berita daerah
#GRADASI
#Jawa Timur
#Talenta Digital
#Rakerda
#FGD
#Transformasi Digital
#Pendidikan
#Teknologi
•
12 Feb 2026
•
9 views
Rakerda GRADASI Jatim 2026 Tegaskan Komitmen Cetak Talenta Digital Mendunia
Generasi Digital Indonesia (GRADASI) DPD Jawa Timur menggelar Rakerda 2026 yang dirangkaikan dengan FGD bertema pengembangan talenta digital Jawa Timur agar mampu bersaing di tingkat global.
Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026, pukul 08.00–14.00 WIB, bertempat di Gedung Sabha Nugraha, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi gagasan, sinkronisasi kebijakan, sekaligus pemetaan aksi nyata dalam pengembangan talenta digital Jawa Timur agar mampu bersaing di tingkat global.
FGD menghadirkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Khofifah menegaskan bahwa transformasi digital tidak bisa dilepaskan dari penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui sektor pendidikan.
“Transformasi digital harus dimulai dari penguatan SDM. Pendidikan harus adaptif terhadap teknologi, tetapi tetap berkarakter kuat dan berorientasi masa depan,” tegas Khofifah.
Ia menilai Jawa Timur memiliki modal besar untuk menjadi episentrum talenta digital nasional yang mampu menembus pasar global, baik dari sisi jumlah penduduk produktif, infrastruktur pendidikan, maupun ekosistem digital yang terus berkembang.
Diskusi semakin komprehensif dengan kehadiran narasumber lintas sektor strategis. Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, menekankan pentingnya penguatan ekosistem digital serta tata kelola informasi publik yang kredibel dan inklusif.
Sementara itu, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, menyoroti peran pendidikan sebagai fondasi utama dalam mencetak talenta digital unggul sejak dini.
“Talenta digital tidak lahir secara instan. Pendidikan harus menjadi fondasi kuat agar generasi muda Jawa Timur tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan inovator,” ujarnya.
Adapun Dr. Finsensius Yuli Purnama, S.Sos., M.Med.Kom., Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, mengulas pentingnya strategi komunikasi dan literasi digital di tengah derasnya arus transformasi teknologi.
Ketua DPD GRADASI Jawa Timur, Kusbeni Abdulloh, menyampaikan bahwa Rakerda 2026 menjadi tonggak penting dalam menyusun arah program kerja organisasi yang selaras dengan kebutuhan daerah dan tantangan global.
“GRADASI Jawa Timur hadir sebagai penggerak kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan industri. Kami ingin memastikan talenta digital Jatim tumbuh dengan arah yang jelas dan berkelanjutan,” kata Kusbeni.
Senada dengan itu, Ketua Umum DPP GRADASI, Upi Asmaradhana, menegaskan posisi strategis Jawa Timur dalam peta talenta digital nasional.
“Penguatan jejaring, peningkatan kapasitas SDM, dan keberlanjutan program adalah kunci. Talenta digital Indonesia harus disiapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap memimpin di panggung dunia,” tegasnya.
Melalui Rakerda dan FGD ini, GRADASI Jawa Timur menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Dari Surabaya, pesan itu digaungkan dengan optimisme: talenta digital Jawa Timur bukan sekadar tumbuh, tetapi melesat, menembus batas, dan mendunia.
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.