Brasil vs Jepang: Adu Sniper 2 Raja Benua di Tanah Koboi Texas
Pertarungan Brasil dan Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan tersaji di Stadion Houston, Amerika Serikat, pada Selasa (30/6) dini hari WIB. Laga ini dinantikan sebagai due...
Secara statistik, Brasil lebih diunggulkan. Dari 26 pemain yang dibawa, 14 di antaranya berkarier di klub-klub papan atas lima liga top Eropa seperti Manchester United, Arsenal, Liverpool, Juventus, Barcelona, Real Madrid, dan Paris Saint-Germain. Ditambah kehadiran Carlo Ancelotti sebagai pelatih, tim Samba tampil solid sejak fase kualifikasi hingga putaran final. Di babak penyisihan Grup C, Brasil tak terkalahkan dengan dua kemenangan atas Haiti dan Skotlandia serta satu hasil imbang melawan Maroko, mengoleksi tujuh poin dan memuncaki klasemen.
Status juara grup mempertemukan Brasil dengan runner-up Grup F, yaitu Jepang. Meski di atas kertas lebih unggul, Brasil tidak bisa meremehkan lawan. Sebab Jepang menjadi satu-satunya wakil Asia yang tersisa di turnamen ini setelah Irak, Iran, Yordania, Korea Selatan, Qatar, Arab Saudi, dan Uzbekistan gugur lebih awal. Negeri Matahari Terbit kini memanggul harapan seluruh benua.
Jepang sendiri melaju ke babak 32 besar tanpa kekalahan, dengan satu kemenangan dan dua hasil imbang yang membawa mereka finis di posisi kedua Grup F dengan lima poin. Dari segi komposisi pemain, Jepang memiliki 23 pemain diaspora—lebih banyak dari Brasil yang hanya 18. Meski hanya lima di antaranya bermain di lima liga top Eropa, seperti Hiroki Ito dari Bayern Munchen, kolektivitas dan kualitas seimbang menjadi senjata utama.
Sejak debut di Piala Dunia 1998, Jepang terus menunjukkan perkembangan. Setelah menjadi tuan rumah pada 2002 dengan dua kemenangan, mereka sempat merosot pada 2006, lalu bangkit ke babak 16 besar pada 2010. Meski gagal di fase grup pada 2014, Jepang kembali konsisten menembus 16 besar pada 2018 dan 2022, bahkan mengalahkan Spanyol dan Jerman di edisi terakhir.
Brasil pun pernah merasakan pahitnya dikalahkan Jepang. Dalam laga persahabatan Kirin Challenge Cup di Tokyo, Oktober 2025, Jepang sukses membalikkan keadaan dari tertinggal 0-2 menjadi menang 3-2. Pelatih Hajime Moriyasu saat itu menerapkan formasi tiga bek tengah dengan dua bek sayap, serta strategi high press yang memaksa pemain Brasil melakukan kesalahan sendiri. Gol ketiga Jepang lahir dari sepak pojok, menunjukkan bola mati juga menjadi senjata andalan.
Menariknya, kekalahan Brasil saat itu terjadi di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Artinya, faktor pelatih bukan jaminan. Brasil wajib belajar dari kesalahan dan mewaspadai skema serangan balik serta bola mati Jepang. Di sisi lain, Jepang dipastikan sudah membaca peta kekuatan Brasil dan siap menghadirkan kejutan.
*) Penulis : Redaksi
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
29 Jun 2026
Neymar Siap Main 200 Menit, Jadi Starter Lawan Jepang?
29 Jun 2026
Cerita Boy Arnez Tuntaskan Dendam Lawan Korea hingga Juara di AVC Cup
29 Jun 2026
Debut di Wimbledon 2026, Janice Tjen Bangga Bawa Nama Indonesia
29 Jun 2026
Pelatih Jepang Rombak Skenario Adu Penalti Lawan Brasil di Piala Dunia
29 Jun 2026
Prediksi Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026
29 Jun 2026
Marquez Tiru 'Jurus' Rossi di MotoGP Belanda, Tidak Berhasil Sempurna