Peringatan Dini Hujan Lebat Sepekan ke Depan di Sumut, Ini Penyebabnya
Medan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan masih a...
"Aktivitas MJO yang aktif berkontribusi terhadap peningkatan labilitas atmosfer di wilayah Sumatera Utara," ujar Hendro, Senin (27/4).Menurut Hendro kondisi tersebut mendorong proses konveksi atau pengangkatan massa udara ke lapisan atas atmosfer, sehingga meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.
"Selain itu, terdapat pula daerah pertemuan angin atau konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari pesisir barat hingga wilayah pegunungan Sumatera Utara," jelasnya.Faktor-faktor tersebut memperkuat pertumbuhan awan hujan dalam beberapa hari terakhir. BMKG mencatat hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat telah terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya pada 23 April 2026 di ARG Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan dengan curah hujan mencapai 118,8 mm"Kemudian pada 24 April di Pos Hujan Sijamapolang, Kabupaten Humbang Hasundutan tercatat 64,8 mm, serta pada 25 April di Pos Hujan Sihonongan dengan curah hujan 64,0 mm," paparnya.Pilihan Redaksi'Waterspout' bak Tornado Muncul di Suramadu, Ini Kata BMKGKenapa Masih Turun Hujan di Musim Kemarau? Ini Penjelasan BMKGBMKG: 10,8 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim KemarauHendro menyebut, potensi hujan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan. Hal ini juga dipengaruhi oleh keberadaan gelombang atmosfer seperti Gelombang Rossby yang turut aktif di wilayah Sumatera Utara."Di sisi lain, pada skala lokal, pemanasan udara permukaan pada siang hari yang cukup kuat turut meningkatkan labilitas atmosfer. Kondisi ini memperbesar peluang terjadinya hujan yang disertai kilat atau petir dan angin kencang," urainya.Sejumlah wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kabupaten Langkat, Kota Medan, Deli Serdang, Binjai, Serdang Bedagai, Pematangsiantar, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara."Kemudian Simalungun, Toba, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Gunungsitoli, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padangsidimpuan, Sibolga, Mandailing Natal, Padang Lawas, hingga Padang Lawas Utara," ucapnya.Hendro mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kondisi ini dinilai berisiko menimbulkan dampak seperti genangan, banjir, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi."Masyarakat juga diingatkan untuk rutin memantau informasi resmi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, serta melakukan langkah antisipasi di lingkungan masing-masing guna meminimalkan risiko dampak bencana hidrometeorologi," paparnya. (fnr/dmi)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260427143821-641-1352571/peringatan-dini-hujan-lebat-sepekan-ke-depan-di-sumut-ini-penyebabnya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
17 Wilayah di Indonesia Bakal Dihuyur Hujan Hari Ini
28 May 2026
FOTO: Gletser 'Curi' Kampung di Swiss
27 May 2026
NASA Bersiap Umumkan Nama Astronaut Misi Artemis III
27 May 2026
Kenapa Penentuan Iduladha Lebih Cepat Dibanding Idulfitri?
27 May 2026
Bos Nvidia Umumkan Tambah Investasi di Taiwan usai Pulang dari Beijing
27 May 2026
Spesifikasi dan Harga Flagship Oppo Find X9 Ultra dan X9s