Bahaya Data Pribadi Bocor: Rekening Dikuras Hingga Nama Dipakai Pinjol
Daftar Isi Scam dan phishing Akun pinjol Pembobolan akun Jakarta, Data pribadi di era digital harus diperlakukan dengan sangat hati-hati agar tidak terjadi penyalahgunaan oleh...
Scam dan phishing
Akun pinjol
Pembobolan akun
Jakarta, Data pribadi di era digital harus diperlakukan dengan sangat hati-hati agar tidak terjadi penyalahgunaan oleh orang tak bertanggung jawab. Simak beberapa bahaya penyalahgunaan data pribadi.Data pribadi bisa didapatkan oleh para penjahat siber dan scammer, melalui berbagai cara mulai dari menanamkan malware, peretasan, hingga membeli data-data hasil kebocoran di forum online.Lihat Juga :Cara Cek KTP Kamu Dipakai Pinjol Oleh Orang Lain atau Tidak
Data-data yang bocor seperti nama lengkap, tempat tanggal lahir, hingga alamat tersebut menjadi pintu masuk para penjahat online untuk menjalankan aksinya.Scam dan phishingData pribadi yang dimiliki para penjahat online bisa disalahgunakan untuk melakukan rekayasa sosial, hingga mengirimkan pesan penipuan scam dan phishing.
Data yang lebih banyak bisa dimanfaatkan para penjahat untuk membobol akun pengguna.Pembobolan akun media sosial dan chatting bisa meningkatkan potensi keberhasilan penipuan rekayasa sosial.Modus semacam ini biasanya menyasar keluarga dan kerabat dengan dalih korban berada dalam situasi darurat. Kemudian, keluarga dan kerabat diminta untuk mengirim sejumlah uang kepada penjahat.Namun, jika pembobolan dilakukan ke akun perbankan, maka uang di rekening bisa dikuras oleh para penjahat tersebut.Lihat Juga :Waspada Aplikasi Populer Ini Disusupi Malware, Data Bisa DicuriAkun pinjolPara penjahat juga bisa memanfaatkan data pribadi untuk mengajukan pinjaman di aplikasi pinjaman online. Alhasil, pemilik identitas harus menanggung beban tagihan dari platform pinjol padahal bukan dirinya yang melakukan pinjaman.Kasus semacam ini bahkan pernah terjadi dalam jumlah besar di Garut, Jawa Barat pada 2023.Sebanyak 407 warga kota tersebut dicatut identitasnya buat berutang ke pinjol. Pihak desa kala itu melakukan penelusuran usai menerima dan menduga Ketua Kelompok PNM Mekaar di desa tersebut adalah biang kerok kasus pencatutan nama buat pinjol itu.Pembobolan akunDi era AI, pembobolan akun bahkan tumbuh semakin canggih. Belakangan, tren berfoto dengan pose jari membentuk huruf "V" yang menyimbolkan perdamaian atau peace diketahui dapat menimbulkan risiko keamanan baru.Teknologi AI disebut mampu mencuri data sidik jari hanya dari foto selfie yang diunggah ke internet.Menurut pakar keamanan siber China Li Chang, foto yang diambil dari jarak 1,5 hingga 3 meter pun masih memungkinkan sekitar setengah detail sidik jari terlihat.Kekhawatiran ini bukan tak berdasar. Pada 2025, sekelompok pelaku kejahatan di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, dilaporkan mencoba membuka smart door lock menggunakan foto tangan pemilik rumah yang sebelumnya diunggah secara online. (lom/dmi)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260523204806-185-1361702/bahaya-data-pribadi-bocor-rekening-dikuras-hingga-nama-dipakai-pinjol
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
27 May 2026
NASA Bersiap Umumkan Nama Astronaut Misi Artemis III
27 May 2026
Kenapa Penentuan Iduladha Lebih Cepat Dibanding Idulfitri?
27 May 2026
Bos Nvidia Umumkan Tambah Investasi di Taiwan usai Pulang dari Beijing
27 May 2026
Spesifikasi dan Harga Flagship Oppo Find X9 Ultra dan X9s
27 May 2026
Bukan Cuma Fola Play, Streaming Piala Dunia Bisa di Maxstream
27 May 2026
Matahari Tepat di Atas Kabah, Saatnya Mengukur Kembali Arah Kiblat