1.378 Gempa Susulan Guncang Sulut-Malut, BMKG Sebut Intensitas Mereda
Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gempa bumi susulan yang mengguncang Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) akan mereda sepenuhn...
BMKG Catat 921 Gempa Susulan Guncang Wilayah Sulut-MalutMenurut Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama, data harian menunjukkan penurunan konsisten, di mana pada hari pertama tercatat 394 kejadian, dan terus merosot hingga mencapai 91 gempa pada hari keenam, dan 63 gempa pada hari ketujuh.
"Meskipun tren menunjukkan penurunan, intensitas gempa selama masa peluruhan ini bersifat fluktuatif, sehingga getaran yang dirasakan sesekali mungkin masih muncul sebelum kondisi benar-benar stabil," kata Nelly dalam keterangannya, Kamis (9/4).Sementara Tim survei gabungan BMKG dari Pusat, Balai Besar MKG Wilayah IV, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Maluku Utara dan Sulawesi Utara saat ini masih terus memvalidasi dampak di lapangan.Tim melakukan survei makroseismik yang membuktikan tingkat guncangan terbesar mencapai skala VII MMI di Kecamatan Pulau Batang Dua, sesuai peta guncangan yang diterbitkan BMKG.Selain itu petugas di lapangan juga telah memverifikasi jejak rendaman tsunami setinggi 0,5 hingga 1,5 meter di wilayah Bitung, Pulau Lembeh, Minahasa Utara, dan Minahasa Tenggara, yang membuktikan akurasi Peringatan Dini Tsunami pada tingkat Siaga saat kejadian berlangsung.Untuk menjamin keamanan warga selama masa pemulihan ini, BMKG juga melaksanakan pengukuran mikrozonasi untuk memetakan kerentanan tanah terhadap potensi likuefaksi dan longsor.Lihat Juga :Mengenal Punggungan Mayu, Lokasi Sumber Gempa Bitung M7,6Langkah tersebut berjalan beriringan dengan sosialisasi masif kepada masyarakat untuk menangkal informasi hoaks yang seringkali memicu kepanikan."Edukasi terkait prosedur evakuasi mandiri yang benar menjadi prioritas utama tim di lapangan agar warga memiliki pemahaman mitigasi yang tepat," tutur Nelly.Lebih lanjut, Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik.Ia menegaskan agar warga menghindari bangunan yang telah mengalami kerusakan struktur atau retakan signifikan guna menghindari risiko runtuhan akibat gempa susulan. Masyarakat juga wajib menjauhi area lereng perbukitan yang rawan longsor akibat ketidakstabilan tanah pasca-gempa. (fea/lom/fea)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260412103437-199-1346993/1378-gempa-susulan-guncang-sulut-malut-bmkg-sebut-intensitas-mereda
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
'Kiamat' Suhu Panas Global Tercatat hingga 2030
28 May 2026
Tarif Layanan Premium Instagram dan WhatsApp Plus
28 May 2026
17 Wilayah di Indonesia Bakal Dihuyur Hujan Hari Ini
28 May 2026
FOTO: Gletser 'Curi' Kampung di Swiss
27 May 2026
NASA Bersiap Umumkan Nama Astronaut Misi Artemis III
27 May 2026
Kenapa Penentuan Iduladha Lebih Cepat Dibanding Idulfitri?