Aplikasi 'Kematian' Berubah Jadi Penyelamat Lansia di China
Jakarta, Sileme, aplikasi asal China yang menuai kontroversi akibat memiliki arti 'hidup atau mati' kini berubah menjadi alat keamanan yang didukung pemerintah.South China Morning...
Aplikasi tersebut sesungguhnya sempat viral pada Januari 2026 karena namanya yang dianggap menantang anggapan tabu tradisional tentang kematian.Penggunaan aplikasi ini terbilang sederhana. Aplikasi itu menampilkan tombol hijau besar di layar, dan pengguna hanya perlu menyentuh tombol tersebut setiap hari untuk mengonfirmasi statusnya bahwa mereka masih hidup.
Jika pengguna tidak melakukan check-in selama dua hari berturut, aplikasi akan mengirimkan pesan ke kontak darurat orang tersebut.Aplikasi itu dikembangkan tiga pemuda asal China dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Aplikasi ini juga sempat merajai daftar aplikasi berbayar terbaik di Cina, Singapura, Thailand, dan Australia. Lima bulan setelah viral, aplikasi tersebut kemudian bertransformasi menjadi alat keselamatan bagi para lansia dan mendapatkan dukungan pemerintah.Tombol hijau di layar itu kini besar dan prosedur check-in telah disederhanakan dengan tambahan desain anti-sentuhan tak sengaja.Kini, aplikasi itu telah berubah nama menjadi 在吗在吗 (zaime zaime) yang artinya, 'Apakah Anda di sini?'Pilihan RedaksiApp Store Klaim Cegat Penipuan Aplikasi Senilai Rp39 T Sepanjang 2025Cara Bikin Lagu AI Seperti MBG Mas Bahlil Ganteng yang Viral di TiktokMekanisme kerjanya juga tak jauh berbeda, jika pengguna gagal melakukan check-in selama dua hari berturut, aplikasi akan memberi tahu anak mereka atau orang yang dapat dihubungi dalam keadaan darurat.Selain itu, aplikasi tersebut kini juga dilengkapi dengan tombol SOS.Aplikasi itu disebut telah menjalani uji coba pada lansia di Nanxing, Hangzhou, Provinsi Zhejiang.Salah seorang pengguna lansia, bernama Fan mengatakan ia merasa desain aplikasi ini sederhana, sehingga mudah untuk digunakan.Global Times pada Senin (25/6) memberitakan, mengutip dari China Science and Technology Daily, tiga pendiri "Demumu" mengembangkan produk tersebut dalam waktu satu bulan dengan biaya hanya 1.500 yuan atau setara Rp3,95 juta (1 yuan=Rp2.637,68)Pada 29 Januari, pejabat dari distrik Shangcheng di Hangzhou menghubungi tim pendiri dan menganalisis potensi nilai sosial produk tersebut sambil menguraikan dukungan kebijakan yang tersedia di distrik tersebut. (mnf/chri)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260528173322-185-1363168/aplikasi-kematian-berubah-jadi-penyelamat-lansia-di-china
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
'Kiamat' Suhu Panas Global Tercatat hingga 2030
28 May 2026
Tarif Layanan Premium Instagram dan WhatsApp Plus
28 May 2026
17 Wilayah di Indonesia Bakal Dihuyur Hujan Hari Ini
28 May 2026
FOTO: Gletser 'Curi' Kampung di Swiss
27 May 2026
NASA Bersiap Umumkan Nama Astronaut Misi Artemis III
27 May 2026
Kenapa Penentuan Iduladha Lebih Cepat Dibanding Idulfitri?