Jakarta – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) terus memperkuat tata kelola layanan teknologi informasi (TI) melalui pengembangan kompetensi manajemen layanan TI berbasis standar internasional ISO/IEC 20000-1. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam memastikan layanan TI yang andal, terukur, dan selaras dengan kebutuhan bisnis di era digital.
Kegiatan penguatan kompetensi tersebut dilaksanakan pada 24–25 November 2025 dan bertempat di Head Office PTPN I. Program ini diikuti oleh karyawan PTPN I, jajaran pengelola, dan personel layanan TI yang berperan langsung maupun tidak langsungdalam operasional dan pengendalian layanan teknologi informasi perusahaan.
ISO/IEC 20000-1 merupakan standar internasional yang menetapkan persyaratan sistem manajemen layanan TI (Service Management System/SMS). Standar ini menjadi rujukan penting bagi organisasi dalam merencanakan, mengoperasikan, memantau, serta meningkatkan layanan TI secara berkelanjutan agar memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.
Dalam penerapannya di PTPN I, ISO/IEC 20000-1 digunakan sebagai kerangka kerja untuk menata berbagai proses kunci, mulai dari manajemen insiden, manajemen permintaan layanan, manajemen masalah, manajemen perubahan, hingga pengelolaan aset dan konfigurasi. Dengan proses yang terstandar, layanan TI diharapkan dapat berjalan lebih transparan, konsisten, dan selaras dengan prioritas strategis perusahaan.
Kegiatan ini menghadirkan Agus Hermanto, S.Kom, M.MT, ITIL, COBIT, SFC, dosen Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Agus menekankan bahwa keberhasilan manajemen layanan TI tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan dokumen prosedur, tetapi juga oleh kompetensi sumber daya manusia serta budaya layanan yang dibangun di dalam organisasi.
“Tim TI perlu memahami siklus hidup layanan secara menyeluruh, mampu mengelola insiden dan permintaan layanan dengan cepat dan terdokumentasi, serta memiliki kecakapan dalam mengelola perubahan dan risiko. Semua ini merupakan kompetensi inti yang ditekankan dalam ISO/IEC 20000-1,” ujarnya.
Selain aspek teknis dan proses, penguatan kompetensi juga diarahkan pada peningkatan kemampuan komunikasi dan kolaborasi. Personel TI didorong untuk mampu menjelaskan isu teknis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pengguna non-teknis, sehingga koordinasi antara unit TI dan unit bisnis dapat berjalan lebih efektif.
Sebagai bagian dari kegiatan, peserta mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan capaian nilai yang dinilai baik, mencerminkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dan praktik manajemen layanan TI berbasis ISO/IEC 20000-1.
Penerapan standar ini juga didukung dengan penyusunan indikator kinerja layanan (KeyPerformance Indicators/KPI), seperti waktu tanggap insiden, waktu pemulihan layanan, tingkat kepuasan pengguna, serta keberhasilan implementasi perubahan. Data kinerja tersebut menjadi dasar bagi manajemen dalam melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Ke depan, PTPN I berkomitmen untuk terus mengembangkan manajemen layanan TI secara terpadu dengan standar lain, seperti ISO/IEC 27001 untuk keamanan informasi serta kerangka tata kelola dan manajemen risiko TI. Sinergi ini diharapkan mampu membangun ekosistem tata kelola TI yang lebih kuat, adaptif, dan berkelanjutan.
Melalui penguatan kompetensi berbasis ISO/IEC 20000-1, PTPN I menegaskan peran layanan TI sebagai mitra strategis bisnis. Tidak hanya mengandalkan teknologi, perusahaan juga menempatkan kompetensi, budaya layanan, dan komitmen peningkatan berkelanjutan sebagai fondasi utama dalam menghadirkan layanan TI yang profesional dan terpercaya.