Schneider Electric Ungkap Peran Digitalisasi dan AI dalam Transformasi
Jakarta – Schneider Electric menyoroti krusialnya transformasi teknologi untuk menjawab kompleksitas tantangan energi global, mulai dari meningkatnya permintaan energi hingga ketid...
"Schneider Electric itu sendiri perusahaan yang sudah sangat dewasa, secara global usia kita sudah 190 tahun. Di Indonesia, kita sudah 53 tahun tahun ini," ujar Martin dalam wawancara pada Selasa (14/4). Ia menambahkan, perusahaan ini awalnya berkecimpung di industri baja sebelum kemudian beralih fokus ke sektor kelistrikan dan otomasi.
"Dalam perjalanannya selama 190 tahun, perusahaan ini berevolusi. Mulai dari pertamanya itu bergerak di bidang *steel industry*. Tapi *along the way* selama 190 tahun, kita masuk ke industri listrik," ungkapnya.
Kini, Schneider Electric memiliki dua fokus utama yang terintegrasi dengan teknologi digital: Energy Management dan Industrial Automation. Kedua divisi besar ini memungkinkan perusahaan menawarkan solusi lengkap di bidang kelistrikan dan otomasi, serta kini juga berfokus pada era digitalisasi dan *software*.
Dalam era digitalisasi, Schneider Electric juga memainkan peran penting dalam infrastruktur teknologi, khususnya pusat data. "Schneider Electric secara global, kita mungkin salah satu pemasok terbesar untuk di bidang *power* dan *cooling* terhadap pusat data yang dibangun di seluruh dunia, termasuk di Indonesia," jelas Martin.
Hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara teknologi energi dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan sistem digital global. Martin menegaskan bahwa transformasi digital mendorong perubahan besar dalam cara industri mengelola energi dan operasional.
"Sekarang eranya bukan hanya *predictive*, tapi *prescriptive*. Jadi kita bisa tahu persis masalahnya di mana, pada saat terjadi masalah. Bahkan kita bisa memprediksi, mengantisipasi, sebelum masalah, sebelum kejadian *failure*, kita bisa antisipasi," papar Martin.
Melalui platform digital seperti EcoStruxure, perusahaan dapat memberikan analisis berbasis data secara *real-time*. EcoStruxure sendiri merupakan satu rangkaian terintegrasi yang mencakup elektrifikasi, otomasi, serta *software* dan layanan.
Indonesia menjadi salah satu pasar utama dalam strategi global Schneider Electric. "Schneider Electric secara grup tentunya melihat Indonesia sebagai *focus country*," kata Martin. Menurutnya, faktor utama adalah besarnya populasi dan pertumbuhan ekonomi yang stabil. "Karena Indonesia itu pertama populasinya besar, kita punya 200 juta, PDB *growth* juga sangat baik, di atas 5 persen," tegas Martin.
Dalam menghadapi krisis energi global, efisiensi menjadi kunci utama yang terus didorong oleh Schneider Electric. Martin menjelaskan, pabrik mereka di Batam telah menjadi sangat efisien, dengan penghematan energi pada awal penerapan yang mencapai sekitar 15-20 persen per tahun. Efisiensi ini, imbuhnya, tidak hanya relevan saat krisis, tetapi merupakan kebutuhan jangka panjang.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260414162230-206-1347891/schneider-electric-ungkap-peran-digitalisasi-dan-ai-dalam-transformasi
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Tarif Layanan Premium Instagram dan WhatsApp Plus
28 May 2026
17 Wilayah di Indonesia Bakal Dihuyur Hujan Hari Ini
28 May 2026
FOTO: Gletser 'Curi' Kampung di Swiss
27 May 2026
NASA Bersiap Umumkan Nama Astronaut Misi Artemis III
27 May 2026
Kenapa Penentuan Iduladha Lebih Cepat Dibanding Idulfitri?
27 May 2026
Bos Nvidia Umumkan Tambah Investasi di Taiwan usai Pulang dari Beijing