Gempa Bitung M7,6 Kategori Megathrust, Apa Saja Dampaknya?
Gempa berkekuatan M7,6 yang melanda Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4) pagi, merupakan jenis gempa megathrust dengan potensi tsunami yang sangat tinggi. Plt. Direktur Gempa b...
Berdasarkan lokasi dan kedalamannya, gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal yang diakibatkan oleh aktivitas Subduksi Laut Maluku. Analisis menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust). Rahmat Triyono menambahkan bahwa kedalaman yang dangkal (33 km) dan mekanisme sesar naik menjadikan gempa ini berpotensi tinggi memicu tsunami, berbeda dengan mekanisme mendatar. Oleh karena itu, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk beberapa wilayah terdampak.
Anggota Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen), Daryono, menjelaskan bahwa Zona Laut Maluku merupakan salah satu zona tektonik paling kompleks dan aktif di dunia. Kawasan ini unik karena berada dalam sistem subduksi ganda-lempeng yang "terjepit" dari dua arah, menciptakan tekanan luar biasa yang sering dilepaskan dalam bentuk gempa bermekanisme sesar naik (thrust). Mekanisme ini sangat efektif dalam mengangkat dasar laut secara tiba-tiba, sehingga berpotensi memicu tsunami. Daryono juga tidak mengesampingkan kemungkinan pemicu tambahan seperti longsoran bawah laut.
Sebelumnya, gempa M7,6 ini telah memicu tsunami kecil di dua lokasi. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan bahwa tsunami terdeteksi di Halmahera Barat dengan ketinggian 0,3 meter pada pukul 06.08 WIB dan di Bitung setinggi 0,2 meter pada pukul 06.15 WIB. Meskipun relatif kecil, masyarakat di pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara diminta untuk tetap menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah, karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan aparat setempat, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemantauan dan pembaruan informasi akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Abdul Muhari menambahkan bahwa hingga pukul 07.00 WIB, tercatat dua gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB. Kedua gempa susulan ini berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami, namun tetap dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260402094036-199-1343591/gempa-bitung-m76-kategori-megathrust-apa-saja-dampaknya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
'Kiamat' Suhu Panas Global Tercatat hingga 2030
28 May 2026
Tarif Layanan Premium Instagram dan WhatsApp Plus
28 May 2026
17 Wilayah di Indonesia Bakal Dihuyur Hujan Hari Ini
28 May 2026
FOTO: Gletser 'Curi' Kampung di Swiss
27 May 2026
NASA Bersiap Umumkan Nama Astronaut Misi Artemis III
27 May 2026
Kenapa Penentuan Iduladha Lebih Cepat Dibanding Idulfitri?