet satelit Starlink sebagai "target sah".Media pemerintah melalui Kantor Berita Fars bahkan merilis infografis yang memetakan keberadaan infrastruktur Starlink di sejumlah negara kawasan seperti Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.Laporan tersebut memperingatkan bahwa jaringan tersebut berisiko menjadi sasaran seiring meningkatnya konflik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam negeri, penggunaan Starlink tetap dilarang dan dapat berujung hukuman penjara. Namun di tengah pemutusan komunikasi, layanan milik Elon Musk melalui SpaceX itu justru dilaporkan menyediakan akses internet gratis bagi warga Iran menjadi jalur penting untuk menyebarkan foto dan video protes ke dunia luar.Lihat Juga :Iran Ancam Ratakan Kantor Apple Hingga Google, Ada Apa?
Peran krusial di tengah "Blackout" internetMelansir Aljazeera Sejak pemerintah Iran memblokir sebagian besar akses internet, warga mengandalkan proxy dan terminal Starlink untuk tetap terhubung.Meski tanpa izin resmi, ribuan perangkat dilaporkan telah diselundupkan sejak 2022, bertepatan dengan protes besar pasca kematian Mahsa Amini.Saat itu, mantan Presiden AS Joe Biden memberi kelonggaran sanksi agar perusahaan teknologi dapat menyediakan alat komunikasi bagi warga Iran.Belakangan, Presiden Donald Trump juga menyatakan ingin Starlink membantu memulihkan akses internet di negara tersebut.Mahmood Amiry-Moghaddam dari Iran Human Rights menegaskan pentingnya peran Starlink."Hal itu sangat penting karena jika tidak, kita tidak akan mendapatkan informasi apa pun," ujarnya.Pemadaman terparah dan informasi yang simpang siurMenurut Internet Society, Iran telah mengalami 17 kali pemadaman internet sejak 2018. Namun kali ini disebut paling parah. Perusahaan keamanan siber Cloudflare mencatat gangguan dimulai dari anomali lalu lintas sebelum akhirnya Iran "hampir sepenuhnya terputus dari internet global"."Namun, belum pernah terjadi pemadaman yang melanda seluruh negeri seperti sekarang ini dan berlangsung selama berhari-hari. Belum pernah separah ini," ujar Amiry-MoghaddamDi tengah kondisi tersebut, angka korban masih simpang siur. Pemerintah Iran menyebut lebih dari 100 anggota pasukan keamanan tewas. Namun kelompok oposisi mengklaim korban jauh lebih besar, bahkan melebihi 1.000 demonstran.Sementara Human Rights Activists News Agency memperkirakan angka mencapai 2.571 orang, meski belum dapat diverifikasi secara independen.Lihat Juga :Misi Artemis II Segera Meluncur, Manusia Siap Kembali ke BulanIran mulai ganggu dan sita perangkat starlinkBerbeda dari sebelumnya, Iran kini juga aktif mengganggu sinyal Starlink dan menyita perangkatnya."Kami tidak pernah melihat Iran mencoba mengganggu sinyal Starlink. Itu sama sekali tidak pernah terjadi. Sekarang mereka melakukannya," ungkap Amir Rashidi dari Miaan Group.Media pemerintah bahkan merilis video penyitaan terminal yang disebut sebagai "peralatan spionase dan sabotase elektronik".IRGC Ancam 18 perusahaan teknologi ASDi saat yang sama, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memperluas ancaman terhadap perusahaan teknologi Amerika Serikat."Perusahaan-perusahaan ini, mulai pukul 20.00 waktu Teheran pada Rabu, 1 April, harus siap menerima serangan sebagai balasan atas setiap pembunuhan di Iran," pernyataan IRGC, seperti dikutip AFP, Selasa (31/2)."Perusahaan yang secara aktif berpartisipasi dalam rencana teroris akan menghadapi tindakan balasan untuk setiap pembunuhan yang ditargetkan," lanjut pernyataan tersebut."Kami menyarankan para karyawan perusahaan-perusahaan ini untuk segera meninggalkan kantor jika ingin selamat," lanjut IRGCPerusahaan yang disebut antara lain Google, Meta, Apple, Microsoft, hingga Intel. Sejak operasi militer yang dilaporkan melibatkan kecerdasan buatan (AI), IRGC menilai infrastruktur teknologi komersial kini menjadi bagian dari medan konflik.Penggunaan Starlink dalam perang Ukraina pasca invasi Rusia 2022 memperlihatkan bagaimana teknologi sipil dapat berubah menjadi aset strategis militer.Di satu sisi, Starlink membuka akses informasi di tengah pembatasan ketat. Namun di sisi lain, kehadirannya memicu perdebatan soal kedaulatan digital menandai bahwa perusahaan teknologi kini berada di garis depan konflik geopolitik global. (wpj/mik)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260401144007-192-1343356/iran-bidik-hancurkan-starlink
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
05 Apr 2026
Cara Astronaut Artemis 2 Pelajari Bulan
05 Apr 2026
Pakar: Pemadaman Internet Iran adalah Blackout Nasional Terlama
05 Apr 2026
Pakar Astronomi: Benda di Langit Lampung Sampah Antariksa, Bukan Komet
05 Apr 2026
Warga Lampung Geger Benda Bercahaya di Langit, Ini Kata Ahli
05 Apr 2026
Studi Terbaru Ungkap AI Kini Makin Sering Berbohong
05 Apr 2026
FOTO: Tas Ini Terbuat dari Kolagen Dinosaurus, Bakal Dilelang Rp8,5 M