VIDEO: Menumbuhkan Pembangunan dari Akar Rumput Bambu - IWDA
Judul: VIDEO: Menumbuhkan Pembangunan dari Akar Rumput Bambu - IWDA Jakarta, Perjalanan di Nusa Tenggara Timur dimulai dengan kesadaran bahwa langkah kecil di tanah Flores dapat m...
Jakarta, Perjalanan di Nusa Tenggara Timur dimulai dengan kesadaran bahwa langkah kecil di tanah Flores dapat memicu perubahan besar melalui ekonomi restoratif berbasis bambu. Dipandu oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) dan didampingi perwakilan kementerian, misi ini mengeksplorasi bagaimana bambu dapat menjadi jembatan antara ekologi, ekonomi, dan budaya. Bambu tidak hanya dipandang sebagai komoditas, melainkan roh penyangga kehidupan dan identitas masyarakat yang telah lama hidup selaras dengan alam sebagai sahabat. Bambu memiliki keunggulan vital sebagai aset ekologis, terutama dalam menghadapi krisis iklim karena kemampuannya memulihkan tanah dan menjaga sumber air. Pilar utama dari pergerakan ini adalah para "Mama Bambu", kelompok perempuan desa yang menjadi jantung inovasi ekologis di NTT. Di tangan para Mama Bambu ini, bambu dan limbahnya diolah menjadi produk inovatif seperti biochar, teh bambu, hingga briket, yang membuktikan bahwa kemandirian ekonomi dapat tumbuh dari akar tradisi dan inovasi hijau.Keberhasilan gerakan ini diperkuat melalui acara "Menenun Kolaborasi", sebuah forum yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dan komunitas lokal sebagai mitra setara. Diskusi intensif ini bertujuan menyatukan gagasan untuk menjadikan NTT sebagai proyek percontohan ekonomi restoratif nasional yang inklusif. Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan bahwa bambu bukan sekadar tanaman, melainkan fondasi ketahanan pangan dan pemulihan lahan yang memerlukan gotong royong dari tingkat desa hingga pusat. Perjalanan ini diakhiri di komunitas Lakoat Kujawas. Lakoat Kujawas muncul sebagai sebuah gerakan budaya yang dinamis, lebih dari sekadar komunitas biasa bagi anak-anak muda di Molo. Tempat ini berfungsi sebagai perpustakaan, laboratorium pangan, sekaligus studio seni di mana hubungan antara manusia, tanah, dan pangan dirayakan melalui pengetahuan lokal. Insight with Desi Anwar dalam episode "Menumbuhkan Pembangunan Dari Akar Rumput Bambu" membahas bagaimana pengembangan ekonomi restoratif berbasis bambu di NTT merupakan upaya kolaboratif lintas sektor yang mengintegrasikan inovasi hijau, pemberdayaan perempuan, dan kearifan lokal untuk membangun ketahanan ekologi sekaligus kemandirian ekonomi masyarakat.Anda juga dapat menyaksikan tayangan ini di https://youtu.be/HGBl6CITIEU
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/tv/20260105130859-400-1313654/video-menumbuhkan-pembangunan-dari-akar-rumput-bambu-iwda
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
VIDOE: Ary Ginanjar Dikukuhkan Jadi Guru Besar Kehormatan
13 Feb 2026
VIDEO: Sungai Cisadane Tercemar, KLH Siapkan Gugatan Hukum Tegas
13 Feb 2026
VIDEO: Rakornas Kemendukbangga Tekankan Penurunan Stunting
13 Feb 2026
VIDEO: KPK Temukan Uang 50 Ribu Dolar AS Saat Geledah PN Depok
13 Feb 2026
VIDEO: Arah Ekonomi Indonesia Tahun 2026, Bagaimana Prospeknya?
13 Feb 2026
VIDEO: Prediksi Cuaca Ekstrem Lebih Akurat Dengan AI