'Waterspout' bak Tornado Muncul di Suramadu, Ini Kata BMKG
Sebuah fenomena pusaran angin kencang di atas permukaan air terekam kamera warga dan viral di media sosial pada Rabu (22/4) lalu. Peristiwa ini terjadi di perairan sekitar Jembatan...
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, menerangkan bahwa *waterspout* disebabkan oleh pertumbuhan signifikan awan cumulonimbus di wilayah perairan. "Itu kalau terjadi di air namanya *waterspout*. Kalau di darat namanya puting beliung," jelas Sutarno saat dikonfirmasi, Rabu (22/4). Ia menambahkan, fenomena ini terbentuk dari awan cumulonimbus yang menjulang tinggi akibat kuatnya arus udara naik yang membawa udara panas dan lembab.
Lebih lanjut, Sutarno menjelaskan bahwa proses pembentukan *waterspout* bermula dari kondensasi udara yang naik secara ekstrem, menciptakan turbulensi hebat di dalam awan. Pusaran ini kemudian turun hingga menyentuh permukaan air. "Air naik mengembun dan menciptakan turbulensi yang hebat di dalam awan membentuk corong, putaran angin yang menyentuh tanah atau air," ujarnya.
Meskipun kemunculannya sempat mengejutkan masyarakat, BMKG menegaskan bahwa *waterspout* adalah fenomena lazim, terutama saat memasuki musim pancaroba. "Biasa terjadi di masa transisi atau masa pancaroba, dari musim penghujan ke musim kemarau. Biasanya terjadi pada siang atau sore hari. Lazim biasa terjadi itu. Biasanya di masa transisi," ucap Sutarno.
Kondisi cuaca yang sangat terik dalam beberapa hari terakhir di Surabaya juga menjadi salah satu faktor pendukung terbentuknya *waterspout*. Hal ini terjadi karena adanya peralihan posisi matahari. "Kalau panas memang ini sekarang matahari sudah beralih condong ke utara, memang kita masalah transisi sehingga itu *waterspout* atau puting beliung itu biasa terjadi di masa-masa pancaroba seperti itu. Jadi itu masalah apa biasa saja terjadi seperti itu," kata Sutarno.
Kendati dianggap fenomena biasa, BMKG tetap memberikan peringatan kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintasi Jembatan Suramadu. Mengingat kekuatan angin yang sangat kencang, masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri berkendara demi keselamatan. "Perlu diwaspadai yaitu karena angin kencang sekali apalagi itu pas di atas jembatan. Masyarakat diimbau untuk berhenti karena bisa mengakibatkan kalau naik kendaraan bisa terjatuh dan membahayakan pengendara," jelas Sutarno. Ia juga menambahkan, jika berada di darat, masyarakat harus berhenti dan tidak berteduh di bawah pohon karena dikhawatirkan tumbang dan menimpa pejalan kaki.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260422144244-199-1350824/waterspout-bak-tornado-muncul-di-suramadu-ini-kata-bmkg
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Tarif Layanan Premium Instagram dan WhatsApp Plus
28 May 2026
17 Wilayah di Indonesia Bakal Dihuyur Hujan Hari Ini
28 May 2026
FOTO: Gletser 'Curi' Kampung di Swiss
27 May 2026
NASA Bersiap Umumkan Nama Astronaut Misi Artemis III
27 May 2026
Kenapa Penentuan Iduladha Lebih Cepat Dibanding Idulfitri?
27 May 2026
Bos Nvidia Umumkan Tambah Investasi di Taiwan usai Pulang dari Beijing