Privasi Terancam, Instagram Hapus Enkripsi Pesan DM Mulai 8 Mei
Jakarta, Instagram akan mulai menghentikan enkripsi pesan langsung atau direct messages (DM) mulai 8 Mei mendatang.Pada Maret, Meta secara diam-diam mengumumkan di halaman bantuan...
CEO Meta Mark Zuckerberg pertama kali mengumumkan rencana untuk meluncurkan enkripsi end-to-end di seluruh rangkaian platform Meta pada 2019, tetapi baru mulai menerapkannya pada 2023.Artinya, Meta akan dapat melihat isi pesan antara pengguna, yang sejauh ini hanya dapat dilakukan terhadap pengguna yang tidak mengaktifkan enkripsi.Fitur tersebut sudah tampak dinonaktifkan bagi pengguna di Australia.
Seorang juru bicara Meta mengatakan keputusan untuk menghentikan enkripsi disebabkan oleh rendahnya tingkat adopsi."Sangat sedikit pengguna yang memilih untuk menggunakan pesan terenkripsi end-to-end di DM, jadi kami akan menghapus opsi ini dari Instagram dalam beberapa bulan ke depan," kata juru bicara tersebut, dikutip dari The Guardian pada Selasa (5/5)."Siapa pun yang ingin tetap berkirim pesan dengan enkripsi end-to-end dapat melakukannya dengan mudah di WhatsApp," tambahnya.Lihat Juga :WhatsApp Plus Segera Rilis, Berapa Biaya Langganan Sebulan?Meta telah menerima kritik dari kelompok-kelompok perlindungan anak dan aliansi penegak hukum, termasuk FBI, Interpol, Badan Kejahatan Nasional Inggris, dan kepolisian federal Australia. Mereka berpendapat fitur tersebut akan melemahkan kemampuan untuk menjaga keamanan anak-anak di dunia maya.Seorang juru bicara kantor komisaris eSafety Australia mengatakan bahwa enkripsi yang kuat memainkan peran penting dalam melindungi privasi dan keamanan, tetapi ketika diterapkan, platform juga harus mencegah, mendeteksi, dan menanggapi bahaya."Jika enkripsi end-to-end diterapkan tanpa langkah-langkah keamanan yang memadai, hal itu dapat meningkatkan risiko keamanan dan menghalangi identifikasi potensi bahaya seperti eksploitasi seksual anak, terorisme, dan ekstremisme kekerasan," kata juru bicara tersebut."Pada akhirnya, keputusan untuk menerapkan enkripsi end-to-end merupakan pilihan bisnis dan desain bagi platform, namun hal itu tidak menghilangkan tanggung jawab platform untuk mencegah potensi bahaya," lanjutnya.Tom Sulston, kepala kebijakan di Digital Rights Watch, mengatakan langkah tersebut kemungkinan disebabkan oleh keputusan Meta untuk tidak memindahkan layanan pesan di WhatsApp, Facebook, dan Instagram ke satu platform tunggal, daripada menuruti tuntutan penegak hukum.Lihat Juga :Temukan Celah Keamanan, 2 Siswa Indonesia Dapat Penghargaan dari NASA"Fakta bahwa WhatsApp tetap terenkripsi menunjukkan bahwa Meta mungkin sedang beralih untuk memisahkan media sosial dari chat sedikit lebih jauh. Perbedaan utamanya adalah pengguna media sosial dapat menemukan satu sama lain, sedangkan pengguna chat harus saling mengenal terlebih dahulu," katanya.Menurut Sulston, uang kemungkinan juga menjadi faktor, karena Meta berpotensi menggunakan isi pesan untuk menentukan iklan dan melatih chatbot."Mungkin mereka belum melakukannya sekarang, tapi tekanan komersial untuk melakukannya sangat besar, jadi rasanya tak terhindarkan bahwa mereka akan melakukannya jika belum melakukannya," tuturnya.Sulston mengatakan bahwa lebih banyak perusahaan teknologi seharusnya beralih ke enkripsi end-to-end, bukan lebih sedikit."Mengapa tidak memperbaiki produk, daripada terus merusaknya?" katanya. (lom/dmi)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260505103437-192-1355176/privasi-terancam-instagram-hapus-enkripsi-pesan-dm-mulai-8-mei
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
FOTO: Gletser 'Curi' Kampung di Swiss
27 May 2026
NASA Bersiap Umumkan Nama Astronaut Misi Artemis III
27 May 2026
Kenapa Penentuan Iduladha Lebih Cepat Dibanding Idulfitri?
27 May 2026
Bos Nvidia Umumkan Tambah Investasi di Taiwan usai Pulang dari Beijing
27 May 2026
Spesifikasi dan Harga Flagship Oppo Find X9 Ultra dan X9s
27 May 2026
Bukan Cuma Fola Play, Streaming Piala Dunia Bisa di Maxstream